Lifestyle

Pasang Ring Jantung, 5 Hal Ini Harus Anda Perhatikan

FAJAR.CO.ID– Pada penderita penyakit jantung koroner yang kondisinya sudah cukup parah, dokter akan menyarankan untuk pasang ring jantung. Bila Anda ingin atau baru saja melakukannya, jangan langsung beraktivitas seperti biasa.

Pasalnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah pasang ring jantung.

Perlu diketahui, pemasangan ring atau stent di jantung merupakan bagian dari tindakan yang disebut sebagai intervensi koroner perkutan (PCI). PCI adalah prosedur non bedah yang menggunakan kateter untuk menempatkan struktur kecil yang disebut ring, untuk membuka pembuluh darah di jantung yang telah menyempit oleh penumpukan plak (aterosklerosis).

PCI dapat meningkatkan aliran darah, sehingga mengurangi nyeri dada yang berhubungan dengan jantung, membuat pasien merasa lebih baik, dan meningkatkan kemampuan dan kualitas untuk aktif kembali.

Kegunaan lain dari PCI meliputi meringankan atau mengurangi angina (nyeri dada kiri yang khas), mencegah serangan jantung, dan meredakan gejala gagal jantung kongestif.

Selain itu juga memungkinkan beberapa pasien untuk menghindari tindakan bedah (cangkok bypass arteri koroner atau CABG), suatu tindakan pembedahan yang luas dan sering kali butuh waktu rehabilitasi yang lama.

Hal-hal yang harus diperhatikan setelah pasang ring jantung

Seperti diketahui Cecep Reza meninggal dunia pascamelakukan pemasangan ring jantung. Dilihat dari akun Instagram miliknya, Cecep beberapa hari terakhir sudah beraktivitas seperti biasanya.

Bercermin dari kejadian tersebut, pasien yang baru melakukan pemasangan ring jantung memang tidak dianjurkan untuk kembali beraktivitas biasa, apalagi aktivitas yang berat. Lengkapnya, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah prosedur PCI.

Di rumah sakit

Observasi tanda vital dan perdarahan. Setelah prosedur, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan untuk diobservasi. Pasien akan tetap berbaring di tempat tidur selama beberapa jam setelah prosedur. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, tempat pemasangan, dan sirkulasi atau sensasi pada kaki atau lengan di lokasi sayatan.

Laporkan bila ada keluhan nyeri dada, sesak, sensasi hangat, perdarahan, atau nyeri di sekitar sayatan (biasanya kaki atau lengan).
Tirah baring (bed rest) yang lamanya bervariasi, bisa 2-6 jam tergantung kondisi.
Penggunaan pispot. Rasa ingin buang air kecil mungkin dapat timbul sebagai efek dari pewarnaan kontras tindakan dilakukan. Menggunakan alat bantu untuk buang air kecil dapat mengurangi mobilisasi dan risiko tekukan pada kaki dan lengan tempat sayatan.
Mobilisasi bertahap.
Rawat inap. Ini biasanya diharuskan guna memantau kondisi pasien setelah tindakan PCI. Yang dipantau meliputi tanda vital, keluhan, serta pemulihan pasca tindakan hingga pasien benar-benar stabil dan cukup kuat untuk rawat jalan.

Di rumah

Cek lokasi tempat akses pemasangan ring. Sesampainya di rumah, pasien harus memantau lokasi tempat dilakukannya sayatan untuk jalur PCI. Yang harus diperhatikan adalah ada atau tidaknya nyeri, bengkak, perubahan warna, suhu, ataupun kelainan pada kulit lainnya.

Mobilisasi bertahap. Pasien akan disarankan untuk tidak melakukan kegiatan berat. Dokter akan memberi tahu kapan pasien bisa kembali bekerja dan melanjutkan kegiatan normal saat melakukan kontrol.

Mengatur pola makan

Selain tak boleh beraktivitas berat, pasien juga harus menghindari beberapa makanan yang tidak baik untuk pasien jantung koroner. Hindari makanan yang mengandung trigliserida dan natrium tinggi, yakni: santan, gorengan, margarin, kelapa, garam, gula (karena berpengaruh langsung pada trigliserida), dan lain-lain.

Hindari juga makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti daging olahan, gorengan, makanan cepat saji, semua jenis roti, kue, dan cookies yang mengandung banyak lemak jenuh, dan sebagainya.

Tidak merokok

Jangan kembali merokok bila sebelumnya punya kebiasaan buruk tersebut. Asap rokok dan senyawa berbahaya lainnya dalam rokok bisa mengakibatkan efek samping yang buruk untuk jantung, serta bisa membuat kerja jantung semakin berat. Hindari asap rokok sebaik mungkin agar ring jantung bisa bekerja dengan baik.

Pasien harus segera ke IGD atau dokter terdekat apabila merasakan: Demam atau kedinginan.

Peningkatan rasa sakit, kemerahan, pembengkakan, atau perdarahan atau drainase (rembesan dari luka di lokasi sayatan).
Kedinginan, mati rasa, kesemutan, atau perubahan lainnya di lokasi sayatan.
Nyeri, rasa tekanan pada dada, mual muntah, berkeringat banyak, pusing, dan pingsan.
Dokter akan memberi petunjuk tambahan atau alternatif setelah prosedur, tergantung pada situasi khusus.

Pasien mungkin akan merasakan sakit di lokasi sayatan. Obat-obatan analgesik (pereda nyeri) bisa digunakan untuk mengatasi nyeri ringan intensitas hingga sedang. Obat antiplatelet juga bisa diberikan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.

Dokter jantung akan menginstruksikan rawat inap pasca tindakan untuk mengevaluasi dan menghindari terjadinya komplikasi seperti perdarahan, pembekuan darah, atau masalah dengan aliran darah ke jantung.

Masa rawat inap akan lebih panjang jika pasien mengalami kejadian koroner seperti serangan jantung. Pasien akan diinstruksikan untuk minum banyak air dan membatasi aktivitas fisik selama beberapa waktu. Ini penting guna memaksimalkan terapi dan menghindari berbagai komplikasi yang tidak diinginkan.

Demikian hal-hal yang harus diperhatikan setelah pasang ring jantung. Prosedur tersebut dapat menyelamatkan nyawa pasien dengan penyakit jantung koroner.

Namun, pasien tetap harus memodifikasi gaya hidup untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung.

Terapkan gaya hidup secara konsisten, mulai dari diet lengkap bergizi seimbang, olahraga teratur, dan berhenti merokok.(RN/RH/klikdokter/jpnn/fajar)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of