Politik

Kunjungi Trowulan, Ganjar Pranowo Tepis Terkait Agenda Politik 2024

beritajatim.com Kunjungi Trowulan, Ganjar Pranowo Tepis Terkait Agenda Politik 2024Misti Prihatini



Mojokerto (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/1/2022). Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) ini menepis jika kunjungannya merupakan agenda politik 2024.

Dalam kunjungannya, Ganjar tampak ramah menyapa masyarakat setempat di stand Pujasera dan lapak UMKM yang berada persis di depan Maha Vihara tersebut. Ganjar didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Bhante Wirayananda bersama Forkopimda Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga:

  • Didatangi Ganjar Pranowo, 2 Keluarga Ini Terlihat Grogi
  • Kutipan Pidato Soekarno Jadi Sangu Ganjar Pranowo pada Kepala Daerah Baru
  • Gubernur Khofifah dan Gubernur Ganjar Kerjasama Kelola Sungai Bengawan Solo
  • GP 2024 Kutuk Keras Aksi Terorisme di Katedral Makassar
  • Survei SMRC: Tanpa PDIP, Ganjar Pranowo Tetap Berpeluang Besar Capres

Pria kelahiran Karanganyar, 28 Oktober 1968 itu menyempatkan untuk melihat pertunjukan wayang di area Maha Vihara Mojopahit. Di sana, dia juga memotong tumpeng sebagai tanda hari jadi Maha Vihara Mojopahit ke-32. Ganjar menampik kedatangannya ke Mojokerto dikaitkan dengan agenda politik 2024.

“Saya mau ke kondangan besok. Besok mau ke kondangan tapi sudah lama diundang untuk mampir ke sini (Maha Vihara Majapahit, red). Mampir, ternyata tempatnya bagus. Tempat wisatanya bagus dan sejarah Trowulan menurut saya dahsyat. Kalau ingat Trowulan, pasti ingat kejayaan Majapahit,” ungkapnya.

Masih kata Ganjar, Kerajaan Majapahit memiliki dua tokoh hebat. Yakni Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Menurutnya, Hayam Wuruk tanpa Patih Gajah Mata tidak bisa. Begitu pun sebaliknya, keduanya tidak bisa dipisahkan dari kejayaan Kerajaan Majapahit.

“Dan pesan yang kemudian diberikan adalah bagaimana Sumpah Palapa yang tidak ada satupun orang Indonesia tidak tahu. Kecuali tidak bisa belajar sejarah. Apa itu? Mempersatukan nusantara. Mempersatukan Indonesia. Kalau kita bicara hebatnya Hayam Wuruk yang perhatian pada rakyat, tegas terus membangun pertanian,” katanya.

Ganjar menjelaskan, Hayam Wuruk dalam membangun pertanian dengan memerintahkan untuk membuat bendungan-bendungan. Artinya, tegas Ganjar, Indonesia sebagai negara agraris bisa terwujud sejak Kerajaan Majapahit. Sehingga ia berharap generasi muda bisa mempelajari hal tersebut.

“Akankah Indonesia sehebat Mojopahit? Sejarahnya ada di sini. Politik opo?,” tegasnya saat disinggung terkait agenda politik 2024 mendatang. [tin/kun]





The post Kunjungi Trowulan, Ganjar Pranowo Tepis Terkait Agenda Politik 2024 first appeared on beritajatim.com.