Politik

Ratusan Ranting Partai Demokrat se-Surabaya Dukung Lucy Kembali Jadi Ketua DPC

Ratusan Ranting Partai Demokrat se-Surabaya Dukung Lucy Kembali Jadi Ketua DPC.

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kota Surabaya periode 2022-2027 kubu Lucy Kurniasari semakin diatas angin. Pasalnya, Lucy Kurniasari mendapat dukungan sebanyak 145 Ranting Partai Demokrat se Surabaya.

Dukungan itu digemakan para Ketua Ranting Partai Demokrat se Surabaya saat Halal Bihalal selama dua hari di VIP Food Court MEX dan kantor DPC Surabaya, pada 31 Mei 2022 dan 1Juni 2022, malam.

Para Ketua Ranting juga menyuarakan untuk mengganti Ketua DPAC yang dinilai telah ingkar janji. Mereka sudah tidak tahan dengan tingkah sejumlah DPAC, karena selama.ini Ketua Ranting tidak pernah dilibatkan dalam membuat keputusan, bahkan Ranting seolah dianggap tidak ada.

“Kita dianggap sebelah mata oleh PAC, padahal kita ini adalah ujung tombak, janganlah saat butuh suara kita baru didatangi,” kata Yuhanita, Ketua Ranting Bangkingan Kecamatan Lakarsantri.

“Bagi PAC yang sudah tidak mau menjalankan amanat dan tidak peduli dengan suara hati ranting, pindah saja.” Serunya geram.

Yuhanita menyerukan bagi PAC yang tidak menjalankan amanat dan tidak peduli dengan suara hati ranting, ia meminta untuk pindah saja. Selain itu, ia menilai Lucy Kurniasari sebagai sosok yang tepat untuk menduduki ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya. “Jadi yang diganti itu bukan Bu Lucy, tapi para ketua PAC kalian,” tegasnya.

Baca Juga:

  • Bantuan BNPB Diduga Diselewengkan untuk Kampanye Paslon, Ini Klarifikasi Lucy
  • Ingin Perubahan di Demokrat Surabaya, Herlina Didorong Maju ke Muscab
  • Demokrat Surabaya Punya Kenangan Mendalam Terkait Ani Yudhoyono, Apa Itu?
  • Dualisme Dukungan di Muscab Demokrat Surabaya Tak Lepas dari Konsolidasi Menuju 2024
  • Partai Demokrat Surabaya Bagi Takjil dan Sembako

Hal senada disampaikan Sriastuti Ranting dari Kebraon, Karangpilang. Ia menyatakan dukungannya kepada Lucy Kurniasari dan menginginkan Lucy Kurniasari memimpin lagi di Kota Surabaya. “Saya akan mendukung dengan sepenuh hati untuk Bu Lucy,” tegasnya.

Sedangkan Gusti, dari Ranting Margorejo, Kecamatan Wonocolo menyatakan kekecewaannya terkait dukungan ketua PAC-nya yang tidak pernah mengajak berkomunikasi dengan Ranting. Ketua PAC tidak menyuarakan dukungan kami kepada Ibu Lucy.

“Saya disini tidak melihat PAC saya hadir, sudah kita biarkan saja, memang kami tidak punya hak suara untuk memberikan dukungan kepada Bu Lucy, namun secara moril kami mendukung sepenuhnya,” tegas Gusti

Sementara itu Siswanto dari Ranting Sidotopo Kenjeran, menyampaikan, selama kepemimpinan Lucy Kurniasri, dirasakan sangat baik. “Mulai pendidikan politik, UKM dan lainnya sudah kita rasakan berkat rangkaian dan uluran tangan Bu Lucy,” katanya.

Menurutnya, DPC selama dipimpin Lucy sudah sangat baik. Karena itu, Ia menilai Lucy sangat layak memimpin kembali DPC untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat Surabaya.

Karena itu, ia menolak Herlina Harsono Njoto memimpin DPC karena berasal dari kepenimpinan masa lalu. Ia menilai Herlina sebagai Ketua Bapilu tidak berprestasi, terbukti dengan perolehan kursi di DPRD Kota Surabaya merosot jadi empat.

“Kami tidak mau kembali ke masa kegelapan saat Herlina menjadi ketua Bapilu. Hanya keledai yang mau masuk ke lubang yang sama,” katanya tegas.

Untuk itu, Siswanto mengajak agar seluruh ranting berusaha dengan berbagai cara agar Bu Lucy dapat kembali memimpin Partai Demokrat Kota Surabaya. Dukungan kepada Lucy tidak hanya disuarakan Ketua Ranting, namun juga dari anggota dewan dan politikus senior Partai Demokrat.

M. Machmud, anggota DPRD Partai Demokrat menyebut Lucy Kurniasari sebagai anggota komisi IX DPR RI bisa mendongkrak suara Demokrat di masa depan. “Saya lihat macam macam program dpr ri sudah diterima masyarakat. Baik sembako, kesehatan, bpjs tenaga kerja bantuan modal usaha dan lainnya,” kata Machmud.

Sedangkan Siwandi, politikus senior Partai Demokrat, menyampaikan bahwa komitmen, demokrasi dan ingkar janji itu berbeda. Apa yang dilakukan beberapa Ketua PAC itu bentuk dari ingkar janji, bukan menunjukkan orang yang berkomitment.

“Jadi, jangan bicara komitmen dan demokrasi hanya untuk pembenaran. Itu hanya merusak reputasinya hingga anak cucu,” tutup Siswandi. [asg/suf]





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #berita #beritaterkini #terpopuler #newsupdate #beritajatim #infojatim #news #FYI