Peristiwa

Pengamat: Paparkan Visi-Misi, Debat Pilpres di Kampus Tak Masalah

Googleberita.com, Jakarta Kubu Prabowo-Sandi menyarankan debat kandidat Pilpres digelar di kampus. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro tidak mempermasalahkan bila kampus dijadikan lokasi debat asal memperdebatkan visi misinya.

“Kalau menurut saya, tidak apa-apa jadi kan dia sedang memperdebatkan visi misinya, jadi bukan pilih saya,” kata Siti di Anomali Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Siti menekankan, para kandidat Pilpres punya tanggung jawab moral untuk menyosialisasikan visi misinya. Dan pemilih yang cerdas harus mendengarkan visi misi itu tersebut. Sehingga mesti diwadahi serta harus diberikan sarananya.

“Saya melihat bahwa sebagian dari mereka sudah punya pilihan sebenarnya. Nah sekarang bagaimana menyakinkan pemilih tadi itu supaya memilih dirinya dengan visi misi tadi dengan program tadi. Jadi itulah kontestasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini tidak bodoh dan perlu dipandu oleh paparan akurat dari pasangan Jokowi maupun Prabowo.

“Karena itu di-fiding dengan informasi-informasi yang akurat oleh langsung calon itu bahwa saya punya Nawacita, plus ini-ini saya sudah berhasil. Ini asyik begitu,” imbuhnya.

 

 

Usulkan Debat di Kampus

Dua calon Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Joko Widodo (Jokowi) dari Partai PDIP saling berpelukan seusai sesi debat pilpres 2014 di Jakarta pada 22 Juni 2014. (AFP PHOTO / ROMEO GACAD)

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar debat tersebut bisa dilakukan di kampus. Dan diikuti oleh para akademisi serta mahasiswa.

“Kami mengusulkan debat capres yang digelar oleh KPU, digelar di kampus terpilih, diikuti oleh akademisi dan mahasiswa terpilih,” ucap Dahnil, Minggu (21/10).

Nantinya, kata Dahnil, mahasiswa dan akademisi bisa berdialog dan mengupas semua visi-misi para Paslon. Bahkan bisa ditayangkan secara live oleh televisi nasional.

“Bebas berdialog dan menguliti semua visi-misi kandidat dan live di TV nasional,” ungkap Dahnil.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of