Politik

Lagu Perdana Bupati Sumenep ‘Mencintai Tanpa Dicintai’, Ini Filosofinya

Lagu Perdana Bupati Sumenep ‘Mencintai Tanpa Dicintai’, Ini Filosofinya.

Sumenep (beritajatim.com) – Lagu ‘Mencintai Tanpa Dicintai’ telah dilaunching langsung oleh Bupati Sumenep, Ach. Fauzi sebagai pencipta lagunya. Peluncuran lagu perdana Achmad Fauzi ini berlangsung meriah di hadapan kalangan milenial di Taman Adipura Sumenep.

Bupati Achmad Fauzi menyampaikan, lagu tersebut diciptakan bukan tanpa alasan. Lagu itu punya filosofi yang sangat penting dan perlu diketahui masyarakat. Melalui lagu itu, Fauzi ingin menyampaikan pesan semangat untuk anak muda, terutama bagi yang menyukai seni musik.

“Pertama saya ingin menyampaikan pada generasi muda yang suka musik dan seni. Saya tunjukkan kalau bupati sudah bisa berkarya,” katanya.

Baca Juga:

  • Pelaku Usaha Pariwisata Sumenep Minta Pemkab Tegas Aturan Pembukaan Tempat Wisata
  • Pemkab Sumenep Salurkan Seribu Ton beras Untuk Masyarakat Terdampak PPKM
  • Capaian Vaksinasi di Kepulauan Sumenep Tinggi, di Daratan Justru ‘Melempem’
  • Masa Jabatan Bupati Sumenep Berakhir, Sekda Jadi Plh
  • Tak Ada Dana Untuk ‘Docking’, Kapal Milik Pemkab Sumenep Istirahat di Tengah Laut

Baginya, meluangkan waktu dengan posisinya sebagai bupati tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. “Tetapi saya terus berusaha dan Alhamdulillah bisa mewujudkannya,” ujar Fauzi.

Ia menceritakan, proses terciptanya lagu tersebut cukup panjang. Awalnya, Fauzi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini, selama 30 hari mendengarkan lagu-lagu kekinian. Karena ia ingin menciptakan lagu yang bisa diterima anak muda hingga kalangan dewasa. Namun yang jelas, lagu ‘Mencintai Tanpa Dicintai’ itu bukan dari pengalaman pribadinya.

“Bukan. Lagu itu bukan dari pengalaman pribadi saya. Tetapi saya bikin lagu kekinian, agar bisa masuk kepada generasi muda dan tua. Akhirnya muncullah lagu ini,” terangnya.

Selain ingin mendorong generasi muda berkarya, lagu yang diciptakannya berkaitan dengan pemerintahan yang saat ini dipimpinnya. “Tagline kami di pemerintahan itu ‘Bismillah ?Melayani’. Jadi ASN kita mulai dari jajaran bupati hingga camat dan kepala desa, harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Meski dalam hal kebijakan itu pasti ada yang senang dan tidak senang,” jelasnya.

“Nah, ini implementasi Bismillah melayani. Kita full senyum, tulus mencintai rakyat, dan tidak boleh membeda-bedakan. Kita harus memberikan pelayanan terbaik bagi semua masyarakat. Sebagai pemimpin, harus senang kepada rakyat kita siapapun itu,” ucapnya. (tem/kun)





Ikuti kami di google berita https://bit.ly/3vWew0y
#beritaviral #jawatimur #viral #berita #beritaterkini #terpopuler #news #beritajatim #infojatim #newsupdate #FYI