EkonomiFashionLifestylePeristiwa

Menyambut MRT, Kece dan Ramah Disabilitas.

MRT Jakarta membuka kesempatan untuk uji coba periode 22-23 Maret 2019.

Presiden Joko Widodo beserta beberapa menteri kabinet dan Gubernur  Jakarta Anies Baswedan menaiki MRT Jakarta.

MRT tersebut dari Stasiun Bundaran HI di Jakarta Pusat ke Lebak Bulus di Jakarta Selatan.

MRT Jakarta pun ada mulai beroperasi pada tanggal 24 Maret secara Komersial.

Akhirnya Jakarta sudah memiliki MRT sendiri, ini merupakan sesuatu yang pantas untuk dirayakan dikarenakan kita telah menunggu puluhan tahun. Ribuan penumpang pun dipersilkan menikmati uji coba MRT tersebut.

Jalur pertama yang menghubungkan lingkaran lalu lintas  Hotel Indonesia di Jakarta Pusat  ke Lebak Bulus di Jakarta selatan tersebut melengkapi layanan bus Transjakarta di ibukota, Kereta Coummuter Line dan moda transportasi umum lainnya yang merupakan salah satu kota paling padat di dunia.

Sementara kami berharap dapat melihat lebih banyak senyuman dari penumpang yang berpergian dengan menggunakan MRT, setelah Presiden Jokowo secara resmi membuka MRT kepada publik, kekecewaan juga masih bisa dirasakan. di karenakan pelantikan akan dilanjutkan meskipun banyak sistem pendukung belum selesai.

Ketika MRT sudah resmi di buka kepada publik, pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta belum mengungkapkan tarif MRT pada publik. hal ini dikarenakan para anggota dewan kota belum memutuskan tentang subsidi yang akan diberikan oleh pemerintah untuk meringankan beban para penumpang.

Minggu lalu para anggota dewan kota Jakarta sudah memperdebatkan bagaimana agar tarif  MRT dan angkutan ringan cepat (LRT) terjangkau bagi orang-orang dari semua lapisan masyarakat.

Untuk saat ini, Jakarta harus membayar subsidi yang lumayan untuk menjaga tarif antara Rp 8.500 (56 sen AS) dan Rp 12.500 untuk MRT dan antara Rp 5.000 dan Rp 7.000 untuk LRT.

Administrasi mengatakan akan bebas biaya hingga akhir bulan ini, tetapi kita masih belum tahu persis berapa banyak administrasi akan menagih penumpang setelah periode ini.

Fasilitas park and ride, untuk mendukung rute 15,7 kilometer hanya akan tersedia di 2 dari 13 stasiun, yaitu di Lebak Bulus dan Fatmawati, keduanya di ujung selatan jalur.  yang dekat dengan Bulus mengalami kemajuan lebih baik dari pada tempat parkir di dekat Fatmawati, yang masih sebidang tanah tandus. Bahkan ketika sudah siap, tempat parkir Lebak Bulus hanya akan menampung 150 mobil dan 500 sepeda motor, jumlah yang kecil dibandingkan dengan ribuan penumpang yang berpergian ke dan dari kota setiap hari.

Fasilitas park and ride sendiri lebih penting bagi pengguna MRT kelas menengah ke atas, mereka mengharapkan transportasi umum yang nyaman, faktor terpenting yang dapat membujuk mereka untuk meninggalkan mobil di rumah.

Tetapi dengan adanya fasilitas yang langka, penurunan penggunaan kendaraan pribadi tidak diharapkan dalam waktu dekat.

Meski demikian, semua masalah ini seharusnya tidak akan membuat siapa pun patah semangat. ketika didirikan Transjakarta, sebuah terobosan dalam transportasi umum kota pada tahun 2004, juga hampir tidak menarik kelas menengah yang pertama kali merasa sulit membayangkan naik bus.

Lima tahun kemudian, setelah operator bus kota secara bertahap meningkatkan jaringan dan layangan, sistem tersebut telah berkembang untuk mengangkut lebih dari 500.000 orang per hari.

Pelantikan untuk MRT ini akan dilaksankan Minggu ini, MRT tersebut pun merupakan terobosan lain dalam sejarah transportasi Indonesia.

MRT ini adalah awal dari perjalanan sarana transportasi umum yang canggih, meskipun sangat lambat, tetapi program ini sangat menarik dan bermanfaat bagi seluruh orang yang menggunakannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of