Peristiwa

Laba Dewata Freight International Bakal Ditopang Sektor Logistik

Googleberita.com, Jakarta – PT Dewata Freight International (DFI) optimistis dapat membukukan laba Rp 1,8 miliar pada 2018. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Dewata Freight International Nur Hasanah di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin ini.

Nur Hasanah menjelaskan, laba pada tahun ini mayoritas ditopang oleh bisnis perusahaan di sektor logistik. “Penopang laba tahun ini dari logistik. Kami juga cukup tinggi masih 90 persen dari total revenue,” tuturnya, Senin (22/10/2018).

Pada tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 187 miliar. Adapun target pendapatan itu meningkat 29 persen dibandingkan realisasi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 145 miliar.

Nur mengungkapkan, pendapatan tahun ini berasal dari dua proyek Engineering Procurement Construction (EPC) perusahaan. Kedua proyek EPC itu berlokasi di Jailolo, Halmahera Barat dan Bacan, Halmahera Selatan.

“Selain itu kami tahun ini ada mengerjakan projek (EPC) di Jailolo dan Bacan itu sebagai cukup menopang 10 persen dari total revenue tahun ini, nilai projek sekitar Rp 10 miliar,” ujarnya.

Sebagai informasi saja, sampai dengan April 2018 DFI mencatat pendapatan Rp 58 miliar, naik 57,45 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 21 miliar.

Dewata Freight Lepas 300 Juta Saham ke Publik

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33% atau 18,94 poin ke level 5.693,39, Jakarta, Selasa (30/5). (Googleberita.com/Angga Yuniar)

Dewata Freight International akan melepas 300 juta saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana atauinitial public offering (IPO).

“Penawaran umum perdana saham ini merupakan komitmen manajemen untuk mengembangkan usaha untuk lebih tumbuh dan berkesinambungan, akuntabel, profesional, serta mengikuti ketentuan good corporate government. Sehingga semuanya dapat meningkatkan bisnis Perseroan,”  tutur Direktur Utama DFI Bimada.

IPO PT Dewata Freight International (DFI) akan digelar pada 2-5 November 2018. Jumlah saham yang akan ditawarkan ke publik tersebut sebesar 26,79 persen dari modal disetor dan ditempatkan DFI setelah IPO. Penawaran awal dimulai pada 22-24 Oktober 2018. 

Bimada mengatakan, harga IPO ditetapkan antara Rp 120-165 per saham. Dari IPO ini, perusahaan logistik yang terintegrasi tersebut akan memperoleh tambahan modal antara Rp 36 miliar hingga Rp 49,5 miliar.

Dana sebesar Rp 16 miliar dana IPO, kata Bimada, akan digunakan oleh DFI untuk penyertaan modal kepada anak usaha, yaitu PT Dewata Makmur Bersama. “Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan,” ujar dia.

Saham DFI bernominal Rp 100 per unit itu akan dicatatkan dan diperdagangkan di BEI pada 9 November 2018. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan pernyataan efektif untuk DFI ini pada 31 Oktober 2018. Dalam IPO ini, Perseroan yang didirikan pada tahun 1994 itu menunjuk PT Erdikha Elit Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of