Lifestyle

Perlukah Wanita Mencukur Bulu Kemaluan Secara Rutin?

googleberita

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan adalah pilihan pribadi setiap wanita. Ada wanita yang lebih suka membiarkan rambut area kewanitaannya tumbuh secara alami, ada pula yang lebih nyaman setelah mencukurnya. Lantas, mana pilihan yang lebih tepat untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan organ intim? 

Perlukah Anda mencukur bulu kemaluan?

Seperti rambut di kepala Anda, rambut yang tumbuh di kemaluan juga memiliki kegunaan tersendiri. Fungsi utama rambut kemaluan adalah mengurangi gesekan ketika berhubungan seksual serta mencegah infeksi bakteri, jamur, maupun mikroba lain.

Tumbuhnya bulu kemaluan juga menjadi tanda bagi anak yang mencapai masa pubertas. Setelah puber, beberapa orang mungkin akan memiliki rambut di area kelamin yang lebih lebat. Hal ini sangat lumrah dan ditentukan oleh kondisi hormon masing-masing.

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan bergantung pada diri sendiri. Secara umum, ada beberapa alasan seorang wanita mencukur rambut kemaluan, di antaranya:

  • Pilihan dan rutinitas pribadi. Beberapa orang dengan sendirinya lebih suka atau sudah terbiasa mencukur bulu kemaluan.
  • Menyenangkan pasangan. Pada penelitian yang dimuat dalam The Journal of Sexual Medicine, sebagian besar laki-laki lebih menyukai jika pasangannya mencukur bulu kemaluan.
  • Pola pikir yang telah terbentuk pada masyarakat. Rambut di area kewanitaan dianggap menurunkan daya tarik.
  • Keyakinan bahwa mencukur rambut kemaluan dapat meningkatkan sensitivitas organ intim saat berhubungan seksual.

Walaupun terdapat banyak alasan untuk mencukur bulu kemaluan, Anda tidak perlu melakukannya apabila tidak ingin. Anda juga tidak harus membabat habis bulu kemaluan jika sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini.

Mana yang lebih besar manfaat dan risikonya?

Mencukur bulu kemaluan dapat memberikan manfaat dalam kondisi tertentu. Misalnya, Anda memiliki bulu kemaluan yang lebat sehingga terasa mengganggu. Atau, Anda merasa lebih percaya diri saat berhubungan intim setelah kemaluan bersih dari rambut.

Namun, pada dasarnya tak ada manfaat medis yang dapat Anda peroleh dari mencukur bulu kemaluan. Meski membuat Anda merasa lebih nyaman, mencukur bulu kemaluan juga bisa menghilangkan fungsinya bagi kesehatan organ intim.

Ketika dicukur, lapisan kulit pada area organ intim yang halus dan sensitif tidak lagi terlindung dari gesekan saat berhubungan seksual.

Organ intim pun lebih rentan terkena infeksi karena tidak ada lagi yang menghalangi masuknya mikroba.

Selain itu, Anda pun perlu betul-betul memahami cara mencukur bulu kemaluan yang aman jika ingin terhindar dari berbagai efek sampingnya, seperti:

  • Rasa gatal dan sensasi terbakar (razor burn)
  • Ruam dan kemerahan
  • Iritasi dan luka
  • Infeksi akibat rambut kemaluan tumbuh ke dalam kulit
  • Reaksi alergi terhadap krim cukur

Jika Anda mencari cara terbaik menjaga kesehatan organ intim, tetaplah membiarkan rambut kemaluan tumbuh secara alami. Bersihkan secara rutin menggunakan air setiap mandi tanpa menggunakan sabun mandi karena dapat mengubah pH alami organ intim.

Bagi Anda yang perlu mencukur bulu kemaluan demi kenyamanan, gunakan alat yang bersih dan krim yang tidak memicu iritasi. Cukup bercukur setiap 2-4 minggu sekali karena yang terpenting bukanlah seberapa sering Anda mencukur, melainkan cara mencukur yang tepat.

The post Perlukah Wanita Mencukur Bulu Kemaluan Secara Rutin? appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of