Politik

Pemerintah Perlu Master Plan Demi Jamin Ketahanan Air di Ibu Kota Baru

googleberita

Malang (beritajatim.com) – Perum Jasa Tirta 1 memberikan saran kepada pemerintah dalam rencana pemindahan ibu kota baru ke wilayah Kalimantan Timur, agar membuat master plan tentang ketahanan air di daerah itu. Master plan harus dibuat demi menjamin ketahanan dan keamanan air bagi warga.

“Butuh master plan untuk menjamin ketahanan air. Jasa Tirta 1 siap bila ditugaskan untuk memastikan sistem pengelolaan sumber daya air yang menjadi tangung jawab pemerintah benar-benar berpihak untuk kepentingan publik,” kata Direktur Utama Perum Jasa Tirta 1 Raymond Valiant Ruritan, Sabtu, (5/9/2019).

Raymond menyarankan pemerintah tak menyerahkan pengelolaan air di ibu kota baru kepada kalangan swasta. Sebab, air merupakan kebutuhan utama bagi warga. Sehingga sumber daya air dan ketahanannya benar-benar diperuntukan untuk 4 juta lebih warga di Kalimantan Timur.

Baca Juga:

  • Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Alternatif Ibu Kota Negara di Kalimantan Tengah
  • Presiden Jokowi: Ibu Kota Baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kaltim
  • Istana Undang Gubernur Kalsel, Kalteng, Kaltim dan Sulbar
  • Tinjau Kalimantan Timur, Presiden Cek Kelayakan Calon Ibu Kota Negara
  • Fahri Hamzah Beri Komentar Miring soal Rencana Jokowi Pindah Ibu Kota

“Jangan diberikan ke swasta, kalau ada apa-apa bahaya resikonya cukup besar. Memang butuh anggaran besar sedangkan APBN terbatas. Solusinya melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha, dengan membuat master plan terlebih dahulu,” papar Raymond.

Jasa Tirta 1 master plan selain untuk ketahanan air juga demi keamanan air. Apalagi melihat kondisi wilayah di Kalimantan Timur, pembangunan bendungan tidak bisa dibangun lebih tinggi sehingga volume airnya tidak banyak. Apalagi, jumlah bendungan yang terbilang masih minim.

“Kami siap, kami memiliki tim untuk mendukung PUPR, kita lihat dan membuat master plan. Intinya kita mensupport kebijakan pemerintah. Di sana ada potensi sumber daya air di Kaltim sudah ada sungai sistem Mahakam. Selain itu ada 4 bendungan yang beroperasi, potensi airnya cukup banyak,” tandas Raymond. (luc/kun)