Lifestyle

Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui?

googleberita

Persediaan ASI yang melimpah selama masa menyusui menjadi harapan besar bagi setiap ibu. Demi mewujudkan hal tersebut, tidak sedikit ibu menyusui yang rela mengonsumsi aneka jamu, makanan, maupun minuman yang disebut-sebut ampuh untuk memperbanyak produksi ASI. Susu pelancar ASI, misalnya, yang katanya bisa memperbanyak jumlah ASI. Namun, benar atau tidak, ya?

Benarkah susu pelancar ASI bisa bekerja secara efektif?

Susu pelancar ASI merupakan salah satu dari beberapa upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada payudara selama masa menyusui. Dalam hal ini, susu pelancar ASI masuk ke dalam laktogogue.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), laktogogue adalah suatu bahan maupun zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan, serta meningkatkan produksi ASI. Ini karena rendahnya produksi ASI biasanya menjadi alasan utama mengapa para ibu menyusui terpaksa harus menghentikan pemberian ASI eksklusif.

Atas dasar inilah, dicari berbagai makanan dan minuman yang dapat membantu mengatasi masalah ini, salah satunya dengan minum susu pelancar ASI. Susu yang bertugas untuk meningkatkan jumlah ASI ini bisa diolah dari berbagai macam bahan utama.

Sebenarnya, efektif atau tidaknya susu ini untuk melancarkan produksi belum terbukti sepenuhnya secara ilmiah. Namun, melihat dari bahan utama yang kerap dijadikan andalan dalam susu pelancar ASI, ada beberapa komposisi utamanya.

Biasanya, berasal dari olahan susu sapi, kacang kedelai, maupun kacang almond. Berikut penjelasan masing-masing bahan di dalam susu pelancar ASI, dan keterkaitannya dengan produksi ASI:

Susu sapi

Melihat dari kandungan utamanya, susu sapi kaya akan kalisum dan asam lemak esensial alias essential fatty acids (EFA). Kedua kandungan ini yang dipercaya bisa merangsang produksi susu selama masa menyusui.

Bukan itu saja, susu pelancar ASI yang diolah dari susu sapi umumnya juga mengandung banyak zat besi di dalamnya. Nyatanya, kadar zat besi yang rendah di dalam tubuh bisa berpengaruh terhadap penurunan jumlah ASI ibu menyusui.

Hal ini dijelaskan oleh Department of Family Medicine and Community Health dari University of Wosconsin. Di sisi lain, minum susu pelancar ASI dari susu sapi secara tidak langsung telah membantu mencegah kemungkinan bayi mengalami alergi susu sapi.

Kacang kedelai

Selain susu sapi, bahan lain yang kerap dijadikan “bintang” utama dalam kandungan susu pelancar ASI yakni kacang kedelai. Sebuah penelitian di tahun 2018 dalam Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang, menjelaskan mengenai hal ini.

Penelitian yang dilakukan pada 40 peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai, ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya.

Isoflavon adalah asam amino berisi vitamin dan aneka zat gizi yang memperkaya kandungan kacang kedelai. Ada beragam manfaat yang ditawarkan oleh isoflavon bagi kesehatan tubuh.

Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, dan lain sebagainya. Di sisi lain, menurut penelitian tersebut, isoflavon yang ada pada olahan kacang kedelai diyakini bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Bahkan, zat isoflavon juga mampu menurunkan risiko kanker payudara pada ibu menyusui.

Kacang almond

Jenis kacang-kacangan lainnya yang biasa diolah menjadi susu pelancar ASI yaitu kacang almond. Pasalnya, kandungan dari kacang-kacangan dikenal dapat mendukung produksi ASI, sekaligus menjaga kepekatan warna ASI pada ibu menyusui.

Lebih dari itu, kacang almond juga dilengkapi oleh zat gizi seperti lemak, protein, vitamin, mineral, dan serat di dalamnya. Dengan begitu, bisa membantu mencukupi kebutuhan gizi harian Anda.
Menariknya lagi, lemak yang ada di dalam kacang almond merupakan asam lemak tak jenuh rantai tunggal. Jenis lemak yang satu ini tergolong sehat, karena dapat menurunkan kadar lemak “jahat” atau LDL, dan menggantinya dengan lemak “baik” LDL.

Rajin menyusui, cara jitu untuk meningkatkan produksi ASI

Upaya untuk memperbanyak produksi ASI tidak hanya dengan minum susu pelancar ASI. Cara lainnya, Anda bisa meningkatkan frekuensi menyusui bayi setiap beberapa jam sekali maupun rutin memompa ASI.

Ini karena semakin sering Anda menyusui maupun memompa ASI, otomatis persediaan ASI di payudara lebih cepat habis. Peningkatkan frekuensi menyusui ini juga disertai dengan semakin tingginya kadar hormon prolaktin di dalam tubuh.

Hormon inilah yang membantu meningkatkan produksi ASI pada payudara. Dengan kata lain, bukan tidak mungkin produksi ASI pada payudara akan ikut berkurang jika tidak rutin dikosongkan.

Begitu pula ketika Anda sering menyusui maupun memompa ASI, tentu akan berpengaruh terhadap peluang meingkatnya produksi ASI. Meski begitu, sebenarnya tidak masalah untuk berusaha meningkatkan produksi ASI dengan rutin minum susu pelancar ASI.

Hanya saja, pastikan Anda sudah mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter, dan mendapat persetujuan dari dokter. Dokter biasanya akan memastikan seberapa butuh Anda untuk minum susu pelancar ASI, dan menyesuaikannya juga dengan kondisi kesehatan Anda.

The post Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui? appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of