Politik

Tokoh NU dan PDIP Kabupaten Malang Gelar Tahlilan Serentak








Malang (beritajatim.com) – Sejumlah tokoh NU dan pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Malang dari tingkat Cabang hingga anak ranting, secara serentak menyelanggarakan tahlilan bersama di tiap kecamatan se-Kabupaten Malang, Selasa (24/11/2020) malam.

Tahlil serentak ini untuk mendoakan arwah tiga orang kader PDI Perjuangan yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas setelah mengikuti rapat koordinasi pemenangan paslon Sanusi-Didik Gatot Subroto (SANDI) yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Parpol Koalisi lainnya seperti Gerindra, Golkar, Nasdem, Demokrat dan PPP.

Ketiga kader PDI Perjuangan yang gugur dalam tugas tersebut adalah Hari Sasongko, Haryanto dan Amari. Sementara Mujiono meninggal dunia karena sakit setelah mengikuti rapat konsolidasi partai pemenangan tim SANDI.

Acara tersebut diprakarsai langsung Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah bersama Sanusi, Calon Bupati Malang yang notabene tokoh NU dan kader PDI Perjuangan.

Baca Juga:

  • Risma Tetap Kerja Meski di Arena Rakernas PDIP
  • PDIP Buka Dialog dan Serap Aspirasi Terkait Omnibus Law Tenaga Kerja
  • Langkah Politik PDIP untuk Pilwali Surabaya Bikin Gerbong Machfud Arifin Penasaran
  • Sekjen PDIP Kembali Diperiksa KPK

“Acara tahlilan dan yasinan tersebut dilaksanakan serentak di 33 Kecamatan Kabupaten Malang. Ini sebagai bentuk penghormatan PDI Perjuangan atas perjuangan kader-kadernya yang gugur dalam melaksanakan tugas. Selain itu, penyelenggaraan acara tahlilan dan yasinan tersebut juga sebagai simbol menyatunya antara kekuatan Partai Nasionalis dengan kalangan Nahdliyin. Kerja sama seperti ini sangat bagus untuk membangun tradisi kultural bangsa dan penyatuan antara kekuatan Nasionalis dan Islam,” ungkap Ahmad Basarah, Selasa (24/11/2020) malam.

Sementara itu, lanjut Basarah, masuknya Sanusi yang merupakan salah satu tokoh NU Kabupaten Malang menjadi kader PDI Perjuangan, membawa sinergi kultural Islam dan Kebangsaan yang sangat baik bagi penguatan NKRI. Sanusi kemudian diusung sebagai Calon Bupati Malang bersama Didik Gatot Subroto yang saat ini menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Malang.

Di tempat sama, Abah Sanusi (panggilan akrab Sanusi) menambahkan, acara tahlilan dan yasinan untuk mendoakan orang yang meninggal dunia adalah tradisi kultural mayoritas umat Islam di Indonesia. Hal itu juga lazim dilaksanakan oleh umat Islam yang ada di PDI Perjuangan.

“Semoga dengan doa tahlil dan yasinan kepada ke empat almarhum kader PDI Perjuangan yang telah gugur dalam tugas, diterima Allah SWT. Semoga ke-empatnya diampuni segala dosanya serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tegas Abah Sanusi.

Sanusi melanjutkan, selain mendoakan keempat kader terbaik PDIP, acara tersebut dalam pembacaan tahlil dan yasinan, juga untuk mendoakan arwah Bung Karno dan juga para pendiri NU, seperti Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah dan tokoh-tokoh lainnya.

Sebagai informasi, acara doa tahlil dan yasinan yang diselenggarakan di Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang itu, dilaksanakan di Rumah Aspirasi Dr. Ahmad Basarah. Hadir dalam doa bersama malam ini yakni Abah Sanusi dan Didik Gatot Subroto, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari.

Se;ain itu juga para pengurus MWC NU Karang Ploso dan tokoh-tokoh NU lainnya serta pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. [yog/suf]









The post Tokoh NU dan PDIP Kabupaten Malang Gelar Tahlilan Serentak first appeared on beritajatim.com.