Politik

RSUD Kabupaten Kediri Kini Dilengkapi Laboratorium PCR



Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, melakukan peninjauan laboratorium PCR di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri, Jumat (31/7/2020). Lokasi laboratorium ini terletak di taman hutan kota, Desa Pelem, Kecamatan Pare.

Kepala RSUD Pelem, dr. Ibnu Gunawan mengatakan, peninjauan ini dilakukan dalam rangka mengecek kesiapan sebelum dilakukan pengujian swab dengan alat PCR mulai Rabu 29 Juli 2020. Dimana dalam laboratorium ini terdapat dua unit alat PCR bantuan dari BNPB.

“Pembangunan laboratorium dilakukan kurang dari satu bulan. Laboratorium ini telah mengacu standar bio safety level 2. Sehingga bisa dikatakan aman dan siap untuk beroprasi,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Ibnu, masing-masing unit PCR berkapasitas 35 spesimen untuk sekali kerja. Waktu yang dibutuhkan setiap satu kali kerja adalah sekitar dua jam. Sementara untuk tenaga SDM yang disiapkan pada tahap awal ini adalah 6 orang.

“Untuk tahap awal, akan kita gunakan 22 spesimen per sekali uji per unit PCR. Secara bertahap nantinya akan ditingkatkan kapasitasnya hingga maksimal penggunaan,” tambahnya.

Ibnu berharap, hadirnya laboratorium PCR ini mempercepat proses layanan pengujian swab masyarakat Kabupaten Kediri. Sehingga bisa menyingkat angka perawatan dan mengurangi beban tunggu uji hasil swab yang selama ini harus dilakukan di Surabaya.

Baca Juga:

  • Pemkab Kediri Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Covid-19
  • Dipertabun Kabupaten Kediri Akan Patenkan Bengkoang Loksongo Super
  • Kesbangpolinmas Kabupaten Kediri Gelar Pusdiklat Calon Anggota Paskibraka
  • Puskesmas Ngadi Kediri Miliki Aplikasi Semar Mesem, Ini Keunggulannya

“Tidak manusiawi bila setelah lakukan tes, masyarakat harus menunggu hasil tes selama dua minggu. Dengan ini bisa cepat dalam satu dan dua hari diketahui hasilnya karena harus ke Surabaya. Sehingga angka perawatan lebih pendek,” terang Ibnu.

“Masyarakat tidak perlu cemas dalam menghadapi virus corona ini selama tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan bilamana terjadi kondisi harus dirawat di rumah sakit, kami sudah siap dengan menambah kapasitas dari sebelumnya 23 bed menjadi 40 bed,” pungkasnya. [adv kominfo/nm]