Politik

Pengasuh Ponpes Al Fatich Apresiasi Gerak Cepat Cak Machfud Cegah Corona

googleberita

Surabaya (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatich, KH Abuya Haris Alitamam merestui Machfud Arifin maju dalam pemilihan Wali Kota Surabaya pada September 2020 mendatang.

Menurut Kiai Haris, sapaan karibnya, Machfud Arifin atau Cak Machfud dianggap sebagai figur yang peduli dan perhatian, khususnya untuk pondok pesantren. “Pak Machfud figur yang peduli dan perhatian pada pondok pesantren,” ujar Kiai Haris.

Kiai Haris menambahkan, kepedulian Machfud ditunjukan dengan datangnya jenderal bintang dua itu ke ponpesnya membawa pasukan untuk melakukan penyiraman cairan disinfektan. “Pak Machfud figur yang cepat tanggap, dia memberikan bantuan berupa penyiraman cairan disinfektan disetiap sudut pondok pesantren ini,” ungkap Kiai Haris.

Dengan kepedulianya itu, Kiai Haris mengatakan merestui Machfud Arifin untuk maju pada pemilihan Wali Kota Surabaya. “Insyaallah saya merestui, semoga beliau amanah jika nanti diberi titipan menjadi Wali Kota Surabaya,” ucap Kiai Haris.

Baca Juga:

  • Karangan Bunga untuk Jokowi-Ma’ruf Berdatangan ke Posko TKD Jatim
  • Timses Jokowi: Tutup Kekalahan Daerah Lain, Jatim Harus Menang Besar
  • Cak Machfud Diyakini Mampu Bawa Surabaya Menjadi Lebih Maju
  • Pengamat: Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin Punya Modal Besar Maju Pilwali Surabaya
  • Pedagang Pasar Surabaya Dukung Cak Machfud Jadi Wali Kota

Sebagaimana diketahui, pandemi Coronavirus Diseae 2019 atau Covid 2019 telah mewabah ke seluruh dunia termasuk di Indonesia, hari ini 1155 warga Indonesia terkonfirmasi positif Corona, 994 dalam perawatan, 59 sembuh dan 102 tercatat meninggal dunia.

Untuk Surabaya sendiri, jumlah kasus virus corona mencapai 77 orang terkonfirmasi positif, 4.568 orang dalam pemantauan, 307 pasien dalam pemantauan, 8 sembuh dan 4 meninggal dunia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah mengonfirmasi penambahan 11 orang penderita yang terkonfirmasi positif Corona, menurut keterangan, 7 dari 11 orang yang terpapar berada di Surabaya. Ini menunjukkan bahwa Surabaya merupakan kota dengan jumlah penderita terbanyak di antara kota lainnya di Jawa Timur.

Sampai hari ini, belum ada upaya yang signifikan dari Pemerintah Kota Surabaya, masyarakat mengeluhkan belum adanya tindakan konkret pemkot untuk pencegahan di tiap daerah di Surabaya. [hen/suf]