Lifestyle

Kreasi Menu Makanan Bayi 9 Bulan yang Bisa Ibu Coba di Rumah

Memasuki perkembangan di usia 9 bulan, kemampuan makan si kecil sudah tampak semakin baik. Namun, Anda tetap harus mempertimbangkan beragam asupan nutrisi bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Lantas, supaya bayi lebih semangat dalam belajar makan, menu makanan apa saja yang bisa disajikan untuk usianya di 9 bulan ini?

Makanan seperti apa yang baik untuk bayi 9 bulan?

zat besi bayi MP-ASI

Jika sebelumnya di usia 8 bulan makanan buah hati Anda masih yang bertekstur lumat, di usia 9 bulan ini tekstur makanannya sudah mengalami peningkatan.

Setelah sebelumnya terbiasa dengan makanan yang bertekstur lembut dan halus, sekarang si kecil mulai belajar satu langkah lebih maju.

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memasuki usia 9 bulan Anda sudah bisa mulai memberikan bayi menu makanan yang bertekstur dicincang halus (minced).

Berbeda dengan usia sebelumnya kini tekstur makanan bayi tidak lagi benar-benar halus dan lumat, tetapi cenderung sedikit kasar.

Lama kelamaan, tekstur dalam menu makanan bayi usia 9 bulan akan semakin meningkat menjadi cincang kasar (chopped) dan makanan jari (finger foods).

Perkembangan kemampuan makan bayi di usia 9 bulan ini sudah semakin baik karena mampu menggigit makanan dengan tekstur agak keras.

Hal ini disebabkan oleh gigi si kecil yang sudah mulai tumbuh satu per satu. Menariknya lagi, kemampuan makan buah hati Anda juga semakin handal berkat keterampilan motorik kasarnya yang semakin baik.

Anda akan melihat si kecil mampu meraih, menggenggam, hingga memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Itu sebabnya seiring berkembangnya usia, nantinya si kecil mampu menggenggam makanan yang seukuran dengan jarinya (finger foods).

Selain memahami tekstur untuk mengolah makanan bagi bayi 9 bulan, Anda juga perlu memahami sumber makanannya.

Pada dasarnya, makanan yang Anda berikan untuk bayi sebaiknya mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.

Inspirasi menu makanan bayi 9 bulan

Sumber: Mel’s Kitchen Cafe

Meski kebutuhan gizi bayi belum sebanyak orang dewasa, Anda sebaiknya tetap memberikan aneka makanan guna mencukupi nutrisi hariannya.

Namun, langkah awal yang perlu Anda lakukan untuk bisa memberikan aneka makanan yakni dengan memperkenalkan bayi terlebih dahulu.

Usaha dalam mengenalkan bayi dengan beragam sumber makanan memang tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya si kecil tidak mau menghabiskan bahkan menolak makanan yang Anda sajikan.

Melansir dari Mayo Clinic, sebaiknya jangan berputus asa dan coba kenalkan bayi dengan makanan yang sama selang satu minggu setelahnya.

Nah, salah satu trik agar bayi di usia 9 bulan menyukai makanan yang Anda berikan yakni dengan menyajikan menu menarik.

Berikut contoh menu makanan yang bisa disontek untuk diberikan kepada bayi usia 9 bulan:

Menu makanan sarapan bayi 9 bulan

Pembuka sarapan di pagi hari bisa dimulai dengan memberikan ASI untuk bayi usia 9 bulan. Baru selang beberapa jam setelahnya, saatnya si kecil makan makanan padat dengan tekstur sesuai kemampuannya.

Menu makanan pendamping ASI (MPASI) di pagi hari contohnya sup krim dengan campuran telur, irisan daging asap, dan wortel.

Seperti yang telah dijelaskan di awal, tekstur makanan bayi di usia 9 bulan ini sudah mengalami peningkatan. Jadi, Anda sekarang bisa memberikannya makanan dengan tekstur yang agak kasar seperti dicincang.

Cara membuatnya dengan memasak sup krim seperti biasa sembari ditambah telur yang telah dikocok sebelumnya.

Selanjutnya, masukkan daging asap dan wortel yang telah dipotong sekecil mungkin agar memudahkan bayi saat memakannya.

Menu makanan siang bayi 9 bulan

Sementara untuk menu makanan bagi bayi 9 bulan di siang hari bisa Anda kreasikan dengan membuat kentang tumbuk (mashed potato), buncis, dan dada ayam.

Pembuatan kentang tumbuk dilakukan seperti pada umumnya dengan mencampur susu, mentega, serta sedikit garam dan merica.

Buncis dan dada ayam dapat Anda olah dengan cara merebus, mengukus, maupun menumisnya bersamaan. Namun, jangan lupa Anda perlu memotong buncis dan dada ayam terlebih dahulu seukuran dengan genggaman tangan bayi.

Hal ini bertujuan agar si kecil lebih mudah saat meraih, menggenggam, hingga memasukkannya ke dalam mulut dan mengunyahnya secara perlahan.

Jika diperlukan, tidak masalah untuk menambahkan garam, gula, maupun micin dalam takaran yang secukupnya untuk meningkatkan rasanya.

Menambahkan rasa pada makanan bayi 9 bulan dapat membuatnya semakin bersemangat dan lahap saat makan.

Menu makanan malam bayi 9 bulan

Biasanya, setelah makan siang selesai jadwal selanjutnya si kecil yakni menyusu ASI dan makan makanan selingan atau camilan di sore hari.

Baru setelah itu makan malam untuk bayi kemudian dapat Anda berikan. Inspirasi menu makanan di malam hari untuk bayi 9 bulan misalnya nasi tim dengan sup tahu, bakso, dan sawi.

Jika nasi tim yang Anda berikan di usia sebelumnya memiliki tekstur yang sangat lumat atau halus, kini coba naikkan teksturnya satu tingkat menjadi agak kasar.

Jadi, nasi tim yang Anda olah masih bertekstur halus tetapi dengan terdapat sedikit bulir nasi untuk melatih kemampuan gigi bayi saat mengunyah.

Selebihnya untuk menyajikan menu sup tahu, bakso, dan sawi bisa dimasak berkuah seperti biasa tetapi dengan mencincangnya supaya tidak sulit dikunyah oleh si kecil.

Lagi-lagi, tidak ada salahnya menambahkan bumbu perasa agar cita rasa masakan semakin lezat dan menarik si kecil untuk menghabiskannya.

Menu makanan selingan bayi 9 bulan

Di samping memberikan makanan di waktu makan utama, Anda juga bisa menawarkan selingan atau camilan untuk bayi.

Pilihan camilan untuk si kecil di usia 9 bulan ini bisa berbentuk makanan jari (finger foods) yang Anda olah dari buah-buahan.

Ambil contohnya yaitu camilan bayi berupa pisang panggang dengan parutan keju. Jangan lupa untuk memotong pisang hingga berukuran kecil-kecil setelah selesai dipanggang.

Pilihan lainnya juga bisa dengan memberikan potongan kecil buah kiwi atau mangga.

Frekuensi dan porsi makanan untuk bayi 9 bulan

makanan berserat bikin bayi sembelit

Badan kesehatan dunia WHO menjelaskan bahwa frekuensi makan utama bayi usia 9 bulan sehari meningkat menjadi 3-4 kali.

Sementara untuk makanan selingan atau camilan bayi usia 9 bulan bisa disesuaikan dengan seleranya atau setidaknya sekitar 1-2 kali sehari.

Porsi makan bayi pun kini sudah semakin banyak bisa mencapai ½ mangkuk ukuran 250 mililiter. Sejak dini, bayi sebaiknya dibiasakan tidak terlalu lama saat makan. 

Waktu ideal yang seharusnya dihabiskan bayi untuk sekali makan yaitu tidak lebih dari 30 menit. Itulah mengapa Anda tidak disarankan membiarkan si kecil makan sembari melakukan berbagai aktivitas lainnya seperti menonton TV atau bermain.

Bukannya menghabiskan makanannya, menyambi makan dengan kegiatan lainnya justru dapat membuat si kecil kehilangan fokus.

Alhasil, buah hati Anda malah mengabaikan dan mengemut makanan yang sudah Anda berikan. Bahkan tanpa sadar, jika terus dibiarkan kebiasaan ini bisa terbawa hingga usia si kecil semakin dewasa.

The post Kreasi Menu Makanan Bayi 9 Bulan yang Bisa Ibu Coba di Rumah appeared first on Hello Sehat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of