Politik

Wali Kota Malang Ajak Muhammadiyah Berkorban Demi Masyarakat

googleberita

Malang(beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji mengajak para kader Pemuda Muhammadiyah Kota Malang berkorban demi kepentingan masyarakat, khususnya di Kota Malang. Sutiaji menegaskan, bahwa Pemuda Muhammadiyah memiliki andil untuk menghadapi tantangan jaman dan dinamikanya.

“Saya mengajak anggota Pemuda Muhammadiyah berkorban demi kepentingan masyarakat. Gerakan pemuda yang lebih baik, akan membuat indonesia maju. Darah kita, perjuangan kita adalah Indonesia,” kata Sutiaji saat memberikan sambutan di Pelantikan Pimpinan Daerah dan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kota Malang di Gedung DPRD Kota Malang, Sabtu (7/9/2019).

Sutiaji juga menekankan agar semangat para pemuda bisa dikendalikan oleh hati nurani. Hal itu dinilainya penting agar pemuda tidak terombang-ambing dalam perubahan zaman.

“Slogan Pemuda Muhammadiyah adalah Fastabiqul Khairat. Mari kita berbuat sesuai slogan itu karena Kota Malang Banyak kreativitas anak muda yang mempengaruhi sorotan dunia,” ujar Sutiaji.

Kata Sutiaji, tidak sedikit pihak yang ingin merusak karakter pemuda Indonesia. Oleh sebab itu, pemuda yang bergerak dengan hati nurani menurut Sutiaji bisa membentengi diri dari hal-hal negatif.

“Bahwa tugas kita tidak semudah di era 80, 70 dan 60-an. Saat ini kita masuk era revalosi, bicaralah kamu pada kadar yang disesuaikan dengan kekinian,” imbuh Sutiaji.

Sementara, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang Mujahidin Ahmad mengatakan, bahwa gelora pengorbanan para kader Muhammadiyah telah dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan.

Baca Juga:

  • Kakek 92 Tahun Jadi Calon Jemaah Haji Tertua Kota Malang
  • Target Juara Umum, Surabaya Siap Saingi Kota Malang
  • Jelang Pemilihan Ketua Ansor Jatim, Barikade Gus Dur Malang Punya Syarat Ini

Dijelaskannya, 107 tahun lalu, KH Ahmad Dahlan menjual semua perabotan rumahnya agar bisa menggaji para guru ngaji dan sekolah.

“Setelah dijual dan laku, tidak ada satu pun barang yang diambil, hanya mengasih uang kepada KH Ahmad Dahlan,” tandasnya.

Pada akhirnya, para guru ngaji dan sekolah pun bisa mendapatkan gaji. Hingga saat ini, sudah ada ratusan sekolah mulai tingkat dasar dan tinggi yang dikelola persyarikatan Muhammadiyah. Termasuk juga sejumlah pesantren dan rumah sakit. Mujahidin mengajak agar para kader Pemuda Muhammadiyah bisa terus memperjuangan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah. (Luc/ted)