Teknologi

Pembelajaran Jarak Jauh dengan Ice Breaking Saldo Ecomers untuk Siswa 








Surabaya (beritajatim.com) – Sistem pembelajaran jarak jauh sudah berlangsung hampir dua tahun pasca pandemi Covid 19 menghantam Indonesia 2020 lalu. Otomatis metode belajar tatap muka di sekolah ditiadakan dan berganti menjadi daring.

Namun apakah selama satu tahun lebih ini pembelajaran jarak jauh cukup efektif bagi para guru dan siswa terutama Sekolah Menengah Pertama.

Bahkan tak jarang ada beberapa sekolah yang mulai memberlakukan sekolah tatap muka dengan jumlah prosentase 20 persen dan bergilir. Namun masih ada juga yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya Sekolah Menengah Pertama Negeri 55 dikawasan Pagesangan Surabaya.

Unnata Dwi R, Guru Matematika SMPN 55 mengatakan jika pembelajaran dengan metode ini sejauh ini masih sangat baik karena pengajar maupun siswa yang bersangkutan bisa belajar sambil memanfaatkan teknologi.

Baca Juga:

  • Gubernur: Siswa ke Sekolah Jangan Sampai Bahayakan Lansia di Rumah
  • IDI Jember Tak Rekomendasikan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah
  • Soal Pembelajaran Tatap Muka, Aktivis 98 Ingatkan Pemerintah
  • Banyuwangi Gelar PTM dengan Catatan

Namun dibalik teknologi yang berkembang, plus minus pembelajaran jarak jauh masih di rasa. Bukan hanya masalah signal, belajar selama berjam-jam juga bisa membuat mata sakit dan kurangnya interaktif antara guru dan murid.

“Sebenarnya daring salah satu metode baik untuk mengubah sekolah tatap muka, tapi tidak bisa dilihat dari satu sisi bagaimana pembelajaran jarak jauh ini bisa dikatakan kurang efektif juga karena interakai sekolah tatap muka dan daring ini beda dan susah. Bukan hanya interaktif tapi juga kedispilinan siswa menjadi kurang karena banyak siswa jam sekolah masih belum siap,” ungkap Unnata, Kamis (26/8/2021).

Lebih lanjut dikatakan mantan guru SMPN 30 Surabaya ini, adanya inovasi harus diberikan kepada para siswa dalam metode pembelajaran jarak jauh. Ia kerap kali membuat pembelajaran dengan sistem ice breaking atau quiz berhadiah, setelah pembelajaran selesai ia memberikan bonus pengisian saldo ecommers kepada siswanya yang berhasil mengikuti quiz.

“Banyak siswa saya yang ngga konsen dengan belajar jarak jauh ini, akhirnya saya punya ide membuat sistem pembelajaran ice breaking jadi setelah pembelajaran dikelas, dan sesekali memberi saldo ecommers kalau tambahan nilai kan sudah biasa kalu tambahan saldo gini mereka bisa jajan via aplikasi,” tuturnya.

Adapun harapan kepada Pemerintah, meskipun hingga kini masih belum ada keputusan kapan sekolah tatap muka akan kembali berjalan. Namun ini bisa menjadi salah satu pertimbangan mengapa pembelajaran tatap muka harus segera dilakukan meski menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

“semoga bisa dipertimbangkan segera sekolah tatap muka kalau  lagi dengan adanya pembelajaran jarak jauh ini kebanyakan siswa mungkin kurang adanya pemahaman materi atau terkadang miskomunikasi yang dipaparkan oleh para pengajar. Sedangkan bagi para siswa, diharuskan untuk menguasai teknologi yang ada,”tutupnya. [way/ted]









The post Pembelajaran Jarak Jauh dengan Ice Breaking Saldo Ecomers untuk Siswa  first appeared on beritajatim.com.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of