PeristiwaPolitik

Ribuan Umat Muslim Menunaikan Salat Jumat Selepas Seminggu Kejadian Teroris di Kota Christchurch

Ribuan umat Muslim menunaikan Shalat Jumat untuk pertama kalinya pasca kejadian penembakan dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang.

Ribuan orang sedang melaksanakan Shalat Jumat untuk pertama kali pasca terjadi penembakan brutal yang terjadi di 2 masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, yang sudah menewaskan sebanyak 50 orang pada 15 Maret lalu.

Shalat Jumat dilakukan di Taman Hagley , tepat di seberang Jalan Deans Avenue, sekitar 100 meter dari Masjid Al Noor.

Shalat Jumat yang telah dihadiri riburan orang itu tak hanya jemaat shalat saja, melainkan juga warga yang bersolidaritas dengan komunitas muslim di Negeri Kiwi tersebut.

Shalat Jumat tersebut pun dipimpin oleh imam Masjid Al Noor, Gamal Fouda, yang selamat dari kejadian pekan lalu, Cuaca yang sejuk membuat lantunan ayat suci terdengar indah di taman.

Shalat Jumat pun berjalan dengan Khidmat dan Khusyu dengan ceramah yang membahas tentang perbandingan hari ini dengan tragedi penembakan brutal yang  terjadi minggu lalu.

”Jumat lalu, saya beridir di masjid ini, di belakang kami, dan melihat kebencian dan kemarahan dari mata seorang teroris, yang membunuh 50 orang tak bersalah, melukai 42 korban dan menghancurkan hati jutaan manusia di seluruh dunia. Hari ini, dari tempat yang sama, saya melihat keluar dan menyaksikan cinta dan kasih sayang,” ucap Fouda pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2019.

”Teroris berusaha memisahkan kita dengan tindakan kejahatan, tetapi Selandia Baru tidak bisa dipatahkan,” lanjutnya untuk mengapresiasi kedatangan warga yang bersolidaritas.

Tak lupa, Imam pada Shalat Jumat juga memberi penjelasan tentang bahayanya paham ekstrem yang memberikan stereotip negatif terhadapa umat muslim, hal tersebut bisa memberi dampak bahaya pada manusia secara global.

sang imam menyerukan kepada pemimpin di dunia agar mengakhiri tindakan teror dan kebencian. ia pun mendukung agar dunia menjadikan Selandia Baru sebagai contoh dalam menghadapai ekstremisme sayap kanan. ucap sang imam ketika ceramah.

”Dunia dapat melihat kita sebuah contoh cinta dan persatuan. Kita patah hati tetapi tidak patah (bercerai). kita hidup, kita bersama-sama. kita bertekad untuk tidak membiarkan siapa pun memecah belah kita.” ucap sang imam.

Di dalam kesempatan yang sama pula, Fouda mengucapakan banyak terima kasih pada Publik, Polisi, serta Perdana Menteri Selandia Baru yang bernama Jacinda Ardern.

”Terima kasih atas air mata Ana. Terima kasih atas tarian haka Anda. Terima kasih untuk bunga dari Anda. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang Anda. Kepada Perdana Menteri kami, Terima kasih. Terima kasih atas kepemimpinan Anda. itu telah menjadi pelajaran bagi para pemimpin dunia. Terima kasih telah menghormati kami dengan Kerudung itu,” Kata Fouda.

Pidato sang Imam kemudian mendapatkan gemuruh tepuk tangan dari para pengunjung yang hadir.

 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of