Politik

Sidak Peredaran Rokok Ilegal, Bupati Mojokerto Sosialisasi ke Pedagang Pasar

beritajatim.com Sidak Peredaran Rokok Ilegal, Bupati Mojokerto Sosialisasi ke Pedagang PasarMisti Prihatini



Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar inspeksi mendadak (sidak) peredaran rokok ilegal di kios-kios pedagang Pasar Tradisional Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/11/2021). Para pedagang rokok pun diberikan sosialisasi terkait ciri-ciri rokok ilegal.

Seperti rokok polos tanpa pita cukai pada kemasan, pita cukainya palsu (pita cukai asli cetakannya tajam, pita cukai asli kertasnya tidak berpendar jika disinari UV, hologram terlihat berdimensi jika dilihat dari sudut berbeda), rokok dengan pita cukai bekas (ada lipatan, sobekan atau bekas lem tambahan).

Serta rokok dengan pita cukai berbeda atau salah personalisasi atau salah peruntukan (bandingkan nama produsen rokok di bagian bawah atau samping kemasan rokok, dengan kepemilikan pita cukai yang dapat dilihat dari kode personalisasi pada pita cukai).

Baca Juga:

  • 500 Pedagang dan Pembeli di Pasar Tradisional Mojokerto Terima Vaksin Covid-19
  • Lahan Masih Milik Warga, Tim Penggalian Arkeologi BPCB Jatim Berharap Pemkab Mojokerto Bebaskan Lahan Situs Kumitir
  • Ini Harapan Pemkab Mojokerto di Usia 726 tahun
  • Ini Pesan Wabup Mojokerto dalam Pelatihan Peningkatan Aparatur Pemerintah Desa
  • Bupati Mojokerto: Pajak dari Masyarakat untuk Masyarakat

Sidak digelar Pemkab Mojokerto bersama Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo, Pantjoro Agoeng. Kegiatan tersebut merupakan usaha Pemkab Mojokerto di bidang penegakan hukum cukai. Dari hasil sidak, tidak ditemukan satupun pelanggaran rokok ilegal.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, peredaran rokok ilegal harus dihentikan karena berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Apabila ditinjau dari segi perekonomian, rokok ilegal merugikan penerimaan pendapatan negara karena berusaha mengakali untuk menghindari pungutan cukai resmi.

“Rokok ilegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan peringatan kesehatan bergambar sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat. Jika peredaran rokok ilegal dapat dicegah, pendapatan negara melalui cukai dapat meningkat,” katanya.

Sehingga, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan program kesehatan yang bersifat promotif dan preventif untuk mengatasi dampak akibat merokok. Pesan-pesan tersebut juga disampaikan kembali oleh Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto kepada para pedagang rokok yang disidak.

“Rokok ilegal jelas merugikan negara dari sisi penerimaan pendapatan, tentunya juga dari sisi kesehatan jika melihat faktor risikonya. Menggempur rokok ilegal adalah tugas kita bersama. Harus ada kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah juga penegak hukum,” pesannya. [tin/kun]





The post Sidak Peredaran Rokok Ilegal, Bupati Mojokerto Sosialisasi ke Pedagang Pasar first appeared on beritajatim.com.