Politik

LPBI NU Lamongan Gelar Geladi Ruang, Berikut Targetnya

LPBI NU Lamongan Gelar Geladi Ruang, Berikut Targetnya.

Lamongan (beritajatim.com) – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Lamongan merealisasikan Program Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Covid-19 dan Bencana Alam (PKMM-CBA).

Diketahui, program ini bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Salah satu tahapan dari program ini di antaranya adalah kegiatan Geladi Ruang (Table Top Exercise/TTX) untuk mendorong sistem dan mekanisme yang efektif dalam menghadapi keadaan darurat bencana di wilayah sasaran.

Untuk di Kabupaten Lamongan, kegiatan Geladi Ruang ini dilakukan secara bertahap di 3 titik yakni Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng pada tanggal 11 Agustus, di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah pada tanggal 12 Agustus, dan di Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun pada tanggal 13 Agustus
kemarin.

Ketua LPBI NU Lamongan, Ainur Rofiq menyampaikan bahwa Geladi Ruang ini merupakan teknik latihan dalam bentuk diskusi untuk memberikan pemahaman, penyempurnaan, dan review terhadap peraturan yang ada.

“Geladi Ruang dilaksanakan setelah dokumen Kajian Risiko Bencana Desa disahkan oleh Pemerintah, dalam hal ini Kepala Desa,” Ujar Ainur, Minggu (14/8/2022).

Kegiatan Geladi Ruang (Table Top Exercise/TTX), yang digelar oleh LPBI NU Lamongan

Ia menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para aktor di tingkat desa/kelurahan mengenai mekanisme dan prosedur kesiapsiagaan menuju respon darurat bencana yang efektif.

Dengan begitu, kapasitas para aktor dalam menghadapi dan menangani keadaan darurat bencana pun semakin baik. “Melalui kegiatan ini juga dibuat standar operasional prosedur (SOP) tentang penanganan darurat bencana di tingkat desa,” imbuh Ainur.

Pihaknya juga menilai, kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, ia menyebut, kerangka kerja untuk kesiapsiagaan dan respon kedaruratan di desa sasaran belum tersedia secara maksimal.

Kegiatan Geladi Ruang (Table Top Exercise/TTX), yang digelar oleh LPBI NU Lamongan

Selain itu, menurut Ainur, regulasi di tingkat desa/kelurahan sebagai payung hukum operasional untuk melaksanakan kesiapsiagaan dan responnya terhadap bencana masih minim.

“Mekanisme koordinasi dan sinergitas antar aktor di desa/kelurahan dalam menghadapi ancaman bencana skala sedang sampai besar perlu dioptimalkan. Sehingga latihan yang terencana, terukur, dan menyeluruh seperti ini sangat penting dilakukan,” terangnya.

Baca Juga:

  • Polemik Aset Lahan NU Gresik yang akan Jadi Hotel Berbuntut Panjang
  • KH Irfan Yusuf: Saya NU Tapi Pilih Paslon No 02
  • Seleksi Awal, 100 Peserta Duta ISNU Jalani Karantina
  • Wabup Kediri Dorong Fatayat Jadi Aktor Pembangunan

Lebih jauh, Ainur berharap, masyarakat tetap waspada dan tidak menganggap remeh bencana alam. Mengingat, intensitas dan frekuensi ancaman bencana yang berpotensi menimbulkan bencana di Indonesia cenderung meningkat akhir-akhir ini.

“Semoga masyarakat dan pemerintah bisa berkolaborasi untuk menerapkan materi yang didapatkan. Sehingga saat ada musibah, semua bisa kita tangani secara bersama-sama dengan cepat, tepat, dan efektif,” tutupnya. [riq/but]





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI