Peristiwa

Kursi Wagub DKI untuk PKS, Taufik Gerindra: Belum Tentu Mereka Lolos Fit And Proper Test

Googleberita.com, Jakarta – Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta masih kosong. Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum juga mengumumkan penganti Sandiaga Uno yang kini maju sebagai calon wakil presiden.

Kedua partai itu menghelat pertemuan di Kantor DPD Gerindra Jakarta Pusat. Salah satu yang dibahas mencari Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Syakir Purnomo mengklaim Partai Gerindra telah menyerahkan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta ke PKS.

“Sudah disepakati bahwa kursi itu dimandakan kepada PKS. Nanti mudah-mudahan pada waktu berikutnya akan sampaikan ke publik tentang dua nama kader PKS yang akan disampaikan ke pimpinan DPRD DKI Jakarta,” kata Syakir di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Berbeda, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Mohammad Taufik, menyatakan, untuk menentukan Wakil Gubernur itu dilakukan dengan mekanisme pembentukan badan bersama. Badan ini akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap calon yang diusulkan ke DPRD Jakarta.

Disitulah, keputusan akhir siapakah yang layak mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Tidak serta merta juga PKS, jadi harus ada lewat fit and proper test. Belum tentu mereka lulus dalam fit and proper test. Kalau enggak lulus kan masa kita mau paksain,” ucap dia.

 

Peluang Gerindra Terbuka Lebar

Ketua DPD DKI Gerindra M Taufik berbincang dengan Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno saat proses penjaringan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta oleh Partai Gerindra di Hotel Sari Pan Pasific, (27/1). (Gempur M Surya/Googleberita.com)

Memang, pada tahap awal yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakanhanya dari kader-kader yang dipilih oleh PKS.

“Tahap pertama yang ikut fit and proper test dari PKS semua. Bisa dua, tiga atau empat calon yang mengikuti,” ucap dia.

Namun, apabila seluruh kader yang diajukan PKS dinyatakan tidak lolos, bakal ada pertemuan kembali.

“Kalau gak lolos nanti akan diskusi ketemu lagi silahturahmi lagi gitu. Gak ada masalah orang silahturahmi,” ujar dia.

Di situ, kedua partai musyawarah kembali. Kemungkinan, ditahap itulah Partai Gerindra menyodorkan nama-nama kadernya.

“Peluang Partai Gerindra terbuka lebar dong masa enggak terbuka,” ujar dia.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of