Lifestyle

Presiden Trump akan Kunjungi Lokasi Penembakan di Ohio dan Texas

googleberita
Presiden AS Donald Trump, Rabu (7/8), dengan pesawat Air Force One akan mengunjungi Dayton, Ohio dan El Paso, Texas, di mana aksi penembakkan massal terjadi pekan lalu dan menewaskan total 31 orang.

Sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan, kunjungan Trump akan serupa dengan kunjungan yang dilakukannya untuk komunitas yang berduka, setelah berbagai aksi penembakkan massal sebelumnya, termasuk di Parkland, Florida, dan Las Vegas, Nevada. Trump dan Ibu Negara akan memberikan penghormatan khusus kepada tim tanggap darurat dan menemui secara khusus keluarga yang berduka dan para penyintas.

Namun rencana kunjungan Trump kali ini diwarnai banyak keraguan dan keengganan sejumlah pejabat setempat dan masyarakat terkait retorika-retorikanya yang dituding memicu kekerasan. Beberapa pihak bahkan mempertanyakan legitimasinya untuk bisa menghibur komunitas yang berduka.

Setelah aksi penembakan massal, Walikota Dayton Nan Whaley dari Partai Demokrat, menyatakan kecewa dengan pernyataan-pernyataan Trump sebelumnya. Namun, ia mengatakan akan menyambut kunjungan presiden dengan harapan itu akan membantu menyembuhkan luka emosi warga kota itu.

Di El Paso, sejumlah warga dan legislator fraksi Demokrat mengatakan, presiden tidak akan disambut dan disarankan untuk tidak berkunjung. Beto O’Rourke, kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, yang sebelumnya mewakili El Paso di Kongres, mengatakan, pernyataan Trump secara langsung mengakibatkan terjadinya pembantaian Sabtu lalu, dan Trump diminta untuk melupakan rencana kunjungannya ke kota itu.

Namun walikota El Paso Dee Margo mengatakan, ia akan menyambut kedatangan Trump mengingat kapasitasnya sebagai walikota El Paso. [ab/uh]