Lifestyle

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

googleberita

Tahap perkembangan yang dialami anak di usia 6-12 tahun adalah perkembangan fisik, emosi, sosial, kognitif, bahasa, serta berbicara. Setiap bertambahnya usia anak, perkembangan yang dialami pun berbeda-beda. Kira-kira apa saja yang dialami anak pada tahapan perkembangan di usia sekolah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tahap perkembangan anak di usia 6-12 tahun

Seiring pertambahan usianya, setiap anak akan mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan. Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui gambaran secara umum tahap apa saja yang dialami anak usia 6-12 tahun pada masa perkembangannya.

  • Tahap perkembangan anak usia 6 tahun

Ini adalah tahap awal dari berbagai tahapan perkembangan yang dialami anak usia 6-12 tahun. Di usia ini, anak akan mengalami perkembangan fisik, emosi, sosial, berbicara, bahasa, dan kognitif.

Perkembangan fisik usia 6 tahun

Jika diberikan gambaran secara umum, pada usia 6 tahun, anak akan mengalami perkembangan fisik berupa:

  • Tinggi badan anak bertambah hingga 6 sentimeter (cm).
  • Berat badan anak bertambah hingga 3 kilogram (kg).
  • Gigi susu anak mulai lepas satu-persatu.
  • Kemampuan motorik kasar anak masih terus berkembang dan perlu diasah.

Di samping itu, pada tahapan perkembangan fisik usia 6 tahun, anak juga akan meningkatkan kemampuan fisiknya. Sebagai contoh, anak usia ini mulai mampu bermain lempar tangkap bola dengan baik. Di samping itu, pada usia 6 tahun, anak juga memiliki banyak energi.

Dengan begitu, tidak ada salahnya jika Anda mengajak si buah hati untuk bermain di luar rumah. Apalagi, aktivitas fisik menjadi begitu penting semenjak anak masuk sekolah. Pasalnya, saat berada di sekolah, sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk duduk di dalam ruang kelas dan kurang bergerak.

Tahap perkembangan awal di usia sekolah, yaitu 6-12 tahun, juga ditandai dengan kemampuan koordinasi motorik halus yang juga mulai terbentuk. Anak usia 6 tahun semakin lihai dalam menggambar dan menulis, sehingga gambarnya sudah mulai memiliki bentuk yang lebih mudah dimengerti. Begitu pula dengan tulisan tangannya, menjadi lebih mudah dibaca.

Perkembangan emosi usia 6 tahun

Selain perkembangan fisik, anak usia 6-12 tahun juga akan mengalami tahap perkembangan lain, misalnya perkembangan psikologi, seperti emosi. Saat memasuki usia 6 tahun, perkembangan ini ditandai dengan:

  • Anak mungkin memiliki perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Anak masih tergolong sensitif saat dikritik atau diberi tahu kesalahannya.
  • Anak masih kesulitan mengakui kesalahan yang diperbuatnya.
  • Anak sudah mulai memiliki perasaan bersalah saat membuat kesalahan.

Di usia 6 tahun, anak memang menjadi lebih peka terhadap emosi atau perasaan, baik perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain. Anak Anda mungkin mulai memahami konsep-konsep yang cukup rumit untuk anak seusianya.

Sebagai contoh, anak mungkin mulai paham orang lain mungkin tidak bisa menerima kritikan yang diucapkan secara langsung karena bisa menyakiti perasaan orang tersebut.

Selain itu, pada usia ini, anak juga mulai membentuk sikap kemandirian. Hal ini mungkin ditandai dengan mulai mandi sendiri, memilih dan mengenakan pakaiannya sendiri, hingga menyisir rambutnya sendiri. Sebagai orangtua, Anda bisa menawarkan bantuan kepada anak jika ia terlihat masih kesulitan melakukannya sendiri.

Perkembangan sosial anak usia 6 tahun

Di usia 6 tahun, anak juga akan mengalami perkembangan sosial yang ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • Anak mulai membuat peraturan saat bermain bersama teman.
  • Anak sudah bisa menghargai kerjasama tim dan pertemanan.
  • Anak mulai memiliki keinginan untuk disukai dan diterima oleh teman sebaya.
  • Anak mulai menunjukkan sikap mandiri dalam keluarga.

Anak yang berusia 6 tahun mulai bisa mahir dalam menjaga hubungan dengan teman dan anggota keluarga. Selain itu, anak akan mencari rasa aman dan nyaman dari sebuah kedekatan, baik bersama dengan teman, saudara, maupun orangtua.

Sebagai bentuk perkembangan sosial di tahap awal pada anak usia 6-12 tahun, memasuki usia ini anak mulai senang berbagi. Anak umur 6 tahun sudah mulai mau berbagi makanan, mainan, atau benda-benda lainnya bersama dengan teman di sekolah atau saudara di rumah.

Meski begitu, Anda mungkin juga harus berhati-hati dengan pertengkaran yang terjadi antara anak dengan saudara atau bertengkar dengan teman sebayanya. Hanya saja Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena pada usia ini anak juga mudah sekali berbaikan kembali dengan saudara maupun teman.

Perkembangan kognitif anak usia 6 tahun

Perkembangan kognitif adalah perkembangan anak dalam kemampuan berpikir. Pada tahap awal perkembangan untuk anak usia 6-12 tahun ini, anak usia 6 tahun akan mengalami perkembangan kognitif yang ditandai dengan:

  • Anak sudah bisa memberi tahu Anda berapa usianya.
  • Anak sudah bisa berhitung dan sudah memahami konsep dari angka.
  • Anak mulai belajar untuk mengekspresikan dirinya melalui rangkaian kata atau kalimat.
  • Anak mulai mengerti hubungan antara sebab dan akibat.
  • Anak mulai belajar menulis dengan baik dan benar.
  • Anak mulai memahami konsep dasar dari waktu.
  • Anak perlahan mulai berpikir lebih realistis.

Salah satu tahap perkembangan anak usia 6 tahun ini juga ditandai dengan kemampuan anak untuk berkonsentrasi lebih lama. Tak hanya itu, anak juga mulai bisa berpikir lebih kompleks disertai rasa penasaran yang tinggi tentang dunia di sekitarnya.

Perkembangan bahasa usia 6 tahun

Perkembangan bahasa juga termasuk ke dalam salah satu tahap perkembangan anak yang dialami selama usia 6-12 tahun. Di usia ini, perkembangan bahasa ditandai dengan:

  • Anak mampu menjelaskan tentang acara televisi, film, cerita, atau berbagai kegiatan lain yang disukainya.
  • Anak sudah mulai bisa berbicara dengan tata bahasa yang benar, meski terkadang masih salah.
  • Anak sudah bisa mengeja namanya dengan baik.
  • Anak sudah bisa menulis beberapa huruf dan angka dengan tepat.
  • Anak sudah mampu membaca kata-kata yang sederhana.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, kemampuannya dalam berbahasa juga semakin meningkat. Anak semakin senang membaca, bahkan beberapa di antaranya menjadi gemar menulis cerita, khususnya tentang dirinya. Sebagai contoh, anak mungkin menceritakan kembali pengalaman liburannya melalui tulisan.

Dalam membaca, anak mungkin mulai menikmati waktunya membaca buku cerita dan menceritakannya kembali kepada orang lain. Setidaknya, pada usia ini anak bisa menangkap inti dari cerita yang sedang dibacanya.

  • Tahap perkembangan anak usia 7 tahun

Tahap perkembangan selanjutnya pada anak kelas usia 6-12 tahun adalah saat anak memasuki usia 7 tahun. Sama seperti tahapan perkembangan di usia 6 tahun, pada usia ini anak juga akan mengalami perkembangan fisik, emosi, sosial, kognitif, dan juga bahasa.

Perkembangan fisik usia 7 tahun

Menurut C. S. Mott Children’s Hospital, perkembangan fisik anak di usia ini ditandai dengan pertambahan tinggi sebanyak 6 cm dan berat badan 3 kg. Namun, tak hanya itu, gigi susu anak yang perlahan lepas juga mulai berganti dengan gigi permanen.

Selain itu, perkembangan fisik anak usia 7 tahun juga ditandai dengan hal-hal berikut:

  • Anak sudah mulai bisa mengendarai sepeda roda dua.
  • Anak bisa melakukan variasi gerakan saat sedang berdiri, misalnya berputar dan berbalik arah.
  • Anak menunjukkan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan rumah yang tergolong mudah, seperti menyapu lantai dan membersihkan tempat tidur.

Sedikit berbeda dengan perkembangan fisik yang terjadi pada usia 6 tahun, pada usia ini, perkembangan fisik yang dialami anak cenderung dalam bentuk penyempurnaan. Artinya, tidak banyak kemampuan fisik baru yang dimiliki anak, melainkan kemampuan fisik yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Perkembangan emosi usia 7 tahun

Tahap perkembangan emosi pada usia 7 tahun juga termasuk rangkaian perkembangan anak di usia 6-12 tahun. Perkembangan ini ditandai dengan:

  • Anak sudah bisa menjelaskan apa yang sedang dirasakan, misalnya, “Aku merasa sangat sedih karena aku ingin pergi ke luar rumah tapi tidak bisa melakukannya sekarang.”
  • Anak sudah bisa mengatur perasaannya lebih baik, khususnya di ruang publik seperti di keramaian.
  • Anak sudah bisa menenangkan dirinya sendiri, misalnya dengan menarik napas dalam-dalam saat sedang kesal atau marah.

Bisa dikatakan bahwa pada usia 7 tahun anak sudah lebih dewasa dalam mengatur perasaan yang dimilikinya, apalagi jika dibandingkan dengan saat ia masih belum duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Meski begitu, anak Anda mungkin sesekali masih sering tidak bisa menahan dirinya saat merasa sedih atau marah.

Walaupun sudah tumbuh menjadi anak yang lebih dewasa, bukan berarti beradaptasi menjadi hal yang mudah baginya. Anak Anda mungkin sudah bisa dengan adanya berbagai perubahan yang dihadapi saat berada di luar rumah. Akan tetapi, anak cenderung mendapatkan rasa aman dan nyaman saat masih bisa menjalani rutinitasnya selama di rumah.

Perkembangan sosial usia 7 tahun

Berikutnya, bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun adalah perkembangan sosial yang dialaminya di usia 7 tahun. Di usia ini, perkembangan sosial anak akan ditandai dengan:

  • Anak bersedia untuk berbagi hal-hal yang diketahuinya dengan teman sebaya.
  • Anak sudah bisa menghargai temannya saat sedang bermain bersama.
  • Anak menjadi lebih sensitif terhadap perasaan yang dimiliki oleh orang lain.
  • Anak bisa mengatasi rasa takut yang dimilikinya, meski rasa itu terkadang muncul kembali.
  • Anak sudah bisa menjalin persahabatan dengan teman sebaya meski hanya dengan teman sesama jenis.
  • Anak sudah mau bermain dengan teman-teman dalam jumlah yang lebih banyak, meski terkadang masih suka bermain sendiri.

Sebagai bagian dari perkembangan sosialnya, anak mulai lebih peduli terhadap apa yang dipikirkan oleh orang lain. Sayangnya, hal ini mungkin menjadi salah satu sisi buruk dari tahap perkembangan anak selama usia 6-12 tahun. Pasalnya, anak menjadi memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentangnya, sehingga anak mulai mudah merasa tertekan.

Sementara pada usia ini, anak juga mulai membentuk kedekatan dengan orang dewasa lain yang bukan orangtuanya. Sebagai contoh, anak mulai dekat dengan guru, kerabat, atau teman orangtuanya. Hal ini terjadi karena lingkup sosial anak juga mulai meluas.

Perkembangan kognitif usia 7 tahun

Perkembangan kognitif di usia 7 tahun ini juga bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun. Di usia ini, anak akan mengalami beberapa hal berikut:

  • Anak mulai memiliki pemahaman mengenai waktu dengan lebih baik. Ia mulai memahami detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya.
  • Anak sudah mulai memiliki kecenderungan mengenai gaya belajar yang disukainya.
  • Anak sudah bisa menyelesaikan persoalan matematika menggunakan bantuan benda.

Bagian dari tahap perkembangan anak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun ini juga ditandai dengan meningkatnya rasa penasaran anak terhadap dunia di sekelilingnya. Ya, anak memang sudah memiliki rasa penasaran ini sejak usia 6 tahun. Akan tetapi, rasa itu semakin menguat setiap harinya.

Anak mulai bertanya dan mencari tahu tentang berbagai hal yang ditemui dan dilihatnya. Tak segan, anak juga akan menceritakan apa yang diketahuinya kepada orang yang ditemuinya dengan sangat bangga. Bahkan, anak dengan senang hati membagi pengetahuan yang dimilikinya pada saudara yang lebih muda darinya.

Perkembangan bahasa usia 7 tahun

Pada usia 7 tahun, perkembangan bahasa anak juga semakin meningkat, misalnya:

  • Anak sudah mulai sering berbicara saat berada di dalam lingkungan yang membuatnya nyaman.
  • Anak sudah bisa melafalkan kata demi kata dengan tepat.
  • Anak sudah bisa membaca dengan baik, meski masih terbatas pada kata yang susah dieja.

Kemampuan anak dalam membaca memang akan terus meningkat di usia 7 tahun. Anak mungkin semakin suka membaca buku dengan cerita yang lebih kompleks. Anak juga akan semakin cepat saat membaca dan sudah bisa diajak berdiskusi mengenai isi buku yang dibacanya.

Bahkan, anak pada usia ini juga semakin lancar membuat tulisan yang lebih rumit dan menarik dalam bentuk esai maupun cerita. Untuk mendukung perkembangan bahasa anak, Anda bisa membantunya agar lebih suka membaca buku, misalnya dengan mengajaknya untuk membaca buku bersama-sama.

  • Tahap perkembangan anak usia 8 tahun

Pada usia 8 tahun, anak juga akan mengalami berbagai tahap perkembangan yang merupakan bagian dari perkembangan anak usia 6-12 tahun.

Perkembangan fisik usia 8 tahun

Sama seperti perkembangan fisik di usia sebelumnya, anak akan mengalami peningkatan tinggi dan berat badan. Tinggi badan anak akan bertambah hingga 6 cm, sementara berat badan anak akan meningkat 3 kg lebih berat dari tahun sebelumnya.

Selain itu, perkembangan fisik anak akan ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • Anak sudah benar-benar bisa menggunakan pakaian sendiri.
  • Kemampuan koordinasi fisik anak meningkat, sehingga ia bisa melompat, bermain lompat tali, atau main kejar-kejaran.
  • Meski gigi susu anak masih ada yang belum lepas, tapi gigi permanen sudah mulai tumbuh.
  • Kemampuan anak mengatur kekuatan ototnya semakin baik, sehingga kegiatan bermain alat musik atau menggunakan peralatan lainnya juga semakin mudah dan menyenangkan bagi anak.

Tahap perkembangan fisik anak di usia 8 tahun merupakan bagian dari perkembangan anak usia 6-12 tahun. Maka itu, selama anak usia sekolah, izinkan anak untuk bermain di luar rumah. Selain itu, ajak anak untuk aktif berkegiatan fisik seperti berolahraga dan lain sebagainya.

Perkembangan emosi usia 8 tahun

Bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun juga mencakup perkembangan emosi yang dialami anak pada usia ini. Beberapa tandanya adalah sebagai berikut.

  • Anak mulai membutuhkan privasi atau ruang untuk sendiri.
  • Anak makin butuh diberi kasih sayang melalui kontak fisik dari orangtua, meski terkadang anak justru risih jika disayang-sayang melalui cara tersebut.
  • Anak semakin mampu mengatasi perasaan stres, frustasi, dan rasa kecewa.

Pada usia ini, anak mungkin mulai bisa menutupi perasaan yang sesungguhnya atau dengan kata lain berpura-pura demi menjaga perasaan orang lain. Sebagai contoh, saat ditawari makanan di rumah teman, anak mungkin bilang makanan tersebut enak. Padahal, sesungguhnya anak tidak menyukai makanan tersebut.

Anak juga mulai memahami sebagian kecil dari identitas dirinya. Ia mulai memposisikan diri berdasarkan hal yang disukai, kemampuan yang dimiliki, teman-teman di sekelilingnya, hingga hubungannya dengan keluarga.

Tak jarang, pada bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun ini, anak juga mulai mengalami pergulatan batin, antara rasa percaya diri dan rasa ragu terhadap diri sendiri.

Perkembangan sosial usia 8 tahun

Ada pula perkembangan sosial pada usia 8 tahun sebagai bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun. Beberapa hal yang mungkin dialami anak adalah:

  • Anak merasa dirinya harus bisa diterima oleh teman-teman di sekelilingnya. Jika tidak, anak mungkin akan merasa amat tertekan.
  • Anak belajar bekerjasama dan saling berbagi dengan orang di sekitarnya.
  • Anak sudah mulai terbiasa bermain dengan lawan jenis.
  • Anak laki-laki di usia ini mulai suka permainan yang melibatkan kompetisi di dalamnya.
  • Anak mulai belajar antara benar dan salah akan suatu hal.

Sesuai dengan yang telah disebutkan, pada tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun, penerimaan oleh teman sebaya amatlah penting. Hal ini membuat anak semakin banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman.

Bahkan, tidak heran pada usia 8 tahun anak semakin senang pergi ke sekolah, karena ia akan bertemu dengan teman-temannya. Anak Anda mungkin juga sudah memiliki beberapa teman dekat. Oleh sebab itu, jika anak Anda menunjukkan gejala berbeda, misalnya takut pergi ke sekolah, Anda perlu mencari tahu apa penyebabnya.

Perkembangan kognitif usia 8 tahun

Tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun juga ditandai dengan adanya perkembangan kognitif pada usia 8 tahun. Di usia ini, perkembangan kognitif ditandai dengan:

  • Kemampuan anak berkonsentrasi semakin meningkat.
  • Kemampuan membaca anak juga semakin mengesankan, karena anak sudah mulai membaca karena ingin mengetahui isinya, bukan karena sedang belajar membaca.
  • Anak mulai mengetahui bahwa ada beberapa kata yang memiliki lebih dari satu makna.

Sebagai bagian dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun, perkembangan kognitif anak di usia 8 tahun ini juga ditandai dengan kemampuan berpikir anak yang mulai terpengaruh dengan perasaan yang dimilikinya. Saat itu, anak mungkin mulai kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah saat sedang merasa marah.

Perkembangan bahasa usia 8 tahun

Sementara itu, tahap perkembangan bahasa anak usia 6-12 tahun juga mencakup perkembangan yang dialami pada usia 8 tahun. Biasanya, pada usia ini, anak mulai memiliki semakin banyak kosakata yang sudah dipahami.

Bahkan, kosakata yang dimiliki anak pada usia ini diperkirakan mencapai 3000 kata dalam satu tahun. Jika anak Anda dibiasakan membaca, mungkin kosakata yang dimilikinya lebih dari angka tersebut.

  • Tahap perkembangan anak usia 9 tahun

Sebagai bagian dari usia sekolah, yaitu 6-12 tahun, anak usia 9 tahun juga mengalami variasi tahap perkembangan yang menarik. Beberapa di antaranya adalah berbagai perkembangan berikut.

Perkembangan fisik usia 9 tahun

Sama seperti tahap perkembangan fisik yang dialami anak usia sekolah lainnya, yaitu pada usia 6-12 tahun, tinggi dan berat badan anak pada usia ini juga akan meningkat. Tinggi anak meningkat hingga 6 cm dan berat badan anak bertambah hingga 3 kg.

Namun, tak hanya itu, perkembangan fisik di usia ini juga ditandai oleh beberapa hal berikut.

  • Meski masih belum bisa dikatakan remaja, pada usia ini anak mulai mengalami perkembangan fisik yang menjurus terhadap jenis kelamin masing-masing.
  • Tidak sedikit anak perempuan yang sudah mulai mengalami masa puber di usia ini.
  • Payudara anak perempuan mulai terbentuk.
  • Anak perempuan Anda mungkin ada yang sudah mengalami menstruasi pertamanya.
  • Masih sama seperti sebelumnya, gigi susu anak masih ada yang lepas dan gigi permanen sudah banyak yang tumbuh.

Ya, pada usia ini, anak perempuan mungkin sudah banyak yang mengalami pubertas. Bahkan, tubuhnya perlahan menunjukkan ciri-ciri pubertas pada anak perempuan. Akan tetapi, hal ini mungkin berbeda dengan yang terjadi pada anak laki-laki. Biasanya, pada usia ini, anak laki-laki belum menunjukkan tanda-tanda puber.

Selain ciri puber, anak yang berusia 9 tahun juga mulai menunjukkan ketertarikan pada olahraga tim seperti sepak bola, basket, dan permainan olahraga lainnya. Anak juga mungkin mulai bisa memahami apakah dirinya menyukai aktivitas fisik atau tidak.

Perkembangan emosi usia 9 tahun

Sementara itu, tahap perkembangan emosi anak usia 6-12 tahun juga mencakup perkembangan emosi di usia 9 tahun ini. Anak akan mengalami perkembangan emosi berupa:

  • Anak mulai melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri, meski terkadang masih mau mendengarkan orang lain.
  • Anak mulai menunjukkan sikap-sikap yang kurang sopan jika suatu hal terjadi tidak sesuai yang diharapkannya.
  • Anak mulai mencari rasa nyaman dari teman sebaya saat merasakan hal yang membuatnya merasa tidak nyaman, meski terkadang lebih suka mengatasinya sendiri.

Pada usia ini, sebagian besar anak akan memanfaatkan kebebasan yang dimilikinya untuk melatih sikap mandiri dari orangtua. Akan tetapi, anak masih akan mencari rasa aman dari orangtuanya. Anak mungkin sering mengalami perubahan suasana hati dalam waktu yang begitu cepat. Hal ini memang merupakan bagian dari tahap perkembangan emosi anak di usia sekolah, yaitu 6-12 tahun.

Perkembangan sosial usia 9 tahun

Sementara itu, tahap perkembangan anak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun, juga ditandai dengan berbagai hal yang dialami pada usia 9 tahun. Beberapa di antaranya adalah:

  • Anak mulai memahami sudut pandang yang dimiliki oleh orang lain.
  • Anak sudah bisa berkomunikasi dengan cara yang baik.
  • Anak bisa bekerjasama dengan orang lain untuk meraih tujuan bersama.

Di usia 9 tahun, tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun ini juga ditandai dengan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan anak bersama dengan temannya. Anak masih akan bermain dengan teman sesama jenis dan belum bisa benar-benar nyaman dengan teman lawan jenis.

Namun, anak mulai menikmati waktu bersama dengan teman dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, anak laki-laki cenderung lebih suka menghabiskan waktu bermain hal-hal yang melibatkan fisik. Sementara, anak perempuan memiliki kecenderungan untuk lebih suka permainan seperti board games dan sejenisnya.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa anak perempuan suka bermain di luar rumah juga, dan bukan berarti anak laki-laki tidak suka bermain board games.

Perkembangan kognitif usia 9 tahun

Usia 9 tahun termasuk bagian dari usia sekolah. Maka itu, tahap perkembangan kognitif yang dialami pada usia ini juga termasuk pada tahap perkembangan usia 6-12 tahun. Perkembangan kognitif yang dialami anak usia 9 tahun di antaranya:

  • Anak mulai memahami berbagai benda di sekelilingnya bisa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori.
  • Anak sudah bisa membaca kalimat yang terdiri dari 12 kata atau lebih.
  • Anak suka membuat perencanaan, misalnya merencanakan acara bermain dengan teman.
  • Anak sudah bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Pada bagian dari tahap perkembangan kognitif yang dialami oleh anak usia 6-12 tahun ini, anak sudah mulai bisa bekerjasama dalam mengerjakan tugas sekolah. Kegemaran anak juga mulai berganti-ganti, sehingga anak mungkin semakin tertarik dan ingin mempelajari banyak hal di sekolah.

Perkembangan bahasa usia 9 tahun

Tahap perkembangan bahasa dialami oleh anak usia 6-12 tahun, termasuk anak usia 9 tahun. Pada usia ini, perkembangan bahasa yang dialami anak biasanya:

  • Anak semakin sering dan semakin suka membaca buku.
  • Anak sering kali memiliki tujuan pembelajaran saat membaca buku, tapi tetap buku yang disukainya.
  • Anak sudah bisa berbicara layaknya orang dewasa.

Selain bisa berbicara dengan baik, bagian dari tahap perkembangan bahasa anak usia 6-12 tahun ini juga ditunjukkan dengan kemampuan menulis dan membaca anak yang semakin lihai. Anak mulai bisa menggunakan kosakata yang lebih spesifik atau khusus. Anda juga bisa mendukung perkembangan ini dengan memberikan semakin banyak buku bacaan yang bervariasi untuk anak.

  • Tahap perkembangan usia 10 tahun

Tahap perkembangan di usia 10 tahun merupakan bagian dari perkembangan anak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun. Di usia ini, anak akan mengalami berbagai perkembangan dari beberapa aspek. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Perkembangan fisik usia 10 tahun

Bagian dari tahap perkembangan fisik anak usia 6-12 tahun ini sudah mulai meningkat. Artinya, pada usia ini, perkembangan yang dialami anak perempuan dan laki-laki mulai berbeda. Hal ini disebabkan anak usia 10 tahun sudah memasuki masa puber.

Anak perempuan biasanya akan mengalami pertumbuhan payudara beserta pertumbuhan rambut pada beberapa bagian tubuhnya. Tak hanya itu, anak perempuan yang belum mengalami menstruasi pertamanya, mungkin akan mengalaminya pada usia ini.

Sementara itu, pada anak laki-laki, tanda pubertas pada tubuhnya mulai terlihat. Ia mungkin mengalami pertumbuhan testis dan penis pada usia ini. Lalu, sama halnya dengan anak perempuan, mulai tumbuh rambut pada beberapa bagian tubuhnya.

Di usia ini, baik anak perempuan maupun laki-laki mungkin mulai sering berkeringat hingga menimbulkan bau badan pada anak dan kulitnya pun mulai berminyak.

Perkembangan emosi usia 10 tahun

Sementara itu, bagian dari perkembangan emosi anak usia 6-12 tahun juga ditunjukkan dengan perkembangan emosi di usia 10 tahun yang ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • Anak mulai mencontoh sikap orang dewasa yang dikaguminya.
  • Anak mulai menerima dan mungkin mengikuti prinsip dan kepercayaan yang dimiliki keluarganya.
  • Anak mulai merasa terganggu dengan orang dewasa yang memberlakukan berbagai aturan untuknya, termasuk kedua orangtua.

Ya, menghadapi anak yang sedang mengalami perkembangan emosi di usia 10 tahun mungkin tidak mudah. Bagi anak perempuan yang sudah mengalami perkembangan fisik yang lebih pesat dibanding anak laki-laki, hal tersebut rupanya memberikan pengaruh terhadap perkembangan emosinya.

Meski begitu, bukan berarti emosi anak sudah bisa dikatakan stabil. Pasalnya, bagian dari perkembangan emosi anak usia 6-12 tahun ini juga menunjukkan anak masih cukup sering mengalami perubahan suasana hati karena stres. Salah satu penyebab stres bisa saja berasal dari sekolah.

Perkembangan sosial usia 10 tahun

Pada usia 10 tahun, bagian dari tahap perkembangan sosial anak usia 6-12 tahun ini biasanya ditandai dengan:

  • Anak semakin senang menghabiskan waktu bersama dengan teman dibanding dengan orangtua.
  • Anak mulai menunjukkan rasa tertarik dan penasaran terhadap lawan jenis.
  • Anak mengagumi kedua orangtuanya sehingga selalu mendengarkan apa yang disampaikan oleh kedua orangtua. Meski begitu, ada beberapa anak yang justru bersikap sebaliknya.

Pada usia 10 tahun, anak perempuan dan laki-laki memiliki sikap berbeda dalam berhubungan sosial dengan teman. Anak perempuan cenderung posesif terhadap teman dan mudah merasa cemburu jika teman lebih dekat dengan yang lain.

Sementara itu, anak laki-laki justru lebih santai dalam menjalin hubungan pertemanan. Biasanya, anak laki-laki dekat dengan teman yang memiliki kesukaan yang sama, bukan karena kedekatan secara personal.

Perkembangan kognitif anak usia 10 tahun

Anak usia 10 tahun juga mengalami bagian dari tahap perkembangan kognitif anak 6-12 tahun, misalnya sebagai berikut.

  • Anak mulai mengetahui waktu dan bisa menyebutkan tanggal dengan lengkap.
  • Anak sudah bisa membaca sebuah paragraf dengan kalimat-kalimat kompleks.
  • Anak bisa membaca buku yang terdiri dari beberapa subbab.
  • Anak sudah bisa mengerjakan pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan baik.
  • Anak sudah bisa menulis cerita sederhana.

Pada usia 10 tahun, biasanya anak telah duduk di bangku kelas 5 SD. Dalam mengerjakan persoalan Matematika, anak biasanya sudah mampu mengerjakan soal-soal yang sulit. Bahkan, anak mungkin sudah mampu menggunakan logikanya dalam mengerjakan soal-soal tersebut.

Sementara itu, pada mata pelajaran seperti sejarah dan ilmu sosial lainnya, anak sudah mampu menggunakan berbagai sumber untuk mendukung proses belajarnya. Sebagai contoh, anak mencari buku tentang sejarah di perpustakaan atau browsing di Internet mengenai suatu topik tertentu.

Perkembangan bahasa usia 10 tahun

Bagian tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun berikutnya adalah perkembangan bahasa yang dialami anak di umur 10 tahun. Di usia ini, ada beberapa hal yang dialami anak, termasuk berikut ini.

  • Anak menjadi suka membaca. Bahkan, anak mungkin sudah memiliki buku-buku tertentu yang disukainya.
  • Anak bisa berbicara dengan orang dengan usia yang berbeda-beda.
  • Pola berbicara anak sudah seperti pola bicara orang dewasa.

Sebagai bagian dari tahap perkembangan bahasa anak usia 6-12 tahun, pada usia ini anak menjadi semakin suka membaca buku yang lebih tebal.

Anak juga mulai mempelajari konsep seperti metafora atau perumpamaan-perumpamaan. Bahkan, setelah membaca buku, anak sudah bisa menyampaikan pendapat hingga kritik membangun terhadap buku yang dibacanya.

  • Tahap perkembangan anak usia 11 tahun

Berikutnya, Anda memasuki bagian selanjutnya dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun, yaitu perkembangan di usia 11 tahun.

Perkembangan fisik usia 11 tahun

Tahap perkembangan fisik anak usia 6-12 tahun juga mencakup perkembangan yang dialaminya pada usia 11 tahun. Sama halnya dengan perkembangan fisik yang dialami anak di usia sebelumnya, anak juga akan mengalami perkembangan fisik yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Perubahan yang mungkin cukup mencolok dialami oleh anak laki-laki adalah ukuran otot yang membesar, suara yang berubah menjadi semakin berat, rambut dan kulit yang semakin berminyak, serta pertumbuhan rambut di beberapa area tubuh.

Sementara itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anak perempuan akan mengalami pertumbuhan payudara dan mungkin mengalami menstruasi pertamanya. Namun, pada bagian tahap perkembangan anak usia sekolah, yaitu 6-12 tahun ini, anak laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kebutuhan makan dan tidur yang semakin meningkat.

Perkembangan emosi usia 11 tahun

Di usia 11 tahun, anak juga mengalami bagian dari tahap perkembangan emosi anak usia 6-12 tahun, yaitu sebagai berikut:

  • Anak semakin ahli dalam mengambil keputusan.
  • Anak mulai tidak nyaman dengan peraturan yang diberikan untuknya dan mulai mempertanyakan mengapa orang dewasa memiliki hak untuk mengatur dirinya.
  • Anak mulai tidak nyaman dengan perhatian melalui sentuhan fisik yang diberikan oleh orangtua.

Memasuki usia 11 tahun, perubahan emosi anak semakin sering terjadi. Apalagi saat anak mulai mengalami pubertas, perasaan senang berganti sendu dan sebaliknya pun bukan hal yang awam lagi bagi anak.

Perkembangan sosial usia 11 tahun

Bagian berikutnya dari tahap perkembangan anak usia 6-12 tahun adalah perkembangan sosial yang dialaminya saat usia 11 tahun, termasuk:

  • Anak mungkin mulai membentuk grup pertemanan atau geng dengan teman-temannya.
  • Anak lebih tertarik dengan teman-temannya dan mulai tak peduli dengan keluarganya.
  • Anak merasa identitasnya ditunjukkan melalui bentuk rambut, pakaian yang dikenakan, kegiatan yang disukai, dan teman-teman dekatnya.

Mungkin, pada rangkaian tahap perkembangan sosial anak usia 6-12 tahun sebelumnya, anak sudah mulai merasa bahwa teman lebih penting dari keluarga. Namun, pada usia ini, rasa tersebut menguat. Bahkan, ia merasa geng atau grup pertemanan itu adalah bagian terpenting dari hidupnya, hal yang mendefinisikan siapa dirinya.

Tak heran jika beberapa anak mulai merasa adanya tekanan dari teman sepergaulannya demi bisa diterima dalam sebuah grup pertemanan.

Perkembangan kognitif usia 11 tahun

Anak yang sudah mulai bisa berpikir lebih realistis merupakan bagian dari tahap perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun yang dialami saat usianya menginjak 11 tahun. Saat itu, anak mulai memahami bahwa apa yang dilakukannya saat ini memiliki efek jangka panjang.

Selain itu, pada usia ini, anak mulai menyadari ada banyak sudut pandang yang bisa digunakan untuk melihat suatu informasi. Di samping itu, anak mulai memahami tidak semua hal bisa dikelompokkan sebagai hitam dan putih.

Perkembangan bahasa usia 11 tahun

Tahap perkembangan bahasa anak usia 6-12 tahun juga masih dialami saat usia 11 tahun. Pada usia ini, masalah bahasa dan berbicara yang dimiliki anak di usia sebelumnya mungkin sudah teratasi dengan baik. Jika masalah tersebut masih belum bisa dibenarkan, Anda mungkin perlu membantu anak untuk mengatasi masalah bahasa ini. Pasalnya, hal ini bisa jadi termasuk bagian dari gangguan tumbuh kembang anak.

  • Tahap perkembangan anak usia 12 tahun

Kini anak Anda telah memasuki tahap akhir dari perkembangan anak usia sekolah, yaitu usia 6-12 tahun. Pada usia 12 tahun, beberapa perkembangan yang dialami anak adalah sebagai berikut.

Perkembangan fisik usia 12 tahun

Masih sama dengan perkembangan fisik yang dialami oleh anak di usia 11 tahun, perkembangan fisik yang dialami anak pada usia ini erat kaitannya dengan masa puber.

Anak perempuan masih mengalami pertumbuhan payudara dan rambut di beberapa area tubuh. Sementara, anak laki-laki juga mengalami hal yang sama, meskipun pada laki-laki, pertumbuhan terjadi pada testis dan penis.

Selain itu, anak laki-laki dan perempuan menjadi lebih mudah berkeringat, dan lebih membutuhkan waktu tidur dan makan lebih banyak dari biasanya.

Perkembangan emosi usia 12 tahun

Bagian akhir dari tahap perkembangan emosi anak usia 6-12 tahun ini ditandai oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Anak mulai melakukan perlawanan terhadap aturan yang diberikan padanya.
  • Anak masih kerap berusaha mandiri dan melepaskan diri dari pengaruh orangtua, meski masih sering membutuhkan dukungan dari kedua orangtuanya.
  • Anak mulai mempertanyakan nilai-nilai yang diangkat di dalam keluarga, sedangkan ia sendiri mulai membentuk moral personal.

Perkembangan sosial usia 12 tahun

Pada usia 12 tahun, anak mengalami bagian akhir dari tahap perkembangan sosial anak usia 6-12 tahun yang ditandai dengan:

  • Anak mulai menunjukkan rasa pedulinya terhadap penerimaan orang lain terhadap dirinya.
  • Anak mulai menunjukkan rasa tertarik pada lawan jenis.
  • Anak bisa lebih memahami sudut pandang yang dimiliki orang lain terhadap suatu hal.

Mengingat pada usia ini anak mulai menunjukkan rasa tertarik pada lawan jenis, jangan kaget jika anak Anda yang duduk di bangku SD mungkin mengaku menjalin hubungan pacaran dengan teman sebayanya. Anda perlu memberitahu kepada anak mengenai baik buruknya pacaran di usia yang masih amat dini.

Perkembangan kognitif usia 12 tahun

Perkembangan berpikir yang dialami anak saat usia 12 tahun merupakan bagian akhir dari tahap perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun. Di usia ini, anak sudah mulai ahli dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Meski begitu, anak mungkin masih sering impulsif atau tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu dan masih belum mampu mengatur sesuatu dengan baik.

Perkembangan bahasa usia 12 tahun

Di usianya yang memasuki 12 tahun, anak akan sudah sangat baik dalam berbahasa dan berkomunikasi. Bahkan, kemampuannya sudah seperti orang dewasa. Anak sudah bisa memahami idiom, dan berbagai makna selain makna literal dari sebuah kata.

The post Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of