LifestylePeristiwaResep

Yuk Pahami Ciri-Ciri Pelaku Pelecehan Seksual Di Sekeliling Anda

Pelecehan seksual sering terjadi di lingkungan sekitar kita, tentu nya kita perlu untuk memahami bagaimana ciri-ciri pelaku pelecehan seksual.

Pelecehan seksual adalah perilaku atau tingkah laku yang bersifat seksual yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki. pelecehan mencakup pemaksaan untuk melakukan kegiatan seksual, menunjukkan alat kelamin pelaku pada korban secara paksa, hingga ucapan atau perilaku yang mengarah pada seksual.

Menurut data yang diperoleh dari Komnas Perempuan, tingkat angka pada pelecehan seksual atau kekerasan seksual yang menimpa kaum hawa masih tinggi. Pada tahun 2014 sudah tercatat 4.475 kasus, tahun 2015 ada 6.449 kasus, dan pada tahun 2016 terjadi 5.785 kasus.  angka tersebut belum termasuk pada kasus – kasus yang belum di laporkan.

Ironisnya, Indonesia dikenal dengan bangsa yang ramah tamah, tapi faktanya angka kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat cukup tinggi. Inilah kenapa masyarakat harus memahami edukasi seksual sejak dini. dikarenakan pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja, seksual lebih sering dialami oleh wanita. tak hanya wanita saja, angka pelecehan terhadap anak pun juga diketahui sangat meningkat.

Maka dari itu, penting untuk melaksanakan langkah – langkah untuk mencegah terjadi nya pelecehan seksual, termasuk mengenali tanda pelaku pelecehan seksual di sekitar kita.

Pelaku sesual selalu mempunyai cara untuk mengelabui calon korbannya. Baik wanita maupun laki-laki bisa memiliki peluang untuk bisa menjadi korban pelecehan seksual. Namun, wanita tetap menjadi sasaran utama pelecehan seksual daripada laki – laki.

Nah, maka dari itu penting loh untuk wanita memahami bagaimana saja ciri – ciri pelaku pelecehan seksual. Yuk kita simak :

1. Menjerat Korban

Hal pertama yang dilakukan oleh pelaku seksual yaitu menjerat korban dengan cara mencari tempat atau lokasi sepi agar pelaku bisa mengajak korban untuk berduaan agar memudahakan aksinya. Di saat seperti ini lah pelaku akan mengancam dan menyudutkan korban.

Biasanya pelaku akan mengajak ke tempat sepi, dengan sengaja mengadakan rapat penting di kamar hotel, atau beralasan mampir ke rumah korban dengan dalih ada sesuatu tertinggal atau ada hal yang ingin di sampaikan.

Pada intinya hal tersebut memiliki tujuan yang membuat korban dalam keadaan sendiri. selanjutnya pelaku akan mulai berani mendekati korban bahkan memegang bagian tubuhnya. pelaku juga bisa saja menghalangi jalan korban dan menggunakan badannya untuk lebih menyudutkan korban.

Hati – hati jika ada orang yang menjaring anda pada situasi seperti yang sudah dijelaskan di atas, usahakan agar anda menolak ajakannya.  anda harus berada dalam situasi yang ramai supaya pelaku tidak memiliki kesempatan untuk melancarkan aksi nya yang mengarah pada pelecehan seksual.

2. Menunjukkan pada korban kalau tindakannya itu wajar

Strategi yang paling sering di lakukan oleh pelaku pelecehan seksual yaitu dengan cara menyakinkan korban kalau hal – hal yang ia lakukan ( misalnya menyentuh payudara atau bagian lain dari tubuh korban) itu adalah hal yang wajar.

Pelaku akan berkata, ” Ah,  Biasa saja kan pacaran memang begini! ” atau , ” Loh, kok kamu melawan ?  Semua orang di kantor ini memang melakukan hal seperti ini sama saya. ”

Hal yang diucapkan oleh pelaku akan merubah pola pikir korban, korban berpikir mungkin ini memang hal yang normal. padahal kenyataannya, korban sudah termakan oleh bujuk rayu pelaku.

Perlu diingat yaa, tubuh anda adalah sepenuhnya milik anda. tidak ada satupun orang yang berhak menyentuhnya. apalagi tanpa ijin !

3. Sengaja membuat korban merasa bersalah

Pelaku pelecehan seksual sangat senang membuat korbannya merasa bersalah. hal tersebut bisa ia jadikan alasan untuk meluruskan aksinya.

Misalnya, menuduh korban dikarenakan tampil seksi sehingga menimbulkan godaan. Padahal dalam situasi bagaimana pun pelecehan seksual bisa terjadi, hal tersebut tidak bisa dibenarkan dan satu – satunya yang bersalah adalah si pelaku, bukan korban.

Ada lagi yang biasa pelaku akan lakukan, ia akan membuat korbannya merasa berhutang budi padanya. Contohnya di karenakan ia adalah Leader atau orang mengatur seluruh pekerjaan korban. dengan begitu, kesempatan untuk harus menuruti permintaan sang pelaku lebih besar.

Nah semoga itu dapat membantu kalian semua peka dengan keadaan sekitar ya.

Ingat pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. pintar – pintarlah untuk menjaga diri dari pelaku pelecehan seksual.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of