Lifestyle

Mengenal Berbagai Perkembangan Fisik yang Dialami Anak Usia Sekolah

googleberita

Salah satu pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak saat memasuki usia sekolah adalah fisik. Semakin bertambahnya usia, anak juga mengalami perkembangan secara fisik. Sebagai orangtua, Anda tetap harus memerhatikan serta mendorong perkembangan fisik anak sesuai dengan usianya. Lalu, apa saja perkembangan fisik yang dialami anak di usia sekolah? Simak penjelasannya berikut ini.

Perkembangan fisik yang dialami anak usia sekolah

Di usia sekolah, mulai dari usia 6-12 tahun, anak mengalami berbagai perkembangan fisik. Perkembangan ini mulai dari bertambahnya berat dan tinggi badan, pertumbuhan organ seksual, pergantian gigi, dan masih banyak lagi. Berikut adalah perkembangan fisik yang dialami anak sekolah berdasarkan usianya.

Perkembangan fisik anak usia 6 tahun

Saat anak sekolah memasuki usia 6 tahun, ada beberapa pertumbuhan fisik yang dialaminya. Dimulai dari pergantian gigi susu menjadi gigi permanen. Pada usia ini, anak Anda akan mengalami gigi susu yang lepas, dan ompong hingga gigi permanennya tumbuh.

Sementara, untuk pertumbuhan tinggi badan, anak akan mengalami peningkatan hingga 8 sentimeter (cm). Lalu, untuk pertumbuhan berat badan, secara normal, anak akan mengalami peningkatan hingga 2.3 kilogram (kg).

Selain itu, pada usia 6 tahun, kesadaran akan citra tubuh mulai terbentuk. Hal ini membuat anak-anak menjadi lebih sadar terhadap apa yang dirasakan oleh tubuhnya. Sebagai contoh, anak Anda mungkin jadi lebih sering mengeluhkan rasa sakit yang dialami oleh tubuhnya.

Meski tergolong wajar, Anda tetap perlu memeriksakan kondisi kesehatan anak Anda jika anak mengeluhkan rasa sakit. Pasalnya, bisa saja rasa sakit tersebut memang disebabkan oleh cidera atau penyakit tertentu.

Perkembangan fisik anak usia 7 tahun

Jika Anda mendapati anak Anda terlihat lebih kurus dan jangkung daripada sebelumnya, Anda tak perlu khawatir. Hal ini merupakan bagian dari perkembangan fisik yang dialami anak pada usia 7 tahun. Di usia ini, anak akan bertransformasi menjadi anak yang memiliki tampilan yang lebih dewasa dibanding sebelumnya, saat Anda masih berpipi tembam dan terlihat menggemaskan.

Di samping itu, anak akan bergerak lebih aktif. Hal ini menyebabkan anak menjadi lebih cepat lelah. Bahkan, anak usia 7 tahun membutuhkan waktu untuk tidur sebanyak 11 jam dalam sehari. Oleh sebab itu, tak heran jika anak menjadi terlihat lebih kurus dibanding usia sebelumnya.

Meski begitu, pada usia ini, anak-anak mengalami pertambahan tinggi badan hingga 5-7.5 sentimeter (cm). Tak hanya itu, perkembangan fisik anak di usia 7 tahun juga bisa ditandai dengan peningkatan berat badan yang cenderung lebih cepat. Sementara, pada usia 7 tahun gigi permanen anak satu per satu mulai tumbuh sebagai pengganti gigi susu.

Perkembangan fisik anak usia 8 tahun

Menurut Wayne State University Physician Group, anak usia 8 tahun lebih rentan terhadap ‘kecelakaan’ kecil seperti terjatuh, menabrak sesuatu, khususnya saat sedang bermain. Hal ini mungkin saja terjadi saat anak bermain bersama teman di taman bermain.

Tak hanya itu saja, perkembangan fisik anak usia 8 tahun ditunjukkan dengan ukuran tubuhnya yang sudah tidak terlihat seperti anak-anak, melainkan beranjak remaja. Meski begitu, anak usia 8 tahun masih belum saatnya mengalami pubertas.

Di usia 8 tahun, anak akan mengalami perkembangan tubuh berupa kenaikan berat badan 2-3 kg, sedangkan tinggi badan anak akan mengalami peningkatan hingga 7.5 cm. Namun, hal ini sebenarnya bisa berbeda-beda pada tiap-tiap anak. Biasanya, anak usia 8 tahun sudah mulai memperhatikan tinggi dan berat badannya sendiri.

Pada usia ini, anak Anda mungkin masih mengalami pertumbuhan gigi permanen setelah gigi susunya satu persatu mulai lepas.

Perkembangan fisik anak usia 9 tahun

Memasuki usia 9 tahun, perkembangan fisik anak perempuan lebih kentara dibandingkan pertumbuhan fisik anak laki-laki. Hal ini ditandai dengan peningkatan tinggi dan berat badan yang lebih pesat terjadi pada perempuan dibanding pada anak laki-laki.

Tanda-tanda puber juga mulai dialami oleh anak di usia 9 tahun. Salah satunya adalah pertumbuhan organ seksual seperti pertumbuhan payudara pada anak perempuan dan pertumbuhan penis serta testis pada anak laki-laki. Hal ini bisa menjadi sebuah tantangan bagi anak, karena perkembangan fisik ini juga ‘didampingi’ dengan perkembangan emosional yang masih sama sekali baru untuk anak di usia tersebut.

Anda sebagai orangtua diharapkan untuk siap mendampingi anak menghadapi masa pubernya. Bahkan, jika perlu, Anda sudah mulai mengajarkan pendidikan seks sejak dini pada anak Anda agar ia mengerti dengan perkembangan fisik yang dialaminya. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada citra tubuh bagi anak-anak jika Anda tidak membantu anak untuk menghadapinya.

Tak hanya itu, mengingat bahwa pada usia ini, kepekaan terhadap citra tubuh sudah semakin terbentuk, tidak mengherankan jika anak Anda sudah lebih perhatian terhadap kebersihan tubuhnya, dan mulai peduli terhadap penampilannya. Masih sama dengan usia-usia sebelumnya, pada usia 9 tahun, salah satu perkembangan fisik yang masih berlanjut pada anak adalah pergantian gigi susu menjadi gigi permanen.

Perkembangan fisik anak usia 10 tahun

Seperti perkembangan fisik yang dialami anak perempuan pada usia 9 tahun, anak perempuan yang berusia 10 tahun juga mengalami perkembangan fisik yang relatif sama. Hal ini berarti anak perempuan memiliki laju perkembangan fisik yang lebih cepat jika dibandingkan dengan anak laki-laki.

Bahkan, anak perempuan di usia 10 tahun mungkin rata-rata akan lebih tinggi dibanding anak laki-laki pada usia yang sama. Namun, anak laki-laki yang berusia 10 tahun sudah mulai menunjukkan tanda awal pubertas, meski tidak semuanya. Beberapa anak laki-laki mungkin baru akan mengalaminya saat usianya beranjak remaja.

Hal ini tentu memberikan rasa yang kurang nyaman bagi sebagian anak-anak, baik karena pertumbuhannya terlalu lamban dibandingkan teman sebayanya, atau justru terlalu cepat. Anda mungkin harus mencoba berdiskusi dengan anak Anda saat ia mulai mengalami pubertas.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena anak usia 10 tahun menjadi lebih energik dan bersemangat, sehingga sebagian besar akan memiliki fisik yang kuat dan bugar.

Perkembangan fisik usia 11 tahun

Saat usia anak Anda 11 tahun, ia akan mengalami perubahan pesat pada fisiknya. Hal ini termasuk pada peningkatan lemak di dalam tubuh sehingga berat badan akan bertambah, khususnya pada anak perempuan. Di samping itu, anak perempuan yang berusia 11 tahun akan mulai mengalami pertumbuhan payudara, rambut kemaluan, dan rambut ketiak.

Tak hanya itu, pada usia ini, pinggul anak perempuan Anda juga mulai membesar. Begitu pula dengan kulit dan rambutnya yang akan semakin terlihat berminyak. Anak perempuan Anda juga bisa saja mengalami menstruasi pertamanya pada usia ini. Akan tetapi, tidak semua anak perempuan akan mengalami menstruasi pada usia ini.

Sementara, pertumbuhan fisik pada anak laki-laki yang berusia 11 tahun mulai tampak pada otot-ototnya yang membesar. Pita suara anak Anda juga mungkin berubah dan terdengar lebih dewasa. Sama halnya dengan anak perempuan, anak laki-laki juga akan mengalami pertumbuhan rambut kemaluan dan rambut ketiak.

Anak laki-laki juga akan mengalami pertumbuhan penis dan testis, serta skrotum yang berwarna semakin gelap. Tentu hal ini masih ‘baru’ bagi anak-anak di usia tersebut, sehingga sebagian anak Anda mungkin akan merasa aneh dan kebingungan.

Terus dampingi anak Anda dan beri pengertian kepadanya bahwa yang terjadi pada tubuhnya adalah perubahan yang normal dialami oleh semua anak-anak di usia menjelang remaja.

Perkembangan fisik anak usia 12 tahun

Bagi anak perempuan, pertumbuhan fisik yang dialaminya di usia 12 tahun ini menunjukkan tubuhnya yang mulai terbentuk. Saat pinggulnya membesar, pinggangnya justru mengecil. Hormon seksual di dalam tubuhnya mulai bekerja dan menimbulkan perubahan-perubahan pada tubuhnya.

Ya, pada usia ini, pertumbuhan fisik seperti pertumbuhan payudara, rambut kemaluan, bulu kaki, dan rambut ketiak masih terus dialami oleh anak perempuan. Jika anak perempuan Anda masih belum mengalami menstruasi, biasanya ia akan mengalaminya pada usia 12 tahun.

Begitu juga dengan anak laki-laki, pertumbuhan penis, testis, rambut kemaluan, dan rambut ketiak masih terus berlangsung pada usia ini. Bahkan, tidak hanya itu saja, anak laki-laki juga mungkin mengalami pertumbuhan bulu-bulu halus di wajah, pertumbuhan otot, dan suaranya menjadi terdengar semakin berat.

Pada usia ini, anak-anak Anda akan mengalami pubertas pada tingkat lanjut, sehingga anak menjadi lebih sadar akan penampilannya. Mungkin anak Anda akan mulai menggunakan deodoran, dan produk perawatan lainnya. Hal ini disebabkan anak Anda mulai peduli terhadap pendapat teman-teman sebaya mengenai tubuhnya.

Jadi, jangan heran jika hal ini juga berdampak pada perubahan sikap anak terhadap Anda, khususnya saat mereka berada di depan teman-temannya. Namun, setiap anak tentu berbeda-beda. Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda masih belum mengalami pertumbuhan seperti yang dijelaskan.

Selain itu, jika Anda belum pernah memberikan pendidikan seks pada anak, mungkin saat ini adalah saat yang paling tepat.

The post Mengenal Berbagai Perkembangan Fisik yang Dialami Anak Usia Sekolah appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of