Politik

Sowan ke Pesantren Al-Fatich, Cak Machfud Semprotkan Cairan Disinfektan untuk Cegah Corona

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Kapolda Jawa Timur Machfud Arifin berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Fatich yang berlokasi di Kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Machfud tidak hadir sendiri, dia membawa pasukan khusus untuk melakukan misi kemanusiaan menyemprot cairan disinfektan ke setiap sudut pondok pesantren tersebut. “Kehadiran saya bersama teman-teman untuk melakukan penyemprotan disinfektan di Ponpes Al-Fatich ini,” ujar Machfud Arifin.

Machfud Arifin mengatakan, apa yang dilakukannya bukan semata-mata untuk mencari simpati atau meminta dukungan dari pemilik pesantren. “Ini murni saya ingin membantu pondok pesantren dalam melawan Corona, tidak ada maksud yang lain,” ungkap Machfud Arifin.

Ia berharap, dengan disemprotkannya cairan disinfektan di lingkungan pesantren, bisa membuat anak-anak sekaligus pengurus serta pengasuh aman dari bahaya Corona. “Semoga setelah disemprotkan disinfektan, anak-anak bisa aman dari bahaya Corona,” jelas Machfud.

Baca Juga:

  • Alim Markus Harap Cak MA Jadi Wali Kota Surabaya
  • PKB Apresiasi Kebiasaan Machfud Arifin Rajin Sapa Warga
  • Saat Pembatasan Interaksi Sosial karena Wabah, Cak Machfud Ajak Masyarakat Lakukan Kegiatan Positif
  • Basmi Corona, Cak Machfud Terjunkan Tim Penyemprot Disinfektan
  • Masih Terkena Masalah Banjir, Warga Tembok Dukuh Yakin Cak Machfud Mampu Atasi

Sebagaimana diketahui, pandemi Coronavirus Diseae 2019 atau Covid 2019 telah mewabah ke seluruh dunia termasuk di Indonesia, hari ini 1155 warga Indonesia terkonfirmasi positif Corona, 994 dalam perawatan, 59 sembuh dan 102 tercatat meninggal dunia.

Untuk Surabaya sendiri, jumlah kasus virus corona mencapai 77 orang terkonfirmasi positif, 4.568 orang dalam pemantauan, 307 pasien dalam pemantauan, 8 sembuh dan 4 meninggal dunia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah mengonfirmasi penambahan 11 orang penderita yang terkonfirmasi positif Corona, menurut keterangan, 7 dari 11 orang yang terpapar berada di Surabaya. Ini menunjukkan bahwa Surabaya merupakan kota dengan jumlah penderita terbanyak diantara kota lainnya di Jawa Timur.

Sampai hari ini, belum ada upaya yang signifikan dari Pemerintah Kota Surabaya, masyarakat mengeluhkan belum adanya tindakan konkret pemkot untuk pencegahan di tiap daerah di Surabaya. [hen/suf]