Politik

Machfud Arifin Serahkan Bantuan APD dan Disinfektan ke Gugus Tugas Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin memberikan bantuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3/2020).

Kedatangan Bakal Calon Walikota Surabaya ini disambut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim Heru Tjahjono, Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi dan Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono.

Bantuan yang diserahkan adalah berupa 500 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, 5 drum disinfektan, 50 alat semprot dan 20 alat sterilisasi.

Baca Juga:

  • Cak Machfud: Pasar Tradisional yang Tutup, Harus Dibuka Kembali
  • Maju Pilwali Surabaya, Machfud Arifin Bertemu Imam Utomo
  • Cak Machfud Kagumi Sosok KH Ahmad Dahlan
  • Ketua TKD Jatim Temui Kapolda Jatim, Bicarakan Apa?
  • Layanan Kesehatan Jadi Prioritas Machfud Arifin

“Ini bentuk kepedulian kepada masyarakat Jatim, khususnya tenaga medis yang berjuang merawat para pasien Covid-19. Mumpung ada barangnya kita siapkan, dan kita berharap bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Machfud kepada wartawan.

Mantan Kapolda Jatim ini berharap ke depan agar banyak masyarakat semakin peduli untuk gotong royong bersama-sama memutus mata rantai penularan virus corona. Menurutnya, ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus dilakukan dengan gotong royong untuk mencegah penyebarannya.

Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada Machfud Arifin. Ini karena dari awal semboyan Jatim dalam memerangi wabah virus corona ini adalah gotong-royong untuk melawan Covid-19. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Machfud Arifin untuk kegotongroyongannya dalam memerangi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Mantan Menteri Sosial ini menjelaskan BPBD Jatim sempat kesulitan untuk mencari alkohol 70 persen dalam jumlah yang banyak. Ia sangat bersyukur mendapat bantuan alkohol 80 persen sebanyak 1000 liter dan 100 Reagensia untuk swab. “Ini menjadi penting untuk percepatan layanan bagi siapapun terutama tenaga medis karena APD agak susah diperoleh,” pungkasnya. [tok/suf]