Lifestyle

Sperma Berwarna Kuning, Apakah Masih Normal dan Subur?

googleberita

Sperma yang sehat dan subur dapat ditandai dari bentuk, banyaknya, serta kemampuan geraknya. Warnanya pun putih cerah atau keabuan. Ketika warna sperma tiba-tiba menjadi kuning, hal ini tentu bikin Anda khawatir. Sperma berwarna kuning bisa saja normal, tapi mungkin juga menandakan penyakit pada beberapa kasus.

Penyebab sperma berubah warna

Sperma keluar melalui penis bersama cairan pekat yang disebut semen, atau disebut juga air mani. Warna sperma akan berubah karena ada perubahan pada air mani dan jutaan sel sperma yang ada di dalamnya. 

Ada banyak faktor yang bisa membuat air mani berubah warna. Pola makan contohnya, dapat mengubah warna sperma menjadi kehijauan. Sementara itu, gangguan prostat atau operasi bisa mengubah warna sperma menjadi merah muda hingga cokelat.

Apabila Anda memproduksi sperma berwarna kuning, terdapat lima kemungkinan penyebabnya. Di antaranya yaitu:

1. Pola makan

Makanan kaya kandungan sulfur seperti bawang putih dan bawang bombai dapat mengubah warna sperma menjadi kuning. Begitu pun jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna kuning atau minum alkohol.

2. Air mani tercampur urine

Urine dan air mani sama-sama keluar dari saluran uretra. Sisa air mani bisa tertinggal dalam uretra dan bercampur dengan air mani sehingga warnanya menjadi kuning.

3. Penyakit kuning (jaundice)

Proses perombakan sel darah merah menghasilkan pigmen bilirubin. Penumpukan bilirubin dalam tubuh akan membuat kulit, bagian putih mata, kuku, hingga sperma berwarna kuning.

4. Infeksi prostat

Bakteri pada saluran kemih dapat berpindah menuju kelenjar prostat dan menyebabkan infeksi. Infeksi lantas mengubah warna air mani menjadi kuning atau kehijauan.

5. Leukocytospermia

Kondisi ini terjadi akibat tingginya jumlah sel darah putih dalam air mani. Jika tidak ditangani, leukocytospermia bisa merusak sperma dan menurunkan kualitasnya.

Apakah sperma berwarna kuning artinya tidak subur?

Warna kuning pada air mani tidak serta-merta menandakan bahwa sperma tidak subur. Jika Anda berejakulasi tidak lama setelah buang air kecil, Anda pun berkemungkinan mengalami kondisi yang sama karena air mani bercampur dengan urine.

Meski demikian, Anda perlu waspada apabila warna kuning pada semen disebabkan oleh leukocytospermia. Pasalnya, keberadaan sel darah putih dalam semen dapat melemahkan, bahkan merusak sperma.

Sperma yang rusak tentu tidak bisa membuahi sel telur sebaik sperma yang sehat. Akibatnya, tingkat kesuburan pun terus menurun. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini lambat laun dapat membuat seorang pria menjadi mandul.

Sayangnya, tidak semua penderita leukocytospermia mengalami gejala yang spesifik, seperti sperma berwarna kuning. Penyakit ini bisa muncul tanpa gejala awal sehingga Anda perlu lebih waspada jika memiliki faktor-faktor yang meningkatkan risikonya.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Infeksi, peradangan, atau pembengkakan pada organ-organ reproduksi
  • Adanya penyakit autoimun sehingga sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat
  • Penyakit varicocele, atau pelebaran pada pembuluh darah testis
  • Penyakit herpes, gonorrhea, atau klamidia
  • Terdapat penyempitan uretra
  • Ejakulasi yang tidak rutin
  • Konsumsi alkohol, narkoba, dan kebiasaan merokok

Sperma berwarna kuning bisa menandakan berbagai hal. Mulai dari kondisi umum seperti pola makan dan urine yang bercampur dengan semen hingga penyakit seperti leukocytospermia.

Bila perubahan warna sperma terasa mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan guna menentukan penyebab perubahan warna air mani serta cara mengatasinya.

The post Sperma Berwarna Kuning, Apakah Masih Normal dan Subur? appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of