Politik

Penggunaan Produk Dalam Negeri Pemkab Jember Capai 45 Persen, Bupati Lapor Gubernur

Penggunaan Produk Dalam Negeri Pemkab Jember Capai 45 Persen, Bupati Lapor Gubernur.

Jember (beritajatim.com) – Penggunaan produk dalam negeri oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdasarkan perbaruan data pada 27 September 2022 kurang lebih sekitar 45 persen. Saat ini pembaruan data program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) terus dilakukan.

Bupati Hendy Siswanto mengakui pemutakhiran data P3DN Pemkab Jember berlangsung lambat, karena masalah teknis Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).

“Kan memasukkan datanya seluruh Indonesia bareng, karena (target) dikebut oleh Pak Jokowi. Dikasih batas waktu. Seluruh Indonesia kebut-kebutan memasukkan data. OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) besar kita yang kurang cepat-cepat (memasukkan data) seperti Bina Marga dan Cipta Karya,” katanya.

“Anda bisa lihat Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Jember, kami tidak ada pengadaan (komponen) luar negeri. Semua dalam negeri,” kata Hendy kepada beritajatim.com, Jumat (30/9/2022).

“Pekerjaan kami kan pekerjaan inftrastruktur jalan dan saluran irigasi. Mana ada pakai (komponen) luar negeri? Persentase lapangan kami di atas 60 persen. Artinya kami bisa mencapai 50-55 persen lebih untuk (serapan) produk dalam negerinya,” kata Hendy.

Hendy akan melayangkan surat ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk melaporkan serapan penggunaan produk dalam negeri oleh Pemkab Jember. “Ini berpengaruh terhadap kepercayaan publik untuk Jember,” katanya.

Baca Juga:

  • Khawatir KPU, PPP Berharap Bawaslu Awasi Ketat Pilkada di Jatim
  • Bedah Buku Prabowo-Sandi ‘Dicekal’ di Surabaya, Lancar di Jember
  • PPKM Berbasis RT dan RW di Jember akan Dievaluasi Setelah 7 Hari
  • Hendy-Firjaun Kuasai Semua Daerah Pemilihan di Jember

P3DN sangat penting dalam pembangunan daerah. Hendy menilai tingkat inflasi Jember yang terkendali berkorelasi dengan tingkat penggunaan produk dalam negeri.

“Lah sekarang kan lucu. Inflasi kita bagus, tapi penggunaan produk dalam negeri kita kurang. Kan ya tidak mungkin,” katanya

Korelasi tersebut, menurut Hendy, menunjukkan bahwa ada perputaran uang dalam proses pembangunan di Jember. “Uang itu uang besar yang berputar di Jember. Dan kontraktor-kontraktor (yang mengerjakan proyek infrastruktur dengan dibiayai APBD) adalah kontraktor Jember, hampir 80-90 persen adalah orang Jember,” kata Hendy.

Hendy mengingatkan APBD adalah stimulus menunjang perekonomian. “Dalam posisi krisis seperti sekarang ini, APBD justru jadi senjata utama untuk kita bisa menekan inflasi,” katanya. [wir/beq]




Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI