Politik

Pemprov: 56 Persen Koperasi dan UKM di Jatim Terdampak Pandemi

googleberita







Surabaya (beritajatim.com) – Ada 56 persen sektor koperasi dan UKM di Jatim yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Terutama sektor UKM makanan dan minuman yang terdampak parah, karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu. Ini karena tidak bisa makan di tempat, melainkan harus take away atau dibawa pulang.

“Dari 56 persen yang terdampak, sektor makanan dan minuman yang paling terdampak. Ini karena sempat tidak bisa berjualan, kemudian ada kebijakan harus dibungkus, padahal masyarakat ingin makan di tempat,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Mas Purnomo Hadi kepada wartawan di kantornya, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga:

  • Wajah Ekonomi Kota Santri di Tengah Pandemi
  • Gubernur Khofifah Ajak Semua Komponen Bangkitkan UMKM, Percepat Pemulihan Ekonomi
  • Berusia 59 Tahun, Bank Jatim Perkuat Inovasi dan Kolaborasi
  • Mendulang Berkah dari Produksi Pelindung Wajah
  • BPUM di Kabupaten Mojokerto Ditarget untuk 64 Ribu Pelaku UMKM

Pihaknya mendorong pada para pelaku usaha untuk memanfaatkan sistem digital dalam upaya peningkatan penjualan di tengah pandemi Covid-19. Ini karena banyak pengusaha yang sulit mendapatkan bahan baku. Di sisi lain, juga sulit mendapat permodalan. “Karena itu, pada saat awal kami yang mencarikan bahan baku agar kesulitan pelaku UKM bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Setelah itu, kemudian ia mendorong para asosiasi pengusaha maupun langsung pada para pelaku usaha untuk mulai menyasar penjualan secara digital melalui online atau market place.

Dinkop UKM sendiri saat ini sudah memiliki kerja sama dengan beberapa platform yang itu dapat menunjang penjualan. “Kemudian kita punya Instagram dan channel Youtube untuk meningkatkan penjualan, karena misi saya adalah meningkatkan UKM berbasis syariah dan digitalisasi,” tegasnya.

Bahkan, ia secara khusus juga membuat group WhatsApp bisnis agar para pengusaha bisa mempromosikan produk melalui group tersebut. Di sisi lain, Dinkop UKM Jatim juga tengah merencanakan membuat Pojok UKM di kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang itu memang ramai pengunjung. Sehingga, ketika ada tamu dari luar daerah dapat membeli barang yang telah dipamerkan. “Yang sudah ada Pojok UKM di Sekretariat DPRD Jatim dan BPSDM Jatim. OPD lainnya seperti Bapenda segera menyusul,” pungkasnya. (tok/kun)








The post Pemprov: 56 Persen Koperasi dan UKM di Jatim Terdampak Pandemi first appeared on beritajatim.com.