LifestyleUncategorized

Siswa SMP Banting Tulang: Rawat Ayahnya yg Gila & Nenek Tua

Siswa SMP banting tulang, demi merawat Ayahnya yang gila, dan neneknya yang sudah sangat tua.

Siswa SMP bernama Idris menjadi tulang punggung keluarganya.

Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Seorang pelajar SMP, bernama Idris yang masih berusia 15 tahun, harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.
Kemiskinan yang memaksa pelajar ini menjadi kepala rumah tangga, karena neneknya sudah sangat tua dan sakit-sakitan, sedangkan bapaknya mengalami gangguan jiwa.

Idris siswa SMP yang bekerja seusai pulang sekolah

Saat ini Idris duduk di bangku kelas dua SMP asal Dusun Batu Lanteang, Desa Pattopakang, Kecamatan Mangngarabombang, Takalar.
Sehari-hari Idris tinggal bersama neneknya, bernama Sedo yang berumur 78 tahun. Ayahnya, bernama Mallu, berusia 43 tahun yang mengalami gangguan jiwa. Situasi ini mengharuskan Idris untuk banting tulang setelah pulang sekolah.
“Saya harus kerja, kalau tidak siapa yang akan biayai, saya punya nenek dan bapak yang sakit,” kata Idris.

Setiap hari, Idris harus bekerja serabutan demi menjaga asap dapur rumah agar tetap mengepul.
Upah yang ia dapat sebagian disimpan untuk keperluan sekolahnya sendiri. Sebagian lagi, ia gunakan untuk merawat nenek dan juga bapaknya.
“Saya kerja sembarangan, kalau ada warga yang minta bantuan. Perkerjaan saya bantu, kadang hanya dikasih makan. Syukur-syukur kalau ada yang mau kasih saya uang.” cerita Idris.

Bekerja serabutan, untuk mendapatkan uang membiayai ayah dan neneknya

Tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga dengan kerja serabutan. Idris juga harus merawat nenek dan bapaknya. Dulu, neneknya adalah petani penggarap sawah milik warga yang sudah sangat tua, sakit-sakitan dan tidak mampu bekerja lagi.
Bapaknya mengalami gangguan jiwa setelah kecelakaan kerja yang dialaminya pada tahun 2011.
“Cuma dia saja yang kerja cari uang, karena neneknya sudah tidak bisa jalan lagi. Bapaknya cuma duduk termenung karena gila,” kata Ridwan Tate, tetangga Idris.

Ibu kandung Idris pergi meninggalkan Idris, dan bapaknya yang mengalami gangguan jiwa dengan membawa 2 orang saudara Idris.
“Saya punya 2 orang saudara, tapi dibawa sama ibu saya dan sekarang ibu saya sudah bersuami lagi.” kata Idris.

Meskipun pelajar SMP ini mengalami kehidupan yang sangat pahit, namun hal ini harus dia jalani. Idris hanya berharap agar sanggup terus bekerja, supaya dirinya mampu untuk sekolah ke jenjang perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan saya masih bisa kerja terus, untuk bisa sekolah dan kuliah. Karena kata orang, cuma sarjana saja yang bisa bekerja di kantor-kantor,” kata Idris dengan lugu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of