Politik

Program Sepeda Keren Trenggalek Mulai Direplikasi di 3 Kecamatan








Trenggalek (beritajatim.com) – Mulai terasa kebermanfaatannya dalam mendorong peran perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya dalam keluarga maupun kontribusi dalam pembangunan, Program Sepeda Keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan) Kabupaten Trenggalek mulai direplikasi di 3 Kecamatan.

Ingin memastikan replikasi programnya berjalan, inisiator Sepeda Keren, Novita Hardini Mochamad, SE., meninjau langsung pelaksanaan sekolah perempuan di Desa Jati, Kecamatan Karangan, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga:

  • Awal Masuk Kerja, Bupati Trenggalek Sinkronkan Program Kerja Prioritas dengan OPD
  • Pantau Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok, Bupati Arifin Temui Harga Ayam Melonjak Naik
  • Besok, Pemkab Trenggalek Konsultasi ke Pemprov Soal Mas Ipin
  • Wagub Jatim Emil Dardak Dukung Upaya Bupati Trenggalek Tolak Tambang di Trenggalek
  • Ketua TP PKK Trenggalek Tinjau Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

Sebanyak kurang lebih 36 perempuan perwakilan masing-masing desa dilatih dan diberikan pembekalan dalam hal peningkatan kapasitas hidup maupun hal yang lainnya. Harapannya para perempuan ini mampu meningkatkan kapasitasnya dan bisa berkontribusi aktif dalam keluarga, lingkungan sekitar maupun dalam lingkungan pemerintahan terkecil seperti desa.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Novita Hardini menuturkan, “Lega, step by step rencana yang telah kita siapkan dijalankan. Artinya hingga hari ini kita masih berjalan sesuai rencana, tidak melenceng dari target waktu yang kita perkirakan beberapa waktu yang lalu,” ucapnya.

Di tiga kecamatan ini dan di semua desanya sudah terlibat. “Antusias sekali melihat kecamatan itu berubah dari sentuhan edukasi yang kita berikan kepada perempuan di berapa pun usia mereka,” lanjutnya.

Tidak hanya ibu-ibu, menurutnya, ada juga anak-anak muda. Dan di beberapa kecamatan ada anak-anak disabilitas yang bergabung. Dengan sekolah ini mereka akan mempunyai sudut pandang di luar tentang setiap permasalahan yang ada.

“Hari ini kita belajar tentang hak asasi manusia. Perempuan-perempuan yang ada di sekolah perempuan ini diharapkan memahami ada beberapa hak yang tidak boleh kita lukai. Ada beberapa hak yang harus kita perjuangkan sesama manusia, sesama perempuan, sesama anak,” jelas istri Bupati Trenggalek ini lebih lanjut.

Tadi ada beberapa pertanyaan perempuan yang sangat baiknya, yang menanyakan apa yang dimaksud dengan setiap orang berhak untuk terlibat dalam pembangunan.

Ini sesuatu hal yang menyenangkan, mereka mulai tergugah kepeduliannya. “Saya tadi mengatakan hal yang perlu diketahui, pemerintah itu menggelontorkan beberapa miliar rupiah untuk membangun sebuah desa, untuk membangun sebuah daerah. Beberapa miliar rupiah ini tidak akan menjadi optimal apabila setiap masyarakat yang ada di desa tidak terlibat menyuarakan aspirasinya,” lanjut ibu dari gadis cantik bernama Sia ini.

Dengan masyarakat ikut menyuarakan aspirasinya maka dapat memperlebar sudut pandang pemerintah terkait tingkat masalah di desa dengan sangat cepat. Kembali ditegaskan oleh perempuan energik ini bahwa Sepeda Keren berjalan sesuai role-nya.

“Semoga 11 kecamatan lain segera menyusul di tahun depan. Tahun ini kita memperbaiki di 3 kecamatan,  ini agar benar benar tertata dan aman. Selanjutnya, 11 kecamatan semoga segera menyusul,” tutupnya.

Pelaksanaan Sepeda Keren di Trenggalek tentunya tidak lepas dengan pendampingan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) kerjasama Pemerintah Australia – Indonesia.

Perwakilan Kompak untuk Trenggalek, Bovi dalam kesempatan peningkatan kapasitas pelaksanan Sepeda Keren di Desa Jati, Kecamatan Karangan ini menyampaikan bahwa tahun ini melalui Dinas Sosial, Sepeda Keren di replikasi di 3 kecamatan, yakni Karangan, Tugu dan Durenan.

Perwakilan kader Sepeda Keren di seluruh desa di masing-masing kecamatan, lanjut aktivis sosial ini, dilatih oleh Dinas Sosial P3A dan mentor Sepeda Keren. Seperti pada saat ini di Desa Jati, Kecamatan Karangan, Novita sebagai inisiator Sepeda Keren berkenan hadir untuk melihat proses pembelajaran bersama.

“Ini adalah salah satu praktik baik, dalam peningkatan kapasitas perempuan (kader) dalam upaya pembangunan yang inklusif,” katanya.

Aktivis yang banyak ikut berkontribusi dalam kemajuan Trenggalek ini menjelaskan, materi modul ajar, merupakan dukungan Kompak bersama beberapa mitra strategis diantaranya mengenal diri sendiri, materi HAM, materi kesehatan reproduksi, perencanaan dan penganggaran desa.

“Materi ini diberikan untuk meningkatkan kapasitas. Pengetahuan dan mendorong peran aktif kelompok rentan dalam pembangunan mulai dari lingkungan sekitar dan pemerintahan desa,” tandasnya. [nm/suf]










The post Program Sepeda Keren Trenggalek Mulai Direplikasi di 3 Kecamatan first appeared on beritajatim.com.