Peristiwa

Polri: Penolakan Relawan Asing di Gempa Palu Hoaks 

Googleberita.com, Bogor – Polri memastikan tidak ada penolakan terhadap kehadiran relawan asing yang membantu korban gempa-tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Polri menyebut, kabar soal penolakan relawan asing di Palu adalah hoaks.

“Hoaks itu. Pada saat evekuasi, relawan asing cukup banyak, dari Jepang, Korea, Singapura hadir,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Sentul, Bogor, Jumat (22/10/2018).

Jenderal bintang satu yang selama sepekan lebih berada di Kota Palu itu menuturkan, bantuan dari beberapa negara sahabat banyak yang berdatangan. Bantuan tersebut berasal dari Amerika Serikat, Spanyol, India, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya.

Bukan hanya relawan, media massa asing juga turut meliput bencana alam yang menewaskan ribuan orang tersebut.

“Saya sempat diwawancarai media Spanyol, India, Korsel,” ucap Dedi.

Sementara dari kepolisian, bantuan disalurkan langsung ke sentra pengungsian. Setidaknya, terdapat 147 sentra yang dipetakan Polri memerlukan bantuan. Bantuan tersebut telah disalurkan ke sentra-sentra yang dibutuhkan.

“Mana yang masih minim distribusi, kita doping. Menyangkut itu, itu ada posko pusat di Makorem. Termasuk seluruh bantuan tercatat semuanya di posko pusat. Ada tertib administrasi pendistribusian,” kata Dedi.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Tanpa Koordinasi

Relawan Tagana memasukan beras dan mie instan untuk Warga korban gempa dan tsunami Palu di kantor Dinas Sosial, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (7/10). Warga antre sejak pagi untuk mendapatkan bantuan yang disalurkan dari Dinsos. (Googleberita.com/Fery Pradolo)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banyak relawan asing yang tiba-tiba datang ke Palu, Sulawesi Tengah, tanpa berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.

“Ada yang perorangan, ada yang dari organisasi asing, menggunakan visa turis dan tanpa keahlian yang diperlukan sesuai yang ditetapkan pemerintah,” kata Sutopo dalam pesan tertulis di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Sutopo menegaskan, pemerintah hanya memerlukan bantuan asing berupa transportasi udara, pengolahan air, generator set dan tenda. Namun banyak sukarelawan asing yang kemudian datang dengan niat menjadi bagian dari tim pencarian dan pertolongan meski sebagian tidak dapat menunjukkan keahlian.

“Apalagi, evakuasi, pencarian dan pertolongan akan dihentikan secara resmi pada Jumat sore ini,” jelas Sutipo dilansir dari Antara.

BNPB membantah rumor bahwa pemerintah Indonesia mengusir relawan asing dari Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa pemerintah hanya meminta relawan asing memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan.

“Pemerintah Indonesia berterima kasih atas bantuan asing yang dapat membantu masyarakat terdampak bencana. Namun, ikuti ketentuan yang ada,” tutur Sutopo.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of