Politik

Penyediaan Alat Pelindung Diri untuk KPU Jember Butuh Rp 6 M

googleberita


Jember (beritajatim.com) – Pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini membutuhkan ketersediaan alat pelindung diri bagi seluruh jajaran penyelenggara di bawah Komisi Pemilihan Umum. Setidaknya diperlukan anggaran Rp 6 miliar.

Hal ini dikemukakan Ahmad Hanafi, salah satu komisioner KPU Jember, Senin (22/6/2020). “Yang membedakan penyelenggaraan pilkada periode ini dengan periode sebelumnya adalah penerapan protokol kesehatan. Namun pada prinsipnya semua teknis penyelenggaraan sama., tak ada yang berbeda,” katanya.

Protokol kesehatan ini diterapkan ketat di setiap tahap penyelenggaraan, terutama bimbingan teknis yang melibatkan banyak orang. “Oleh karena itu, kebutuhan kami adalah alat pelindung diri. Kami sudah berkoordinasi dan bersepakat dengan Pemkab Jember, bahwa seluruh kebutuhan APD akan dipenuhi mereka,” kata Hanafi.

Baca Juga:

  • Habib Ahmad: PDIP Tak Mau Ulangi Kesalahan dalam Pilkada Jember
  • PKS: 2020, Ganti Bupati Jember
  • IKAPMII: Silakan Kalau Ada Alumni PMII yang Pantas Jadi Cabup Jember
  • Sukses Dongkrak Suara PPP, Gus Mamak Bidik Kursi Cabup Jember

APD ini disediakan untuk penyelenggara pemilu tingkat KPU, panitia pemilihan kecamatan, panitia pemungutan suara, kelompok penyelenggara pemungutan suara, perlindungan masyarakat, dan petugas pemutakhiran data pemilih. “APD itu berupa sarung tangan, masker, hand sanitizer, pelindung wajah, sabun, dan lain-lain,” kata Hanafi.

Seluruh penyelenggara juga menjalani tes cepat. “Ini untuk memastikan bahwa masyarakat tak perlu khawatir penyelenggara pemilu jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Kami pastikan betul petugas tak memiliki kendala dari sisi kesehatan,” kata Hanafi. [wir/but]