Politik

Program Internet Gratis untuk Pelajar di Kota Mojokerto Diadopsi Pemkot Malang dan Pemkab Madiun








Mojokerto (beritajatim.com) – Program internet gratis untuk pelajar yang diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sejak masa pandemi Covid-19 akan diadopsi oleh dua pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal ini disampaikan langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang dan Kabupaten Madiun saat bersilaturahmi kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Kondisi Covid-19 yang melanda di seluruh daerah sejak beberapa bulan terakhir, membawa dampak yang cukup signifikan diberbagai sektor pemerintah. Tak terkecuali pada sektor pendidikan, yang harus meniadakan pembelajaran klasikal di sekolah. Namun, di tengah kondisi tersebut Kota Mojokerto mampu bangkit dengan memberikan fasilitas yang dapat meringankan beban orang tua.

Inovasi tersebut, secara tidak langsung menggerakkan pemerintah kota/kabupaten di Jawa Timur ingin mengadopsi program internet gratis untuk para pelajarnya. Hal ini, disampaikan secara langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, saat berdialog bersama di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50 Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

“Kami mendapatkan info bahwa sektor pendidikan di Kota Mojokerto sangat maju di masa pandemi. Seperti PJJ secara daring, yang diberikan fasilitas berupa internet gratis untuk pelajar serta penyediaan lab komputer bagi mereka yang tidak memiliki gadget. Program ini, tentu membawa dampak yang sangat bagus bagi para orang tua. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.

Selama ini, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring yang didukung dengan internet gratis untuk pelajar menjadi support system bagi orang tua. Dengan adanya kuota gratis yang memanfaatkan anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), orang tua atau wali murid tidak lagi khawatir dalam memenuhi kebutuhan putra-putrinya selama pembelajaran klasikal ditiadakan.

Tidak hanya program internet gratis bagi pelajar, program Ning Ita Mengajar akan menjadi pertimbangan bagi Pemkot Malang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, dalam memberikan motivasi bagi pelajar di tengah kondisi Covid-19. Melalui program tersebut, diharapkan nantinya para siswa akan kembali bangkit dan bersemangat meski menjalani proses pembelajaran secara dari dari rumah masing-masing.

Baca Juga:

  • 2019, Korban Meninggal Kecelakaan Lalu Lintas di Mojokerto Capai 152 Jiwa
  • Maling Kotak Amal di Mojokerto Sempat Makan Takjil
  • Uang Rp 29 Juta Ditaruh di Jok Motor, Ditinggal ke Minimarket, Raib
  • Ribuan Pengedara Ditilang di Mojokerto, Didominasi Pengendara Dibawah Umur

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memberikan apresiasinya atas maksud dan tujuan dari para anggota DPRD dari Kabupaten Madiun dan Kota Malang, terkait program internet gratis untuk pelajar dan program Ning Ita Mengajar. Menurutnya, program-program di sektor pendidikan yang telah dirancangnya sejak lama tidak lepas dari problematika dan keluhan dari masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Program ini lahir dari berbagai keluhan masyarakat, di saat kondisi Covid-19. Orang tua yang banyak terkena PHK, anak-anak yang diharuskan belajar dari rumah dan tidak bisa bertemu sekaligus bermain dengan teman-temannya. Dari masalah-masalah ini, kami ingin tetap memberikan kenyamanan bagi anak dan orang tua dalam menghadapi Covid-19. Dan alhamdulillah, program ini dapat menginspirasi baik dari Pemerintah Provinsi Jatim maupun Kementerian,” jelasnya. [tin/but]








The post Program Internet Gratis untuk Pelajar di Kota Mojokerto Diadopsi Pemkot Malang dan Pemkab Madiun first appeared on beritajatim.com.