Politik

Melalui DD, Inovasi 5 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto Menarik dan Bermanfaat

googleberita

Mojokerto (beritajatim.com) – Melalui Dana Desa (DD) lima kecamatan di Kabupaten Mojokerto terus tumbuh dalam membuat banyak inovasi menarik dan bermanfaat. Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko dan Trowulan.

Di bidang kesehatan dan pertanian, Kecamatan Bangsal telah membuat inovasi Posyandu Jiwa di Desa Mojotamping dan budidaya labu di Desa Pacing. Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar pun tak ingin kalah, yakni membuat gebrakan inovasi pemanfaatan ban bekas.

Selanjutnya di bidang insfrastruktur, Desa Panggih Kecamatan Trowulan juga sudah berhasil membangun petilasan Hayam Wuruk memakai DD dan BK Desa senilai Rp5 miliar. Di bidang SDM, Desa Blimbingsari Kecamatan Sooko telah sukses mendirikan sekolah sepak bola.

Semua inovasi tersebut dipaparkan dalam acara Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 cluster 2, yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi di Gedung Korpri Raya Jabon, Selasa (1/10/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto sekaligus panitia pelaksana acara, Ardi Sepdianto mengatakan, BID cluster 2 ini mencakup lima kecamatan eks pembantu bupati wilayah Mojokerto. Yakni Kecamatan Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko dan Trowulan.

Baca Juga:

  • Ada Indikasi Perbuatan Pidana, Kejari Mojokerto Tingkatkan Status Penyidikan
  • Dana Desa di Kabupaten Mojokerto Tahun 2019 Rp 200 Miliar
  • Keluarga Tak Ditemukan, Penyebab Mayat Perempuan Membusuk di Mojokerto Tunggu Otopsi
  • KPK Sita Rumah Kediaman Orang Tua Bupati Mojokerto Nonaktif

“Maksud dan tujuan acara ini adalah menjembatani pemerintah desa dalam hal pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan DD secara efisien,” ungkapnya.

Sementara itu, Wabup Mojokerto, Pungkasiadi dalam sambutannya memberikan arahannya dan dukungan secara penuh terhadap BID. “Program ini akan mampu mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan DD serta memberikan banyak referensi, dan inovasi-inovasi pembangunan desa,” katanya.

Wabup juga berharap agar program tersebut mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki. BID membuat pemerintah desa punya referensi dalam merencanakan, menjalankan pembangunan desa dan menggunakan DD lebih optimal serta bermanfaat.[tin/ted]