Peristiwa

Top 3 Berita Hari Ini: Kokohnya Masjid Terapung Palu Sebelum Tsunami

Googleberita.com, Jakarta – Top 3 berita hari ini, kokohnya Masjid Arwam Bab Al Rahman tak lagi terlihat usai diguncang gempa bumi dan tsunami pada Jumat, 28 September 2018 lalu. Sesaat setelah bencana, sekitar masjid dan pesisir kota Palu porak-poranda.

Masjid yang lebih dikenal sebagai masjid terapung Palu tersebut berdiri pada tahun 2011. Berada dekat Pantai Talise, masjid terapung menjadi ikon Kota Palu yang terletak di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat.

Masjid terapung sendiri dibangun oleh pengusaha sukses yang bergerak di bidang SPBU di Palu, Muhammad Hasan Bajamal. Adapun pembangunan masjid untuk mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi atau Datuk Karama

Sementara itu, masih mengenai Palu, namun dari sisi yang berbeda. Peristiwa gempa dan tsunami sempat terjadi di Teluk Palu hampir seabad lalu atau lebih tepatnya pada 1927 silam.

Cerita tersebut diyakini kebenarannya karena hingga saat ini, air dari dalam tanah di Kelurahan Petobo masih terasa asin layaknya air laut. Begitu pula perbukitan Jabal Nur yang berjarak puluhan kilometer dari bibir pantai Teluk Palu, juga tumpukan batu karang, bukti betapa luasnya teluk di kala itu.

Seperti apa berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini? Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut.

1. Cerita Pendirian Masjid Terapung Palu yang Ikut Tersapu Tsunami Jumat Lalu

Masjid Terapung Argam Bab Al Rahman. (Foto: mandrapahlawa.blogspot.co.id)

Gempa bumi yang disusul tsunami pada Jumat, 28 September 2018, memporakporandakan pesisir Kota Palu dalam sekejap. Masjid yang dulunya berdiri kokoh kini doyong.

Masjid terapung Palu sendiri berdiri di tahun 2011 dan pembangunan selesai pada 19 Januari 2012. Masjid juga diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.

Pembangunan masjid pun didedikasikan untuk mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi atau Datuk Karama. Datuk Karama merupakan ulama asal Minangkabau, Sumatera Barat.

Selengkapnya…

2. Kisah Tsunami Nyaris Seabad Lalu di Balik Indahnya Teluk Palu

Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah. (dok. Instagram @asjunroy/Asnida Riani)

Sebelum gempa dan tsunami menghantam Palu dan Donggala pada Jumat, 28 September 2018, Teluk Palu juga sempat diterjang bencana yang sama nyaris seabad lalu. Tepatnya pada 1927 lalu.

Penjaga Monumen Perdamaian Taman Edukasi Nosarara Nosabatutu, Darwis menyebut jika bencana gempa disusul tsunami terjadi di Kelurahan Petobo. Hal tersebut ia dengar dari kerabatnya.

Usai bencana kala itu, Teluk Palu kembali menampilkan daya tariknya. Suguhan pemandangan mulai dari tanah yang menjorok langsung berbatasan dengan birunya laut.

Selengkapnya…

3. Penampakan Pusat Laut Unik di Donggala

Pusentasi, Donggala, Sulawesi Tengah. (dok. Instagram @yongkihadinata/https://www.instagram.com/p/BhBX3Aoh8Mt/?utm_source=ig_web_copy_link/Asnida Riani)

Donggala tak melulu soal panorama pesisir. Suguhan pemandangan air berwarna biru bening nampak jelas di sinkhole dengan lebar hingga 10 meter. Sisi terluar di kelilingi batuan yang sangat besar.

Air yang kini mengisi pusentasi konon berasal dari laut Donggala. Hal ini diduga ada terowongan bawah tanah penghubung tempat itu dengan laut lepas.

Selengkapnya…

 

 

* Googleberita.com yang menjadi bagian KapanLagi Youniverse (KLY) mengajak Anda untuk peduli korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Yuk bantu Sulawesi Tengah bangkit melalui donasi di bawah ini.

 

 

Semoga dukungan Anda dapat meringankan beban saudara-saudara kita akibat gempa dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah dan menjadi berkah di kemudian hari kelak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of