Politik

Soal Dukungan Parpol, Dekan FH Unej: Saya Orang Udik

googleberita

Jember (beritajatim.com) – Terpilih dalam sepuluh besar nominator calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi tidak membebani Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron. Saat ini Ghufron tinggal menjalani tahap akhir pemilihan oleh anggota DPR RI.

“Saya santai saja. Saya masih di Jember. Saya kan orang daerah. Biasalah orang udik,” katanya saat ditanya beritajatim.com soal partai politik mana saja yang mendukungnya, Selasa (3/9/2019).

Ghufron mengatakan, parpol adalah agregasi kepentingan. “Kepentingan yang dimaksud bukan kepentingan jangka pendek, hanya perut maupun uang. Parpol itu mengagregasi kepentingan-kepentingan bangsa,” katanya. Ia siap menyampaikan platform dan program pemberantasan korupsi ke depan di hadapan parlemen.

Ghufron percaya partai yang memiliki visi dan misi sama akan mendukung. “KPK ini mau berkomitmen pada empat tahun ke depan pada core pemberanatasan , pencegahan, atau penataan sistemkah, itu akan saya sampaikan. Kalau sesuai, dia (parpol) akan mendukung,” katanya.

Bagaimana dengan anggapan publik bahwa partai politik identik dengan korupsi? Ghufron menyatakan, anggapan bahwa partai politik sarang korupsi adalah stereotipe. “Kalau kita membenarkan itu semua, kapan parpol akan berubah? Saya terus terang tak akan alergi, trauma, atau pun jijik dan risih kepada parpol, sepanjang kita tarik koridor bahwa parpol adalah agregasi kepentingan bangsa, kepentingan NKRI,” katanya.

Baca Juga:

  • KPK OTT Kepala Daerah di Kepri, Sita Uang 6 Ribu Dolar Singapura
  • Petinggi FBI Temui Pimpinan KPK
  • Ternyata Selama Ini KPK Dibantu FBI
  • KPK Temukan Uang Rp 3,5 Miliar, USD 33.200, dan SGD 134. 711

Ghufron akan mengajak semua elemen, termasuk partai politik, untuk memerangi korupsi. Dia tak akan melibatkan diri dalam praktik politik yang kotor. “Kalau kita begitu terus, ngapain saya masuk? Lebih enak tidur di rumah daripada nyemplung ke situ hanya melumuri tangan saya dengan kekotoran,” katanya. [wir/but]