Politik

Rencana Pembukaan Kawasan SLG, Pemkab Kediri Diskusi dengan PKL








Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar diskusi bersama dengan paguyuban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan SLG (simpang lima gumul). Diskusi ini digelar bertujuan untuk mengetahui keluhan masyarakat atas penutupan kawasan SLG dari aktifitas masyarakat di masa pandemi ini .

Pertemuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menanggapi adanya keluhan dari pedagang kaki lima di kawasan SLG agar kembali dibuka untuk masyarakat. Pemkab Kediri menggelar diskusi bersama dengan paguyuban PKL Pasar Tugu dan CFD.

Baca Juga:

  • Terdampak PPKM Level 4, 5 Kelompok Pelaku Usaha di Mojokerto Terima Bantuan dari Menaker
  • Satpol PP dan Damkar Magetan Imbau Pedagang Tak Halangi Trotoar
  • Direlokasi Pemkab, PKL Bojonegoro Mengaku Kurang Nyaman
  • Simbol Perang Lawan Covid-19, Sejumlah PKL di Lamongan Pasang Bendera Merah Putih
  • Menko Airlangga: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Asisten Administrasi Mamiek Amiyati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Adi Suwignyo dan Kepala Satpol PP tersebut, para pedagang menuturkan tentang nasib mereka yang belum diperbolehkan berjualan. Itu sejak Pemkab Kediri pada Maret 2020 menutup kawasan SLG, akibat adanya pandemi hingga saat ini, dan atas penutupan kawasan SLG ini pedagang merasa kesulitan mencari nafkah.

Mamiek Amiyati, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan, atas adanya keluhan dari pedagang tersebut, pihaknya bersama dengan instansi terkait akan melakukan kajian untuk kembali membuka SLG. Dengan pertimbangan, SLG memiliki akses banyak pintu dan banyak orang yang berdagang.

Sedangkan orang-orang yang masuk sulit dideteksi apakah sudah vaksin atau belum. Karena tidak bisa dilakukan pengecekan. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Kediri harus melakukan penataan terlebih dulu.

“Prinsinya kami akan membuka kawasan SLG. Namun demikian, kami akan melakukan kajian terlebih dahulu dengan instansi terkait lainnya,” kata Mamik Amiyati yang meminta pedagang bersabar. Dirinya juga berjanji bahwa kajian tersebut tidak akan memakan waktu yang lama.

Mamik menambahkan, pedagang di simpang lima gumul mencapai 500 pedagang. Sehingga perlu penataan yang matang agar tidak terjadi kerumunan. Untuk diketahui, sebelum adanya diskusi ini, tersiar kabar bahwa pada Kamis 14 Oktober 2021 akan ada demo dari para pedagang SLG.

Sesuai kabar yang beredar, para pedagang akan meminta agar SLG dibuka kembali dan diizinkan untuk berjualan kembali. Setelah hari ini perwakilan PKL Pasar Tugu dan CFD dikumpulkan, ternyata mereka tidak ada rencana untuk menggelar demo. [adv kominfo/nm]










The post Rencana Pembukaan Kawasan SLG, Pemkab Kediri Diskusi dengan PKL first appeared on beritajatim.com.