Politik

Warga Deling Bojonegoro Belum Bisa Manfaatkan Jamban Program ODF

Warga Deling Bojonegoro Belum Bisa Manfaatkan Jamban Program ODF.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah warga Desa Deling Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan adanya bantuan pembangunan jamban sehat untuk meraih target desa Open Defecation Free (ODF) yang belum bisa dimanfaatkan hingga saat ini.

Bantuan pembangunan jamban itu dilakukan sejak Januari 2021 melalui tiga pos anggaran. Pembangunan yang dilakukan dari pos anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), dari Dana Desa (DD) dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP Cipta Karya).

Baca Juga:

  • Alumni FK UNAIR Tuntaskan Permasalahan Jamban di Penjaringan Sari
  • Ponorogo Sukses Turunkan Angka BAB Sembarangan

Salah seorang warga Desa Deling Kecamatan Sekar Widodo mengungkapkan beberapa bangunan jamban yang sudah berdiri itu tidak dimanfaatkan. Dia menunjukkan, jamban yang tidak berfungsi itu seperti di Dusun Ngampel RT 16 dan 17. “Ada sekitar 12 KK yang mendapat program ODF 2021, tapi banyak yang tidak bisa dimanfaatkan,” ujarnya, Kamis (9/6/2022).

Menurut Widodo, pembangunan jamban itu hanya berupa closed. Tidak ada temboknya. Bahkan pembangunan septic tank juga tidak layak pakai. Sehingga pembangunan yang sudah diserahterimakan itu mangkrak. “Secara bangunan sebagian besar tidak bisa dimanfaatkan karena belum selesai, padahal sudah ada serah terima program. Belum ada tembok. Hanya closed saja,” terangnya.

Kepala Desa Deling Netty Herawati membenarkan masih ada jamban untuk program ODF yang belum bisa dimanfaatkan. Menurutnya, itu karena lepas dari pengawasan desa. “Karena desa sudah ada timlak dan pengawas dalam pengerjaan itu,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Netty, laporan yang diterima pihak desa sudah sesuai dengan permintaan. Sehingga, setelah program selesai langsung diserahterimakan kepada penerima manfaat. “Kalau tidak bisa dimanfaatkan, penerima sudah tanda tangan dalam proses penyerahan dan bersedia merawat,” ujarnya.

Baca Juga:

  • Kecamatan Trucuk Masuk Wilayah ODF
  • Kabupaten Kediri Tekad Bebas Buang Air Besar Sembarangan
  • Ponorogo Sukses Turunkan Angka BAB Sembarangan

Dengan adanya temuan bahwa jamban untuk program ODF yang belum bisa dimanfaatkan itu, pihak desa mengaku akan segera melakukan tindak lanjut dengan memanggil timlak, pengawas dan tukang. Karena program tahun anggaran 2021 itu sudah selesai 100 persen.

“Tiga sumber anggaran dari program ODF itu sudah selesai 100 persen dan sudah diserahkan kepada warga (penerima),” terangnya.

Untuk diketahui, tiga sumber anggaran pembangunan jambanisasi pada 2021 itu dari Dana Desa sebanyak 62 unit, senilai Rp200 juta, kemudian dari DPKP Cipta Karya sebanyak 51 unit senilai Rp357 juta dilakukan secara swakelola dan dari anggaran BKK Desa dari Pemkab Bojonegoro senilai Rp2,010 miliar untuk 201 unit. [lus/suf]





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #berita #beritaterkini #terpopuler #newsupdate #beritajatim #infojatim #news #FYI