Politik

SE Penggunaan Kendaraan Listrik, Langkah Cerdas Jatim Demi Energi Ramah Lingkungan

SE Penggunaan Kendaraan Listrik, Langkah Cerdas Jatim Demi Energi Ramah Lingkungan.

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 671/85/124.3/2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan Kompor Induksi di Jawa Timur.

SE ini merupakan dukungan konkret Pemprov Jatim terhadap Perpres 55 tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan.

Khofifah berharap, SE ini akan memacu semangat bersama dalam upaya peningkatan ketahanan energi di sektor transportasi terjadi percepatan. Sehingga, akan terwujud energi yang ramah lingkungan, kualitas udara bersih serta komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca.

Di sisi lain, penggunaan KLBB dan kompor induksi ini akan berdampak pada penguatan ekonomi nasional melalui pengurangan impor, subsidi BBM serta penghematan devisa negara. “Melalui SE ini, kami mengimbau mulai dari pemerintah kabupaten/kota, pengelola restoran, hotel, apartemen, rumah susun, serta masyarakat segera bertransformasi ke KLBB dan kompor induksi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Baca Juga:

  • Emil Dardak: Malang Raya Bakal Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kawasan Selatan
  • Wagub Emil Optimistis Merit Sistem Wujudkan Birokrasi Pemprov Jatim Kelas Dunia
  • Pemprov Jatim Restui Perbup APBD Jember 2020
  • Pemkab Kediri Raih WTP LKPD Tiga Tahun Berturut-Turut
  • Tinjau Exit Tol Ngawi, Kapolda Jatim: Masyarakat Sudah Tertib

Terkait penggunaan kendaraan listrik ini, Khofifah menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, Pemprov Jatim dan PLN terus berkolaborasi menyiapkan infrastruktur yang memadai. Antara lain Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Home Charging Station.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Lasiran menuturkan, saat ini pembangunan infrastruktur SPKLU telah tersebar di beberapa titik mulai dari Madiun hingga Banyuwangi. Total sementara sebanyak tujuh SPKLU dan dalam waktu dekat, PLN akan mengoperasikan empat unit lagi.

Selain itu, PLN juga meluncurkan program stimulus untuk memberikan kemudahan bagi pengguna kompor induksi yakni program nyaman kompor induksi, tambah daya hingga 11.000 VA melalui aplikasi PLN Mobile dengan hanya membayar Rp 150 ribu.

“PLN juga memiliki program stimulus untuk memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan listrik, khususnya mobil listrik. Yakni, promo Super Everyday bagi pelanggan yang ingin malakukan penyambungan baru (PB) untuk pengisian daya dirumah atau home charging,” tutur Lasiran.

Oni Setiawan, Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan bauran energi di Jatim. Langkah ini guna mengurangi penggunaan energi fosil, sekaligus bagian dari nationally determined contributions (NDC) Indonesia dalam menekan emisi karbon.

Dari sisi kebijakan, komitmen itu dengan membentuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6/2019 soal bauran energi di Jatim. Ada juga Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

Pada regulasi itu, bauran energi sektor energi terbarukan ditargetkan 17,09 persen pada 2025 dan 19,56 persen pada 2050. Kendati sampai 2020, bauran energi terbarukan di Jatim baru 3,28 persen.

Sejalan dengan target itu, penggunaan energi fosil seperti batubara dan minyak bumi diproyeksikan turun. Dari 58 persen pada 2020 jadi 44,7 persen pada 2025 dan 21,7 persen pada 2050. “Karena kebetulan, kita (Jatim) memiliki potensi cukup besar. Mulai dari air, angin, hingga panas bumi,” katanya.

Oni bilang, potensi energi terbarukan untuk sektor ketenagalistrikan di Jatim mencapai 25.242 MW dengan dominasi tenaga surya dan angin sebesar 10.335 MW dan 7.907 MW. Dari potensi itu, baru dimanfaatkan 320,59 MW, setara 3,28 persen.

Guna mendorong peningkatan bauran energi terbarukan, ESDM siapkan sejumlah proyek. Sampai 2025, puluhan pembangkit listrik ramah lingkungan dibangun dengan kapasitas 4.190 MW. Ia terdiri dari PLTM, panas bumi hingga PLT sampah. “Itu tidak hanya oleh pemerintah melalui APBN atau APBD. Juga PLN dan swasta,” katanya.

Guna lebih masif, mereka juga memberikan insentif kepada daerah-daerah yang memiliki inovasi terkait praktik atau kebijakan penggunaan energi terbarukan. Menurut dia, data memperlihatkan tahun ini saja, sejumlah proyek pembangkit energi terbarukan berhasil dibangun di Jatim, antara lain, 13,65 MW untuk PLTSa/PLTBm, 20,83 MW untuk PLTM, dan 0,95 MW untuk PLTS.

Bukan hanya PLTS dan PLTM, katanya, saat ini mereka juga merencanakan pembagunan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di sejumlah tempat di Jawa Timur seperti Trenggalek,Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember. Kemudian, di Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Bangkalan, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

Khusus di Banyuwangi, rencana pembangunan PLTB sudah tahap studi kelayakan oleh PLN. Harapannya, proyek ini mampu menghasilkan listrik 50 Megawatt dan bisa beroperasi pada 2023.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengklaim dirinya sebagai kepala daerah pertama untuk level bupati/walikota di Indonesia yang memanfaatkan mobil listrik.

Fauzi memamerkan mobil listrik Hyundai Ionic Elektrik. Mobil listrik yang merupakan mobil dinasnya tersebut dipakainya saat menghadiri undangan halal bihalal dengan Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/5/2022).

Fauzi mengaku mobil jenis sedan berwarna hitam berplat nomor merah M 1 VP itu dipakainya sebagai mobil dinas beberapa bulan terakhir. “Lumayan, tumpangannya tidak kalah dengan mobil lain. Insya Allah (saya yang pertama),” jelasnya.

Fauzi mengaku hanya ingin mengkampanyekan dan mendukung seruan Presiden Jokowi yang tertuang dalam Perpres 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan.

Menurut dia, kepala daerah harus memulai untuk menginspirasi warganya agar juga memakai kendaraan listrik berbasis baterai. “Saya rasa sudah saatnya kita beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang berbasis tenaga listrik,” tambahnya.

Pria yang berciri khas menggunakan blangkon keris keraton Sumenep ini mengatakan, saat menggunakannya tidak perlu khawatir, karena jarak tempuh perjalanannya lebih dari 450 km.
Urusan dapur pacu, Ioniq mengusung motor listrik bertenaga 136 ps/100 kW atau setara 134,1 Tk dengan torsi maksimal 285 Nm. Daya motor listrik itu bersumber dari baterai lithium-ion polymer berkapasitas 38,3 kW.

Sebagai informasi, Hyundai ioniq 5 memiliki dua tipe, yaitu Prime Standard dan Signature Standard dengan kemampuan yang mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam kurun waktu 8,5 detik.

Sedangkan tipe Prime Long Range dan Signature Long Range mampu membuat mobil berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam kurun waktu 7,4 detik.

Ioniq 5 juga memiliki jarak tempuh yang mengagumkan. Ioniq 5 tipe Prime Standard dan Signature Standard dapat dikendarai sejauh 384 km bila baterai mobil sedang terisi penuh.

Sementara model Long Range mendapatkan baterai dengan kapasitas 72.6 kWh di mana tipe Prime bisa berjalan sejauh 481 km, sedangkan varian Signature lebih sedikit di angka 451 km karena ukuran pelek yang lebih besar.

Mobil listrik menjadi salah satu inovasi baru di dunia otomotif. Keberadaannya tentu membawa angin segar dalam mendorong ekonomi global, khususnya di Jatim.

Menurut Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, kondisi tersebut akan membuka peluang baru bagi pemberdayaan talenta siswa SMK di Jatim.

“Apabila industri mobil listrik berjalan, kita bisa bayangkan bagaimana anak SMK jurusan otomotif bisa dilatih untuk menjadi mekanik khusus mobil listrik. Tentunya hal ini menjadi peluang baru dalam memberdayakan talent Jatim,” ujar Wagub Emil usai mencoba mengendarai mobil listrik dari Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya menuju Kantor PLN ULP Embong Wungu.

Dengan diberikan pelatihan bagi talenta-talenta Jatim, maka akan tercipta mekanik yang andal khusus mobil listrik. Pemprov Jatim menyambut positif apabila dilibatkannya talenta Jatim di dalamnya.

Terkait dengan usulan digunakannya mobil listrik sebagai kendaraan dinas, Mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan, akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Khususnya terkait medan dan tuntutan kerja yang belum memadai.

“Saya rasa gubernur akan membuka ruang untuk ini. Karena sebelumnya sudah ada motor listrik dari ITS. Salah satunya sudah dicoba gubernur dan akan diperkenalkan kepada instansi-instansi kita,” jelasnya.

Terkait perkembangan mobil listrik, Emil pun menjelaskan bahwa Pemprov Jatim akan memberikan insentif bagi mobil listrik. Insentif yang diberikan adalah pajak PKB yang lebih rendah dan harga bahan bakar listrik yang lebih murah dibandingkan mobil konvensional.

“Penggunaan mobil listrik selain biaya yang kompetitif, juga biaya operasional lebih murah. Diharapkan ke depan, Jatim bisa jadi lumbung energi dan memiliki daya saing tinggi, serta bisa menciptakan lingkungan yang bersih,” ujarnya. (tok/kun)





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #berita #beritaterkini