Politik

Masa Kontrak Habis, Proyek ADK di Sampang Belum Rampung

googleberita

Sampang (beritajatim.com) – Selain menjadi sorotan karena diduga banyak kejanggalan, beberapa pengerjaan proyek fisik yang bersumber dari Alokasi Dana Kelurahan (ADK) di enam Kelurahan, Kecamatan/Kabupaten Sampang, juga tidak bisa menyelasaikan pegerjaan sesuai dengan batas kontrak kerja.

Salah satunya, pengerjaan saluran air beton (U-Ditch) di Jl Imam Ghazali yang masih terbengkalai. Pengguna Anggaran (PA) ADK, Yudhi Adidarta saat dikonfirmasi tidak mengelak bahwa pengerjaan fisik yang dianggarkan melalui program ADK masih ada yang belum selesai.

“Iya benar, masih ada proyek ADK yang belum selesai sampai hari ini. Berakhir masa kontrak kerja rekanan bervariasi, ada yang 21, 22, ada juga pada 24 Desember 2019,” terang Yudhi Adidarta, Senin (23/12/2019).

Ditanya berapa titik pengerjaan, pria yang juga menjabat sebagai Camat Sampang ini mengaku masih tersisa tiga titik pengerjaan yang semuanya berupa pengerjaan saluran. Namun demikian, pihaknya mengaku telah membuat berita acara kesanggupan dari pihak rekanan untuk tetap melanjutkan hingga tuntas dengan masa perpanjangan kontrak.

“Kurang tahu persis titik-titik pengerjaannya, semuanya rata-rata pengerjaan saluran. Tapi kami sudah buat berita acara karena rekanan masih menyanggupi untuk menyelesaikannya hingga tuntas dengan catatan pihak rekanan nantinya akan dikenakan denda,” imbuhnya.

Baca Juga:

  • Ini PR Bupati Sampang Terpilih Setelah Dilantik Gubernur
  • Yuliadi Setiawan Jabat Plh Sekda Sampang
  • Pj Bupati Jonathan Judianto Cabut Surat Tugas Plt Kadis DLH
  • Bupati Sampang Genjot Pembangunan Serpang
  • Pemkab Sampang Peringati Nuzulul Quran

Sementara Kabid Penganggaran BP2KAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Sampang, Laili Akmaliyah mengaku penyerapan anggaran khusus ADK sejauh ini lebih dari 70 persen dari pagu senilai Rp 2,2 miliar.

Sekadar diketahui, pengerjaan fisik yang dianggarakan untuk ADK yaitu senilai Rp 800 juta yang dialokasikan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 sempat menuai sorotan lantaran waktunya mepet tahun anggaran.

Camat Sampang sebelumnya mengaku, kesanggupan menjalankan ADK yang mepet dengan tahun anggaran 2019, karena pihak kelurahan menyanggupi akan selesai tepat waktu.

Namun realisasinya, sejumlah pengerjaan yang bersumber dari ADK menjadi sorotan Komisi I DPRD Sampang karena diduga sarat kejanggalan. Bahkan upaya Komisi I untuk melakukan klarifikasi dengan melakukan pemanggilan terlihat berjalan tidak mulus lantaran dua kali pemanggilan, semua pihak terkait dengan ADK mangkir. [sar/suf]