Politik

Pemerintah Jamin Sumber Air di Ibu Kota Baru Tercukupi

googleberita

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah telah memutuskan Kalimantan Timur sebagau Ibu Kota Baru. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan potensi sumber daya air di wilayah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sekira 4 juta penduduk.

Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Fauzi Idris mengungkapkan Kaltim memiliki potensi sumber air yang cukup besar yakni, 14 meter kubik per detik. Jumlah ini cukup bahkan lebih untuk kebutuhan masyarakat Kaltim.

“Potensi ada dua bendungan cukup besar dari sumber tiga sungai mencapai 14 meter kubik per detik. Potensi itu cukup. Dengan proyeksi penduduk Kalimantan Timur sebanyak 3 juta sampai 4 juta jiwa. Ketersediaan air itu terpenuhi, bahkan berlebih. Lebih bagus kita siap stok air daripada nantinya kurang,” kata Fauzi, di Universitas Brawijaya Malang, Rabu, (4/9/2019).

Pemerintah saat ini secara bertahap menyiapkan infrastruktur bendungan mulai 2019 dan ditargetkan rampung pada 2024. Fauzi menyebut, melihat kondisi Kaltim bangunan bendungan tidak bisa dibuat lebih tinggi. Sehingga dibutuhkan teknologi gravitasi atau pompa untuk menambah pasokan air baku. Cara pengelolaan air tersebut dinilai lebih murah.

Sejauh ini, rekomendasi dari Perum Jasa Tirta 1 pemerintah diminta melakukan studi untuk membuat master plan. Kaltim memang memiliki potensi sumber daya air yang mencukupi, tapi tetap saja memerlukan kajian. Tujuannya guna menjamin ketahanan air (water security) benar-benar berpihak untuk kepentingan publik.

Baca Juga:

  • Korlap Aksi Terkait Ucapan Rasis Pada Mahasiswa Papua Minta Maaf
  • PSSI Kota Malang Bangga Tim Sepak Bola dan Futsal Jadi Semifinalis Porprov
  • Suami dan Istri di Malang Ditemukan Bunuh Diri

“Potensi air dari 4 bendungan belum cukup ideal. Perlu 2 sampai 3 bendungan baru lagi. Karena ada potensi sumber daya air yang tersedia sekitar 10 meter kubik per detik. Sebenarnya, untuk memenuhi kebutuhan penduduk sekitar 3 juta jiwa, maka butuh 6 meter kubik per detik saja sangat mencukupi,” tandasnya. (Luc/ted)