Teknologi

Piala Presiden Esport Berebut Rp 1,5 M

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Kejuaraan Piala Presiden Esports 2020 kembali digelar di Surabaya untuk mencari finalis dari Indonesia Timur untuk beradu dalam ajang final Piala presiden Esport yang digelar di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 11-12 Januari 2020 dengan total hadiah Rp 1,5 miliar.

Ada 4 jenis game yang dipertarungkan yakni free fire, eFoobal pro evolution soccer (PES) dan Mobile premier League (MPL) serta satu games lokal. Totalnya ada 177 rinu lebih peserta yang bertarung, namun hanya puluhan yang masuk babak berikutnya melalui seleksi online.

“Ketiga games ini kami pilih diantara banyak games yang ada, karena ketiganya memiliki jenjang karier yang jelas.  Dan ini juga dilombakan secara internasional,” ungkap Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esports 2020 dan CEO Indonesia Esports Premiere League (IESPL), Giring Ganesha, dalam jumpa pers di Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (10/1/2020) malam.

Menurut Giring yang dulu terkenal sebagai vokalis Band Nidji ini,  akan ada 12 tim (48 pemain) untuk game Free Fire, 64 pemain di game eFootball Pro Evolution Soccer (PES), dan 32 pemain di game Mobile Premiere League (MPL) yang berebut tiket menuju final di Jakarta pada Februari mendatang.

Piala Presiden Esports 2020 merupakan inisiatif untuk memajukan dan mengembangkan esports agar membawa dampak positif bagi Indonesia di berbagai aspek. Tidak hanya mengharumkan nama bangsa lewat prestasi atletnya, namun kedepan dapat mendorong pertumbuhan dari sisi ekonomi kreatif dan pariwisata. Oleh karena itu penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2020 membawa slogan #EsportsUntukNegeri.

“Ini juga yang menjadi visi kami meningkatkan level turnamen Piala Presiden Esports dari sebelumnya level nasional, menjadi regional Asia Tenggara dengan melibatkan negara-negara tetangga. Harapannya atlet esports kita semakin kompetitif sekaligus di saat yang bersamaan bisa memberi dampak secara ekonomi kreatif dan ikut mendorong bertumbuhnya sport tourism,” jelas Giring.

Peningkatan taraf turnamen ini tentunya juga diikuti dengan kualitas penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2020 serta pelayanan untuk para atletnya. Giring menjelaskan sebagai kejuaraan internasional, IESPL akan memberikan fasilitas penuh untuk seluruh atlet esports yang bertanding di tahap Kualifikasi Regional hingga ke Final Nasional.

“Mulai dari kebutuhan transportasi, akomodasi, hingga konsumsi akan dipenuhi sesuai standar atlet profesional. Hal ini untuk memastikan para atlet siap bertanding di Piala Presiden Esports 2020 dalam kondisi terbaik,” ujarnya.
Jumlah pendaftar Piala Presiden Esports 2020 mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 177.098 pemain. Melonjak drastis dari gelaran tahun lalu yang hanya sebesar 15 ribu pemain. Jumlah tersebut terbagi atas 23.392 tim atau 123.172 pemain untuk game Free Fire, 2.440 untuk game eFootball PES, dan 51.486 orang untuk game Mobile Premier League.

“Antusiasme terhadap Piala Presiden Esports 2020 meningkat drastis dari gelaran tahun lalu. Ini terlihat dari melonjaknya jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti tahapan kualifikasi baik di dalam negeri maupun dari negara-negara tetangga. Kami optimis melalui Piala Presiden Esports 2020, Indonesia mampu menjadi tuan rumah kejuaraan esport berskala internasional dan menjadi mercusuar esports Asia Tenggara,” kata Giring.

Sementara itu tiga pemain esport yang lolos ke babak semifinal ini mengaku menambah waktu latihan games mereka demi memenangkan turnamen ini. Jamaludin Fahmi pemain MPL dari Blitar mengaku berlatih hingga gadgetnya panas. Meskipun kini jam main saya sudah mencapai 15 ribu main tetap saya harus terus main untuk mengatur strategi.

“Biasanya mainnya 8 jam sehari sekaranh harus latihan hingga 10 jam per hari. Karena lawannya bagus-bagus,” ujar pemain Free Fire, Rifky Arif Syahbandi (tim onic).

Baca Juga:

  • Bayar Rp 15 Milyar Owner Esport Ancam Mundur Ikut Turnamen Mobile Legend
  • JD.ID High School League 2019 Musim Kompetisi ke-2 Resmi Bergulir
  • Lewat Generasi Kedua, Keluarga Soeryawan Soewandibio Kembangkan ESport

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Surabaya, Afghani Wardhana menyambut baik penyelenggaraan Kualifikasi Regional Indonesia Timur di Surabaya. Ia menyebut penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2020 dapat memacu lahirnya talenta-talenta esports nasional yang dapat mengharumkan nama bangsa di kejuaraan-kejuaraan dunia.

Namun sayangnya Surabaya ternyata belum bisa memberikan wadah dan fasilitas yang sama seperti para atlet cabang olahraga mainstream yang sudah ada selama ini. Salah satunya pemberian reward bagi atlet Esport berprestasi.

“Kami akan mencarikan payung hukumnya terlebih dahulu. Baru kami bisa menentukan langkah berikutnya,” kilah Afghani.[rea/ted]

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of