Politik

Wali Kota Malang Tinjau Mall: Mereka Gemes Ingin Segera Buka








Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Wakil Wali Kota Sofyan Edi beserta Dinas Kesehatan melakukan peninjauan ke sejumlah Mal yang ada di wilayah mereka. Salah satu Mal yang ditinjau adalah Malang Town Square (Matos). Dia ingin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan dengan baik oleh pengelola Mal.

Diantara syarat untuk kembali buka adalah, Mal harus terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi. Semua karyawan dan pengunjung wajib sudah divaksin dengan bukti sertifikat vaksin. Wajib mencuci tangan, dan mengukur suhu tubuh. Hingga pembatasan kuota 25 persen dari total kapasitas gedung yang ada.

Baca Juga:

  • Kota Malang Targetkan Akhir Oktober Masuk Zona Kuning Penyebaran Covid-19
  • Pemkot Malang Kecam Kepala Dinas Pangan yang Tersangkut Kasus Narkoba
  • Kejari Kota Malang Akan Somasi Pembuat Meme Mengandung Unsur Porno
  • Pemkot Malang Kunjungi Keluarga TKW Yordania, Pastikan Cari PJTKI Pengirim
  • Wali Kota Malang Berkomunikasi Langsung Dengan Gubernur Papua Barat

“Kita semua syarat sudah dipenuhi, ini menunjukkan bahwa pengelola mal di Kota Malang itu gemes. Kapan sih dibuka, sehingga meski belum ada kepastian mereka tetap mempersiapkan segalanya. Saya minta Malang ini berapapun levelnya, Malang ini Mal bisa dibuka dengan catatan ada PeduliLindungi. Alhamdulillah setelah saya cek semuanya ada. Mudah-mudahan kita masuk level 3 sehingga Mal bisa dibuka,” papar Sutiaji, Senin, (30/8/2021).

Penggunaan aplikasi peduli lindungi di Matos.

Sutiaji mengatakan, perlahan demi memulihkan kembali perekonomian. Mal akan kembali dibuka begitu juga dengan tenan yang ada di dalam mal. Seperti bioskop, area permainan hingga departemen store.

“Boleh (semua tenan). Tadi kan hitungannya kapasitas. Di sini juga kan ada satgasnya, nanti ada apa-apa lapor ke satgas. Insya Allah, kalau ada aplikasi PeduliLindungi itu kan bisa,” ujar Sutiaji.

Dalam pembaruan aplikasi Peduli Lindungi, pengunjung yang tidak melakukan check out akan otomatis check out bila berada di radius 100 meter. Sementara kapasitas yang diperbolehkan hanya 25 persen, untuk Matos berarti 15 ribu orang saja karena berkapasitas 60 ribu orang.

“Ada info baru, ada orang yang tidak check out ketika sudah meninggalkan Mal 100 meter otomatis dia sudah check out. Antisipasi ketika dia ingin bergeser ke mal yang lain. Kuotanya 25 persen dari kapasitas mal, jumlah itu terpenuhi saja luar biasa. Yang penting tertib,” tandasnya. (Luc/kun)









The post Wali Kota Malang Tinjau Mall: Mereka Gemes Ingin Segera Buka first appeared on beritajatim.com.