Politik

Pungkasiadi Tak Lagi Jabat Bupati Mojokerto








Mojokerto (beritajatim.com) – Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 78 Ayat (1) dan PP Nomor 49 Tahun 2008 Pasal 131 Ayat (4) serta SK Gubernur Nomor 131/ 173/011.2/2021 tentang Penunjukan Pelaksana Harian Bupati Mojokerto.

Maka jabatan Bupati Mojokerto periode 2016-2021 dinyatakan resmi berakhir tanggal 17 Februari 2021. Pungkasiadi secara resmi tidak lagi menjabat sebagai Bupati Mojokerto, ini setelah serah terima jabatan (sertijab) digelar di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokokerto, Rabu (17/2/2021).

Lantaran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2020 lalu batal digelar. Sehingga Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Didik Chusnul Yakin ditunjuk menjabat sebagai Plh Bupati Mojokerto.

Ditemukan usai sertijab, Pungkasiadi, mengatakan, dengan telah berakhirnya masa jabatannya maka berakhir pula tugasnya sebagai Bupati Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan terima kasih banyak pada semua unsur yang telah mendukung kemajuan Kabupaten Mojokerto selama ia memimpin.

“Semoga apa yang kita usahakan ini bisa memberikan dampak positif, prinsipnya semua untuk mensejahterakan masyarakat Mojokerto. Saya secara pribadi dan keluarga memohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dengan ucapan maupun perbuatan saya. Untuk Pak Didik, selamat menjalankan tugas,” ungkapnya.

Menurutnya, ia bersama ASN bersama-sama melayani masyarakat Kabupaten Mojokerto. Namun ia menyampaikan permintaan maafnya jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Pung berpesan kepada Plh Bupati Mojokerto, dukungan pemerintah sangat penting untuk menjalani hidup yang lebih sehat lagi di masa pandemi Covid-19.

Yang baik, tegas Pung, dilanjutkan. Yang kurang dibenahi dan ditambah untuk melakukan inovasi dan strategi terhadap pelayanan masyarakat. Ia yakin di RPJMD akan dibahas semua, yang paling penting pembangunan dan pelayanan publik harus langsung dimanfaatkan atau diterima masyarakat.

“Prinsipnya ini hal biasa, begini ini hal biasa ganti kepemimpinan, Bupati itu hal biasa. Sama, saya juga sama melanjutkan. Jelas saya balik kandang. Saya juga pengusaha, saya juga pedagang, saya juga petani dan ada tambahan satu lagi yang baru yaitu takmir masjid. Tapi takmir Masjid Istiqlal,” kelakarnya.

Sementara itu, Plh Bupati Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, penunjukannya sebagai Plh Bupati Mojokerto dimaksudkan untuk mencegah kekosongan jabatan sebelum Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto periode 2021-2024 dilantik secara resmi nantinya.

“Terima kasih Kepada Bapak Pungkasiadi atas segala pikiran dan usahanya dalam memajukan Mojokerto. Alhamdulilah Kabupaten Mojokerto merupakan daerah infrastrukur terbaik di Jawa Timur dan nomor 3 insfrastruktur terbaik secara Nasional,” ujarnya.

Baca Juga:

  • Perkantoran Tetap Buka, Sekolah dan Pariwisata di Kabupaten Mojokerto Ditutup
  • Dinsos Kabupaten Mojokerto Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir
  • Hindari Kerumuman Massa, Layanan Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Hanya Via Online
  • Kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Kembali Ditutup Sementara

Menurutnya, jabatan Plh Bupati Mojokerto hanya berlangsung singkat karena di minggu ke 4 akan dilantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2020. Baik Sekdakab definitif ataupun Pejabat Sekdakab pasti akan jadi Plh Bupati untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati.

“Itulah dasar saya saat ini bisa menjadi Plh Bupati Mojokerto. Saya berharap dukungan dan kerjasama dari seluruh unsur penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Mojokerto serta jajaran Forkopimda selaku mitra dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegasnya. [tin/but]







The post Pungkasiadi Tak Lagi Jabat Bupati Mojokerto first appeared on beritajatim.com.