Lifestyle

Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya

Bagi wanita kebersihan area kewanitaan adalah hal yang perlu diperhatikan. Maka itu, kebanyakan dari mereka memilih untuk menggunakan beragam produk pewangi dan pembersih vagina. Mulai dari tisu pembersih hingga sabun kewanitaan. Namun, tanpa mereka sadari ternyata ada beberapa perawatan vagina yang memiliki bahaya bagi kesehatan mereka. 

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui apa saja cara merawat kesehatan vagina yang sebenarnya perlu dihindari. 

Perawatan vagina yang bahaya bagi kesehatan

Pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan, terutama vagina, didasari dengan banyaknya wanita yang mengalami infeksi pada vagina (vaginitis). Terlebih lagi, area kewanitaan yang sensitif ini juga dapat mengalami iritasi pada area sekitar pintu masuknya atau biasa disebut vulva. 

Maka dari itu, merawat kebersihan vagina adalah salah satu hal yang perlu dilakukan oleh para wanita agar terhindar dari infeksi yang mengganggu. Walaupun demikian, tidak semua perawatan vagina dapat dilakukan. Bahkan, beberapa perawatan vagina tertentu bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan wanita. 

Berikut ini terdapat beberapa perawatan vagina yang mungkin perlu Anda hindari karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

1. Ratus vagina

vagina kering

Salah satu perawatan vagina yang memiliki bahaya bagi kesehatan adalah ratus vagina. Ratus vagina merupakan cara menjaga kesehatan area kewanitaan yang termasuk konvensional. 

Bagi orang yang melakukan metode ini normalnya akan mengasapi langsung organ intim wanita. Asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran ramuan berbagai rempah alami. 

Lalu, wanita akan duduk di atas kursi yang bagian tengahnya sudah dilubangi agar asap dapat masuk. Perawatan vagina yang satu ini biasanya berlangsung selama 30 menit. 

Sekilas mungkin tidak terlihat berbahaya, tetapi ternyata manfaat dari ratus vagina ini masih diragukan oleh beberapa ahli. Dilansir dari Harvard Health Publishing, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan adanya manfaat dari ratus vagina. 

Apabila vagina terpapar oleh asap atau uap yang panas, keseimbagan pH vagina bisa terganggu. Akibatnya, risiko vaginitis dan iritasi vagina pun meningkat. 

Maka itu, ratus vagina tidak direkomendasikan dilakukan secara rutin sebagai perawatan vagina karena dikhawatirkan menimbulkan bahaya yang tidak diinginkan bagi organ kewanitaan. 

2. Douching

cara pakai vaginal douche

Selain ratus vagina, douching juga disebut-sebut sebagai perawatan vagina yang bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan wanita. Istilah douching dipakai untuk menggambarkan cara membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau campuran lainnya.

Umumnya, cairan douching yang dijual bebas di pasaran mengandung campuran air, cuka, soda kue, dan yodium. Sejauh ini belum ada studi yang membuktikan manfaat dari teknik mencuci vagina yang satu ini. 

Sayangnya, banyak ahli yang berpendapat bahwa douching dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Pasalnya, membersihkan bagian dalam vagina sembarangan bisa mengubah keseimbangan bakteri dan pH asam di dalamnya.

Begini, vagina yang sehat mengandung bakteri baik dan jahat. Keduanya bertugas untuk membantu menjaga pH asam yang melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. Apabila douching dilakukan, produksi bakteri berbahaya akan jauh lebih banyak dan bisa menyebabkan infeksi jamur. 

Infeksi vagina dapat memicu bakteri untuk menimbulkan infeksi rahim, saluran tuba, dan ovarium. Jika hal ini terjadi, beberapa masalah kesehatan serius dapat terjadi pada Anda, seperti:

  • radang panggul
  • vaginosis bakterialis
  • Infeksi menular seksual
  • vagina lebih kering hingga menyebabkan iritasi

Kebanyakan dokter tidak menyarankan wanita melakukan douching karena tubuh secara alami akan membersihkan vagina Anda. Apabila Anda merasakan bau atau iritasi yang kuat pada organ kewanitaan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ketimbang mencucinya sendiri. 

3. Penggunaan sabun kewanitaan herbal

sabun sirih untuk vagina

Produk pembersih vagina yang katanya mengandung bahan-bahan herbal mungkin sudah tidak asing lagi karena dijual bebas di pasaran. Padahal, perawatan vagina yang satu ini sebenarnya tidak begitu Anda butuhkan dan disebut-sebut bisa menimbulkan bahaya bagi pemakainya. 

Membersihkan vagina dengan sabun antibakteri dengan bahan kimia dan pewangi tambahan dikhawatirkan dapat mengubah ekosistem di dalam vagina. Penggunaan sabun kewanitaan juga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan jamur di dalamnya. 

Anda masih bisa menjaga kebersihan area vagina tanpa perlu memakai sabun kewanitaan, yaitu menggunakan air hangat. Membasuh vagina dengan air hangat bisa menjadi salah satu metode alternatif untuk merawat area kewanitaan bagian luar. 

4. Waxing

setelah brazilian waxing

Mencabut atau mencukur bulu kemaluan merupakan metode perawatan vagina yang paling sering wanita lakukan. Salah satu teknik menghilangkan bulu vagina adalah waxing. Namun, tahukah Anda ketika melakukan waxing sembarangan dapat berubah menjadi perawatan vagina yang menimbulkan bahaya?

Sebenarnya, mencabut dan mencukur bulu kemaluan adalah pilihan pribadi setiap orang, sehingga hal ini memengaruhi manfaatnya bagi setiap orang. Sebagai contoh, beberapa wanita mencukur bulu kemaluan karena merasa lebih nyaman, bersih, dan meningkatkan daya tarik seks. 

Sementara itu, tidak sedikit dari mereka yang merasakan efek samping usai melakukan waxing, seperti: 

  • razor burn
  • menimbulkan luka, jerawat, atau lepuh pada vagina
  • gatal
  • infeksi pada akar rambut (folikulitis)

Apabila Anda ingin waxing, sebaiknya dilakukan di salon atau spa yang menawarkan fasilitas ini. Dengan demikian, Anda dapat lebih berhati-hati dan merasa nyaman karena orang yang melakukannya sudah ahli dalam bidang tersebut. 

Bagaimana perawatan vagina yang aman?

ganti celana dalam

Keempat perawatan vagina di atas memang disinyalir menimbulkan lebih banyak bahaya ketimbang manfaatnya. Namun, bukan berarti Anda tidak melakukan apa pun untuk merawat kesehatan vagina. 

Ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan agar vagina tetap sehat dan bersih, yaitu:

  • menghindari produk sabun kewanitaan yang mengandung pewangi
  • memakai pakaian dalam berbahan katun
  • selalu mencuci pakaian dalam baru sebelum digunakan
  • menggunakan sabun berbahan lembut saat mencuci pakaian dalam 
  • mengurangi penggunaan pembalut wanita saat menstruasi dan menggantinya dengan tampon

Vagina setiap wanita dapat membersihkan dirinya sendiri. Namun, ketika Anda merasa gatal dan bau pada daerah tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih perawatan vagina sembarangan.

The post Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of