Lifestyle

Mengenal TENS, Terapi Listrik untuk Atasi Berbagai Jenis Nyeri

Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) adalah terapi yang menggunakan arus listrik untuk mengatasi nyeri karena berbagai kondisi, dari gangguan saraf, operasi, hingga nyeri akibat persalinan.

Seperti jenis terapi lainnya, TENS juga memiliki keunggulan dan efek samping. Meski efektif bagi sebagian orang, ada kondisi tertentu yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani terapi ini. Berikut informasi selengkapnya.

Mengenal TENS dan cara kerjanya

Sumber: Wirecutter

Terapi TENS dilakukan dengan mesin berukuran kecil yang disebut TENS unit. Mesin ini berfungsi menghantarkan arus listrik bervoltase rendah ke dalam sistem saraf. Arus listrik akan memasuki tubuh melalui dua buah elektroda yang ditempelkan pada kulit.

TENS adalah satu dari banyak terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah saraf. Melansir laman Cleveland Clinic dan beberapa sumber lainnya, TENS juga bermanfaat untuk mengurangi keluhan akibat:

  • Nyeri menstruasi atau endometriosis
  • Cedera pada saraf tulang belakang dan cedera akibat olahraga
  • Proses persalinan dan operasi
  • Nyeri sendi, leher, dan punggung
  • Peradangan pada otot atau bantalan sendi
  • Osteoporosis, fibromyalgia, dan multiple sclerosis
  • Kanker

Arus listrik yang dikirimkan dari TENS unit akan mengaliri sistem saraf pusat. Hal ini dapat mengurangi kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal nyeri menuju otak dan saraf tulang belakang sehingga nyeri perlahan berkurang.

TENS adalah terapi yang aman dan terkendali. Anda bisa mengontrol intensitas, durasi, dan frekuensi arus listrik dari tombol kendali yang terdapat pada TENS unit. Umumnya, terapi ini dilakukan selama 15 menit menggunakan arus listrik berfrekuensi 10-50 Hz.

Apa saja keunggulan dan efek samping dari TENS?

ruam

TENS merupakan terapi yang sangat efektif untuk mengatasi rasa nyeri. Terapi ini juga dapat mencegah kambuhnya nyeri di kemudian hari. Hasil terapi mungkin beragam, tapi tak menutup kemungkinan nyeri dapat hilang secara permanen.

Terapi TENS juga terbilang mudah dan praktis. Pasien tidak perlu mempersiapkan apa pun sebelum menjalani terapi. Terapi TENS bisa dilakukan secara mandiri di rumah, dengan catatan Anda sudah memahami titik tubuh yang akan dipasangi elektroda.

Efek samping dari terapi TENS adalah sensasi menggelitik, menusuk, dan dengungan mesin yang mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Beberapa pasien juga berisiko mengalami alergi terhadap gel lengket yang terdapat pada elektroda.

Gel lengket pada elektroda bersentuhan langsung dengan kulit. Alergi terhadap gel ini biasanya ditandai dengan kemerahan dan iritasi pada kulit. Jika Anda mengalami gejala tersebut, coba gunakan elektroda dengan gel yang bersifat hipoalergenik.

Efek samping juga bisa timbul bila Anda memasang elektroda dengan keliru. Jangan menempelkan elektroda pada bagian depan leher, sebab hal ini dapat menurunkan tekanan darah dan memicu kejang. Jangan pula memasang elektroda pada area mata karena dapat menyebabkan cedera mata.

Siapa yang tidak boleh menjalani terapi TENS?

Kejang dan Epilepsi Gabapentin obat apa

Meskipun efektif, tidak semua orang bisa menjalani terapi TENS. Orang-orang yang tidak boleh menjalani TENS adalah wanita hamil, penderita epilepsi dan penyakit jantung, serta orang yang menggunakan alat pacu jantung atau implan sejenisnya.

Arus listrik pada terapi TENS mungkin mengganggu kerja alat pacu jantung atau berinteraksi dengan implan yang terbuat dari besi. Sementara pada penderita epilepsi, elektroda yang dipasang dekat leher atau mata dapat memicu kejang.

Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi TENS. TENS adalah terapi yang sangat efektif bila diterapkan dengan tepat. Efek sampingnya pun relatif kecil dibandingkan manfaatnya yang besar dalam meredakan nyeri.

The post Mengenal TENS, Terapi Listrik untuk Atasi Berbagai Jenis Nyeri appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of