Peristiwa

Survei LSI: Jokowi Dapat Efek Positif dari Ajang Asian Games 2018

googleberita

Googleberita.com, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei terhadap isu-isu yang berdampak pada kandidat calon presiden 2019. Salah satu hasilnya, usai perhelatan Asian Games 2018 masyarakat makin menyukai figur Jokowi. LSI memaparkan hampir 85,1% mengetahui adanya Asian Games dan mayoritas masyarakat suka.

“85,1% masyarakat mendengar dan mengetahui Asian Games, dan ini adalah angka yang tinggi. Mayoritas mutlak 96,5% suka terhadap Asian Games, 88,7% menyatakan sukses atau apresiasi penyelenggaraan Asian Games, jadi event Asian Games sangat populer,” kata tim riset LSI Denny JA Ardian Sopa di kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (27/9/2018).

Selain itu, tokoh yang dinilai paling berperan di balik suksesnya Asian Games adalah Joko Widodo atau Jokowi (44,3%). Kedua, Ketua Inasgoc Erick Tohir (20,0%) karena membuat Asian Games populer dan disukai publik.

Kemudian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian (9,1%) yang memberikan rasa aman untuk ribuan atlet mancanegara dan warga selama berlangsungnya Asian Games. Ajang ini pun meningkatkan dukungan terhadap Jokowi yang akan maju di Pilpres 2019.

“34,4% lebih mendukung, lebih tidak mendukung hanya 2,1%, sama saja 41,8% dan tidak menjawab sebanyak 19,7%,” jelas Ardian.

Tidak hanya Asian Games, penanganan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat juga membuat harum nama Jokowi. Sebab, mayoritas masyarakat Indonesia menyoroti bencana tersebut.

“84,8% masyarakat Indonesia mengetahui gempa Lombok, mengetahui kunjungan Jokowi ke Lombok 67,9%, disukainya kunjungan Jokowi ke lombok 94,5%,” kata Ardian.

Selepas itu, sebanyak 48,4% masyarakat makin mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. 1,6% tidak mendukung. Sisanya 39% sama saja dan tidak menjawab.

“Kunjungan Jokowi ke lombok meningkatkan sentimen positif,” ucap Ardian.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Nilai Tukar Dolar

Sementara, naiknya kurs dolar menurunkan dukungan terhadap Jokowi dan Ma’ruf Amin. Ardian mengatakan, 54,2% masyarakat menyatakan pernah mendengar dan mengetahui naiknya nilai dolar tersebut.

“Jadi setengah masyrakat mengetahui. Kemudian 84,3% masyarakat tidak menyukai naiknya nilai tukar dolar mencapai Rp 15 ribu. 83,3% khawatir dengan kondisi perekonomian memburuk jika dolar terus naik,” papar dia.

Menurut responden, tokoh yang paling bertanggung jawab naiknya dolar adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani 39,2%, kemudian Jokowi 29% dan Menko Perekonomian Darmin Nasution 10.7%.

“Jadi tiga orang ini paling bertanggung jawab. Efeknya tidak mendukung Jokowi 20,9%, 14% mendukung dan 50% menyatakan sama saja,” tegas Ardian.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden 1.200 orang dengan wawancara tatap muka dan kuesioner. Margin of error 2.9%. Pengumpulan data dilakukan pada 14-22 September 2018.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of