Politik

Plh Bupati Jember: Pejabat Jangan Pakai Ilmu Kebatinan








Jember (beritajatim.com) – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Hadi Sulistyo memerintahkan pejabat pemerintah kabupaten untuk berkomunikasi dengan DPRD Jember, Jawa Timur. Pejabat harus datang jika diundang parlemen.

“Tolong para pejabat, khususnya eselon II, buka kembali hubungan harmonis dengan DPRD. Karena yang namanya pemerintahan itu terdiri dari eksekutif dan legislatif,” kata Hadi, dalam rapat pengarahan aparatur sipil negara, di Aula PB Sudirman, Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (22/2/2021).

“Ini paket tidak bisa dipisah-pisah. Jadi ke depan saya berharap para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk bisa bekerjasama dengan DPRD dengan baik. Misalkan kalau diundang Dewan, sebisa mungkin hadir secara pribadi,” kata Hadi, disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga:

  • Gerindra Jatim: Andai Silpa APBD Jember Rp 800 M untuk Perangi Kemiskinan..
  • Pertemuan Plt Bupati Muqiet dengan DPRD Jember Diwarnai Gelak Tawa
  • DPRD Jember Minta BPK Lakukan Audit Investigasi
  • Plt Bupati Jember Minta Izin Mendagri Lagi, untuk Apa?
  • Kepala Disperta Jatim Resmi Jadi Pelaksana Harian Bupati Jember

Hadi mencontohkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Kalau kami diundang, hadir secara pribadi. Makanya tidak ada masalah. Karena yang bisa memutuskan segala sesuatu adalah kepala dinas, Kepala OPD. Jangan sampai dikirim eselon III, lalu mengatakan: ‘baik, Pak, saya laporkan pimpinan’. Tidak selesai. Berlarut-larut nanti. Dewan tidak akan berhenti. Memanggil lagi,” katanya.

“Kecuali ada alasan tertentu yang penting, yang tidak bisa ditinggalkan. Telepon Pak Ketua (DPRD). Ada komunikasi. Diundang tidak hadir, tidak ada komunikasi, ini menimbulkan persepsi lain. Semua kalau dikomunikasikan dengan baik, tentunya akan berjalan dengan baik,” kata Hadi.

Para pejabat diperintahkan menjaga hubungan baik dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. “Ajak bicara, komunikasi yang baik. Inti persoalannya adalah komunikasi. Buntunya masalah karena komunikasi. Komunikasi tidak lancar: buntu. Karena punya persepsi lain. Jadi jangan pakai ilmu kebatinan. Tidak bisa. Harus ada komunikasi yang baik. Susah kalau pejabat punya ilmu kebatinan,” sindir Hadi. [wir/kun]







The post Plh Bupati Jember: Pejabat Jangan Pakai Ilmu Kebatinan first appeared on beritajatim.com.