Politik

Resmikan 2 SMPN, Bupati Mojokerto Berharap Jadi Sarana Pemerataan Pendidikan

beritajatim.com Resmikan 2 SMPN, Bupati Mojokerto Berharap Jadi Sarana Pemerataan PendidikanMisti Prihatini



Mojokerto (beritajatim.com) – Guna mendorong pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara simbolis meresmikan dua unit sekolah. Dua sekolah tersebut, yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kemlagi dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Puri.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan, pembangunan gedung baru tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk pemerataan pendidikan bagi SMPN yang ada di Kabupaten Mojokerto. “Alhamdulilah dengan adanya gedung SMP baru ini, kami harapkan menjadi pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (26/1/2022).

Dengan adanya peraturan zonasi, ada beberapa daerah yang kekurangan gedung sekolah, khususnya di daerah Kemlagi dan Puri dimana hanya terdapat satu sekolah menengah pertama. Sehingga, dengan adanya sekolah tersebut diharapkan juga dapat mengakomodir kebutuhan lulusan sekolah dasar di daerah Kemlagi dan Puri.

Baca Juga:

  • Pemkab Mojokerto Maksimalkan Pemenuhan Hak-hak Anak
  • 2 Staf Positif Covid-19, Kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Ditutup Sementara
  • Kabupaten Mojokerto Segera Rilis Aplikasi Bunda PAUD
  • Wisata ke Mojokerto, Pengunjung Dihimbau Patuhi Protokol Kesehatan
  • Akun Medsos Bupati Mojokerto Minta Uang, Kominfo: Bukan Akun Milik Bupati

“Dengan adanya peraturan zonasi saat ini, tentu adanya pembangunan gedung baru ini juga diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan pendidikan sekolah menengah bagi anak anak lulusan SD khususnya di daerah Kemlagi dan Puri. Pembangunan SMPN 2 Kemlagi ini menggunakan dana APBD tahun 2021, dengan anggaran yang terpakai sebesar Rp3,9 miliyar,” katanya.

Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, berpesan kepada seluruh guru dan kepala sekolah terkait tantangan kedepan dalam dunia pendidikan. Saat ini semua pendidikan dihadapkan pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif guru dan kepala sekolah untuk menengakkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Tantangan pendidikan kita saat ini dihadapkan dengan adanya pandemi Covid-19. Tentu dalam pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan aktif guru dan kepala sekolah untuk terus menegakkan prokes yang ketat agar tidak terjadi kasus aktif di lingkungan sekolah. Selain pengembangan, kedepan juga harus memaksimalkan pemanfaatan gedung dan pemeliharaan,” harapnya.

Tak hanya itu, Bupati juga meminta kedepan untuk memaksimalkan pemanfaatan gedung serta pemeliharaannya untuk dapat memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan. Agar bisa berkontribusi dan memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa.

“Mudah mudahan dengan itu (gedung baru, red) dapat memberi semangat yang baru tidak hanya anak anak, juga para guru-gurunya. Dengan diresmikannya dua sekolah ini, kini Kabupaten Mojokerto mempunyai 41 fasilitas pendidikan negeri di jenjang SMP,” tegasnya. [tin/kun]





The post Resmikan 2 SMPN, Bupati Mojokerto Berharap Jadi Sarana Pemerataan Pendidikan first appeared on beritajatim.com.